Seiring dengan canggihnya teknologi masa kini, dunia seakan tanpa jarak tanpa ada sekat pemisah. Semua terasa sangat dekat seakan berada di hadapan mata dan juga selalu berada di genggaman kita. Itu dikarenakan mudahnya akses yang sedemikian canggih menggunakan berbagai media dan alat yang kita miliki saat ini. Kemajuan tersebut tentunya memberikan kemudahan bagi semua orang untuk dapat mangakses ilmu dan share pengetahuan. Hal ini mungkin masih terasa asing bagi generasi dahulu ( generasi tua ) untuk mempelajari dan mengikuti iklim kemajuan teknologi. Namun, bagi generasi millennial hal tersebut tidaklah berlaku. Meraka mengatakan inilah jamanku beda dengan jamanmu.

Generasi millennial menganggap kemajuan tersebut sebagai teman baru, pacar baru bahkan sampai menyebut sebagai belahan jiwaku kerena memang tidak dapat terpisahkan. Anggaplah itu sebagai potensi dari generasi millennial yang bisa di gali untuk di kembangkan. Majunya teknologi dan maraknya penggunaan internet mempermudah generasi sekarang mencari guru, mudah mengakses pengetahuan. Hal inilah menjadi kesempatan emas bagi pengembangan sektor pertanian, karena ilmu – ilmu pertanian mudah ditemukan dan dipelajari.

Wonosobo memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. Dengan jumlah lahan pertanian yang bisa di katakan masih cukup luas. Hanya saja sumber daya manusia dalam bidang pertanian terus berkurang. Gengsi menjadi momok tersendiri bagi generasi millennial untuk menjadi petani. Contoh saja, anak seorang petani tidak mau menjadi petani dengan berbagai alasan. Wonosobo bisa dibilang kehilangan banyak petani generasi millenialnya kerena sebagian dari mereka memilih pergi merantau atau berkerja yang lebih menarik dan bergengsi
daripada bertani. Sekarang ini generasi millennial Wonosobo ditantang untuk mampu memanfaatkan kemajuan
teknologi tersebut. Tidak perlu jauh- juah untuk mengadu nasib, potensi pertanian Wonosobo juga butuh trik dan sentuhan kaula muda mengubah ke era pertanian yang modern. Kalaupun belum mampu mengolah secara modern, tapi sekarang saatnya untuk bisa memasarkan secara modern. Bersaing dalam pasar bebas dengan target pemasaran yang semakin luas. Dengan memanfaatkan internet sebagai alat untuk memasarkan hasil pertanian secara online. Perlu di ketahui Wonosobo memiliki hasil bumi yang melimpah berbagai komoditi, dan
komoditas andalannya seperti: kentang, ketela pohon, carica, teh, kopi arabica, tembakau dan masih banyak komoditi lainya. Dari komoditi itulah sentuhan kreatif generasi millenail sangat di nantikan. Generasi millennial biasanya memiliki banyak ide-ide cemerlang untuk mendesain sebuah produk. Meraka juga mampu mengemas menjadi sebuah kemasan yang cantik dan menarik. Berangkat dari situlah petani generasi millennial bisa membuka toko secara online, sehingga hasil pertanian bisa dipasarkan secara langsung dari petani ke konsumen.

Banyak orang mengatakan pertanian merupakan industri yang terbilang kuno. Namun tidak disadari bahwa pertanian memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan pokok atau kebutuhan primer manusia yang hidup di dunia, sehingga bisa dikatakan semua manusia menjadi konsumen dari hasil pertanian. Dan inilah peluang besar bagi petani untuk mampu memanfaatkan internet secara maksimal. Terlebih kita sekarang sudah memasuki era
revolusi Industri dimana pasar sekarang berada didalam sebuah aplikasi. Peluang tersebut tentunya perlu di amati dan dibaca oleh generasi millenial Wonosobo untuk mau dan terjun pada usaha sektor pertanian menjadi seorang entrepreneur agribisnis. Dengan demikian generasi milenial Wonosobo dapat turut serta dalam memajukan pertanian mensejahterakan masyarakat petani dan menjaga ketahanan pangan Nasional.

Nilai tambahnya, akan banyak terlahirnya generasi patani baru dari generasi millennial yang menguasai dimensi pertanian dan dimensi teknologi. Tidak selalu berfikir merantau, menjadi karyawan ataupun pegawai negeri. Di tangan generasi millenial-lah marwah kota subur nan ASRI akan mampu menjaga ketahanan pangan NKRI.

 

Penulis: Ahmad Wakhid

Pemuda Kampung di lereng Gunung Sumbing Kecamatan Kalikajar