Klik di sini untuk mendengarkan Rekaman Siaran Diskusi Kolaborasi Episode 1!

 

NOTULA DISKO (DISKUSI KOLABORASI)

WONOSOBO MUDA ft. PESONA FM

EPS. 1: PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2019-2020

 

Tempat pelaksanaan Studio Pesona FM
Waktu pelaksanaan Sabtu, 9 Maret 2019 (19.00-selesai)
Pemandu –       Tunjang Ari Soeseno

–       Dian Ristia Kuntari

Pembicara –       Tarjo, S.Sos., M.Si. (Kepala BAPPEDA)

–       Fahmi Hidayat (Kabid Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi dan Litbang BAPPEDA)

–       Retas Aqabah Amjad, S.PWK. (CEO Shirvano Consulting)

 

HAL-HAL PENTING DALAM DISKUSI

Perencanaan pembangunan dilakukan satu tahun sebelum tahun pengaplikasian, jadi di tahun 2019 ini BAPPEDA sedang merencanakan pembangunan daerah untuk tahun 2020.

Tahapan perencanaan pembangunan:

  1. Musrenbang desa dan kelurahan
  2. Musrenbang kecamatan (Januari-Februari)
  3. Forum OPD (mencari prioritas dari masing-masing OPD)
  4. Musrenbang Kabupaten (26 Maret 2019 akan mengundang OPD)
  5. Rencana Kerja Perangkat Daerah (Mei-Juni)
  6. Kebijakan Umum Anggaran PPAS
  7. Diserahkan kepada BPPKAD
  8. Disahkan oleh DPRD

Saat ini perencanaan pembangunan di Indonesia sudah tidak lagi menganut sistem Top-Down ataupun Bottom-Up. Saat ini masyarakat sudah mulai dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan (Partisipatory planning).

Beberapa tahun terakhir, Wonosobo sudah cukup maju dalam hal pembangunan desa, lingkungan (sustainable city), dan kota ramah HAM.

HASIL JAJAK PENDAPAT LEWAT KANAL-KANAL MEDIA SOSIAL

Apa yang diinginkan masyarakat Wonosobo?

 

Sudahkah masyarakat tahu di mana mengakses laporan anggaran pemerintah?
pasar, stadion, perbaikan jalan, perapian lahan parkir, pembangunan remote area Mayoritas masyarakat Wonosobo masih belum tahu bagaimana cara mengakses pemaparan terkait anggaran pembangunan.

92% belum tahu (DNO)

100% tidak tahu (WM)

  • Sosialisasi sudah dilakukan, namun mungkin ada satu dua hal sehingga belum menjangkau semua.
  • Seharusnya masyarakat tahu tentang hak-hak mereka sebagai warga negara.

Tema pembangunan tahun 2020: “peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis kabupaten pintar (Smart Regency) untuk pemantapan perekonomian daerah kabupaten”

Arah prioritas:

  1. Kemiskinan (Wonosobo masih berada di peringkat 35 kabupaten termiskin di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan sebesar 17.58%)

Salah satu indikator kemiskinan di Wonosobo diukur dari ketersediaan jamban di rumah-rumah penduduk. Masih ada 104 ribuan rumah tidak berjamban di Wonosobo. Sudah digarap sekitar 13 ribu, tahun ini akan digarap sekitar 20 ribuan lagi. Program ini menggandeng CSR dari beberapa pihak seperti Bank Jateng dan Indonesia Power.

  1. Daya saing ekonomi
  2. Tata kelola pemerintahan
  3. Kualitas SDM
  4. Lingkungan Hidup
  5. Kesenjangan Wilayah

Wonosobo menempati ranking 8 assessment kesiapan penerapan smart regency se-indonesia. Assessment ini diikuti oleh 100an lebih kabupaten kota se-indonesia dan terpilih 25 kabupaten/kota terbaik. Wonosobo menjadi salah satunya.

Menurut Retas pengelolaan kota seperti Urban Acupuncturetitik-titik masalah mana yang ketika diselesaikan ataupun disentuh bisa berimbas ke sektor lain. Wonosobo atau sebuah kota sebagai organisme memiliki banyak penyakit, namun kita tidak bisa menyelesaikannya sekonyong-konyong. Harus ada yang diprioritaskan untuk diselesaikan. Oleh karenanya kita harus menemukan titik vital mana yang ketika diselesaikan, maka bisa berdampak pada sektor lain.

Pemerintah: semuanya sudah dianggarkan, tapi memang kita harus memprioritaskan beberapa hal.

Masalah stadion: sudah dipikirkan, dipertimbangkan untuk dibangun, tapi belum ke arah stadion yang megah. Sudah diajukan ke beberapa pihak untuk menjadi mitra pembangunan

Terobosan BAPPEDA untuk pembangunan Wonosobo di masa mendatang?

  • Berupaya lebih serius untuk melakukan automation, mengurangi sistem pelayanan publik yang konvensional
  • Memasyarakatkan secara intensif tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030
  • Money follow priority program menggantikan money follow function

Menurut Retas demi kemajuan pembangunan Wonosobo:

  • Meningkatkan pemasukan daerah Wonosobo: anggaran dari pusat, pajak (horeka, tanah, penghasilan, kendaraan, retribusi, baliho, wisata dll)
  • Turut andil menjadi agen dalam program perencanaan pembangunan dan peningkatan SDGs
  • Jangan menitipkan suara kita pada politisi mandul. Politisi juga harus lebih terstruktur dan menyuarakan orang-orang yang sudah menitipkan kepercayaan kepadanya.
  • Lebih aware pada hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. turut serta dalam proses perumusan kebijakan.
  • Diawali dengan mengawasi penggunaan dana dari tingkatan terendah (dana desa)
Closing Statements

Fahmi: “…mari bersama-sama membangun Wonosobo menjadi kabupaten yang bersatu untuk maju, mandiri, kemiskinan berkurang, sejahtera untuk semua, partisipasi tetap dilakukan, ada check and balances. Lakukan korespondensi dengan BAPPEDA agar BAPPEDA melaksanakan tupoksinya dengan baik.”

Retas: “…semoga seperti tagline SDGs, ‘…and then no one left behind…’.Another city is possible. Sebuah kota impian mungkin saja bisa terwujud jika kita semua terlibat berkontribusi dan berkolaborasi membangun kotanya.”