Hallo, Sobat Muda Wonosobo! Apa kabar? Masih semangat mengejar cita-cita dong, pastinya? Kali ini Wonosobo Muda berkesempatan untuk mewawancarai Rizki Nurjanah, seorang gadis Wonosobo asli yang semasa kuliah mengambil jurusan Analis Kesehatan. Nah, buat kalian yang bercita-cita untuk terjun ke dunia kesehatan atau malah masih bingung ingin jadi apa di masa depan, silahkan disimak baik-baik pemaparan Kak Rizki Nurjanah mengenai jurusannya ini.

Rizki Nurjanah (Cici) diruang kerjanya. Doc Foto Pribadi

Mengapa memilih Analis Kesehatan dan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Yogyakarta?

“Sebelum masuk disini, saya sudah mendaftar dan mencoba seleksi di enam perguruan tinggi lain, baik Sekolah ikatan dinas, SNMPTN, maupun PMDK di universitas swasta. Tapi cuma disini yang meloloskan saya, sewaktu pengumuman akhir sebenarnya juga agak pesimis karena cari-cari nama saya tapi nggak nemu, mungkin karena mata sudah blawur melihat enam pengumuman dan hasilnya nggak lolos semua. Untung teman ada yang berinisiatif ikut nyariin, eh alhamdulillah lolos. Rasanya bersyukur banget, legaaaaaaaaa! Ketahuan banget ya kalo saya bukan anak pintar. Yup, benar, saya bukan anak yang terlahir pandai, tapi no problem, yang penting mah tetap ikhtiar, yakin, khusnudzon sama Sang Maha Pemilik Kehidupan, dan jangan lupa minta sama Allah buat ngasih yang terbaik. Alhamdulillah benar, Allah kasih yang terbaik, karena selama kelas tiga mintanya cuma, “Berikan yang terbaik dan jangan sampai terjebak diantara beberapa pilihan,” alhamdulillah Allah kabulkan, dan saya selalu percaya ini the best way from Allah.

 

Dulu sebenarnya saya juga kurang tahu tentang jurusan tersebut. Pertama tahu dari kakak kelas SMA yang kuliah di jurusan tersebut, tanya-tanya dan akhirnya penasaran. Searching deh, terus semakin tahu kalau analis kesehatan kerjanya di laboratorium. Salah satu motivasi kenapa pas daftar poltekkes tertarik ambil jurusan tersebut adalah karena dulu suka banget kalau lagi praktik di lab dan pernah berandai-andai kalau kerja di lab. Motivasi lain masuk jurusan ini adalah karena ingin bisa masuk ke bagian Forensiknya POLRI. Hehehe.

Terus kenapa pilih kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta?

Alasan sederhananya sih karena Jogja dekat dan ada saudara di sana. Hehehe. Maklum anak cewek satu-satunya, sering dikhawatirkan sama orangtua. Pertimbangan lainnya adalah jurusan Analis Kesehatan di kampus ini merupakan salah satu yang terbaik dan salah satu yang tertua di Indonesia. Poltekkes Kemenkes Jogja merupakan perguruan tinggi negeri, dan pada masa itu jurusan Analis Kesehatannya sudah terakreditasi A oleh PPSDM Kemenkes. Karena PTN, jadi SPP juga lebih ringan daripada Analis Kesehatan di PTS, kebetulan pas jaman saya masih ada subsidi dari Kemenkes. Jadi lumayan ringan SPP-nya, padahal kalau di swasta biayanya bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat. Hitung-hitung meringankan beban orang tua ya. Kebetulan saya juga bukan anak yang pintar jadi nggak terlalu bisa mengandalkan beasiswa prestasi.”

 

Boleh dijelaskan apa saja sih yang dipelajari dan bagaimana proses belajar di kampus?

“Secara umum kita mempelajari tentang teknis pemeriksaan di laboratorium kesehatan, meliputi Parasitologi Klinik, Mikrobiologi Klinik, Kimia Klinik, Hematologi, Analisa Air, Makanan dan Minuman, Imunologi Klinik, Imunohematologi, dan masih banyak lagi. Proses belajarnya, karena ini jenjang diploma dan teknis, jadi kuliahnya kebanyakan praktik. Sehari paling nggak ada dua hingga empat praktikum dan diimbangi dengan teori, tetapi tetap lebih didominasi dengan praktikum. Kuliahnya juga dipaketkan per semesternya, jadi masih mirip seperti SMA. Beban semua mahasiswa sama.”

 

Apa asyiknya?

“Asyiknya kuliah di Analis Kesehatan adalah kuliahnya di Laboratorium. Hehehe. Pegang mikroskop, ngitung sel darah sendiri, tahu kadar glukosa darah sendiri, bisa melihat berbagai macam parasit seperti Plasmodium sp , stadiumnya, cara kembang biaknya, mengenali vektornya, tebak-tebakan jenis telur cacing di mikroskop, ekstraksi, titrasi, mencocokkan alias crossmatch darah (untuk donor), identifikasi bakteri, mengamati sel-sel abnormal seperti kanker di jaringan, bikin preparat jaringan, identifikasi narkoba, analisa makanan dan buanyak lagi.”

 

Tantangan atau kesulitannya apa, dan bagaimana kamu mengatasinya?

“Kuliahnya nggak seperti mahasiswa pada umumnya yang bisa ambil mata kuliah dan dosen sesukanya. Kalu di poltekkes masih agak mirip di SMA, mata kuliah sudah dipaket tiap semester. Jadi bisa mengikuti atau tidak bebannya semuanya sama, dan dosennya manut sama kampus. Selain itu jam kuliahnya yang kadang full seharian dari jam 07.00 sampai 17.00, dan tugas yang seabrek. Laporannya juga masyaallah, karena sehari bisa dua hingga empat praktikum, jadi pintar-pintar aja bagi waktu kapan ngerjain presentasi, kapan ngerjain tugas alias PR, kapan ngerjain laporan.

 

Kalau dulu pas pertama masih keponthal-ponthal, apalagi yang dulunya nggak ngekos terus jadi anak kos. Mesti ngurus semua urusan sendiri. Hehehe, jadi harus manage waktunya sendiri. Tapi lama-lama setelah terbiasa, enak kok.

 

Kuncinya sih jangan menunda-nunda pekerjaan, manfaatkan waktu luang walaupun sedikit. Kalo misalnya praktikum, terus pas pemeriksaannya ada sedikit waktu free untuk pendiaman atau inkubasi atau apalah, jangan ngobrol, langsung kerjain laporannya. Jadi sebelumnya udah nyiapin buat dasar teori juga, kan sebelum praktikum juga harus ngerti apa yang dipraktikkan. Kalau tugas presentasi atau tugas kelompok, dibagi aja, nanti ada yang ngumpulin, terus ada yang bikin presentasinya juga, nanti kalau sudah jadi, dishare lagi dan diskusikan siapa tahu ada yang belum jelas.

 

Kalau organisasi, ya sesuaikan saja. Sepadat-padatnya jam kuliah tetap sempat kok. Jangan sia-siakan kuliah cuma buat jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang), rugi banget! Kelihatannya ikut organisasi itu ribet, tapi sebenarnya nggak kok, malah nanti bakal jadi something yang kalian kangenin.”

 

Apa skill atau pengetahuan yang dibutuhkan untuk menekuni jurusan tersebut?

“Kalau skill sih yang penting mau, terampil, tekun, dan telaten. Nggak harus punya skill tertentu, karena ilmu apapun sebenarnya bisa dipelajari. Basicnya, akan lebih mudah kalau teman-teman SMA-nya jurusan IPA/MIA, karena disini hitung-menghitung, Kimia, dan Biologinya sangat kental. Karena dulu pas jaman saya ada anak IPS juga yang masuk jurusan yang notabene isinya anak IPA.”

 

Mengapa kita perlu mempelajari jurusan tersebut? Apa manfaatnya bagi kehidupan atau Indonesia pada umumnya?

“Seperti ilmu lainnya yang bertujuan untuk kemaslahatan umat, analis kesehatan juga seperti itu, disini kalian bisa membantu orang lain, dan yang pasti bisa mengabdi kepada masyarakat, yang sebelumnya galau jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena analis kesehatan membantu dalam penegakan diagnosis sebuah penyakit.”

 

Apa saja peluang karier untuk jurusan tersebut?

Ada beberapa ya, misalnya:Teknisi Laboratorium Rumah Sakit, Teknisi Laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan, Teknisi Laboratorium di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Peneliti di LIPI,  Dosen, Teknisi Lab di Balai Lingkungan Hidup, Lab swasta, Analis di klinik, dll.

 

Bagaimana cara untuk masuk kampus atau jurusan tersebut?

“Cara masuk Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ada dua jalur Sipenmaru (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yaitu PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi)  dan Uji Tulis. Jalur yang pertama, jalur PMDP adalah penerimaan melalui nilai rapor serta prestasi akademik dan non akademik, biasanya dilaksanakan bulan Januari hingga Maret. Jalur yang kedua adalah Uji Tulis, seleksi melalui ujian tertulis, biasanya dilaksanakan bulan April hingga Juli. Info selengkapnya teman-teman bisa mengecek di alamat website poltekkesjogja.ac.id.”

 

Adakah saran untuk adik-adik yang ingin belajar dan melanjutkan studi di jurusan dan kampus seperti kamu?

  1. Ketika harapanmu belum tercapai, jangan pernah putus asa, karena jika memang bukan itu pasti Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik.
  2. Jangan pernah takut untuk mencoba, bersungguh-sungguhlah, maka kamu akan berhasil.
  3. Kamu tidak akan pernah bisa jika tak mencoba untuk bisa, yakin aja.

Nah, jika teman-teman berminat masuk ke jurusan yang sama dengan Kak Rizki, kalian bisa menghubungi dan mengajukan pertanyaan kepada Kak Rizki melalui :

Line:rizkicik

Twitter: @rizkicik

Facebook :Rizki Nurjanah

Instagram : @rizkicik

Email :rizkinurjanah24@gmail.com

Seperti Kak Rizki, jangan pernah menyerah dan tetap semangat menggapai cita-cita. Ciao!