Dalam spirit Hari Kartini kali ini, Tim Redaksi Wonosobo Muda mencoba mengangkat topik Women & STEM. Apa itu STEM? STEM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering, dan Math. Kami mengangkat topik ini untuk menginspirasi kaum muda, terutama kaum perempuan, di Wonosobo, maupun daerah lainnya untuk berani terjun ke bidang-bidang tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5, yakni “Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.” Harus diakui bahwa masih ada stereotype maupun cerita-cerita miring yang menyiutkan nyali kaum muda perempuan di daerah untuk berkecimpung di bidang sains, teknologi, engineering, maupun matematika. Di era revolusi 4.0 dan masa depan yang akan berdampingan dengan teknologi dan sains, karenanya Tim Redaksi Wonosobo Muda mencoba mencari cerita-cerita inspiratif anak muda Wonosobo di bidang ini. Pada awalnya, kami agak kesusahan mencari role model anak muda yang tak hanya mengambil studi di bidang STEM ketika kuliah, namun juga bertahan dan merintis karir mereka di bidang tersebut. Inilah tiga orang perempuan, yang juga anggota Wonosobo Muda, yang membagikan kisah mereka di tiga bidang yang berbeda dengan tantangan yang berbeda pula. Kami menyebutnya tiga srikandi alis perempuan-perempuan tangguh. Siapa saja mereka? Mari ikuti kisahnya.

  1. Adiba Sabilla Ajrina (Teknik Pertambangan)

Adiba merupakan anak sulung dari dua bersaudara dan besar di keluarga guru. Semenjak zaman SMA, Adiba sangat aktif dalam kegiatan cheerleading, ia dan tim sekolahnya bahkan sempat menjadi runner up atau Juara 2 Kejuaraan Cheerleading se-Karesidenan Kedu. Adiba juga aktif dalam kegiatan Tari Tradisional di sekolahnya dan sempat berpartisipasi dalam rombongan tari di Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Wonosobo. Setelah lulus SMA, Adiba merantau dan melanjutkan kuliah di Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Setelah lulus, ia sempat bekerja sebagai konsultan pertambangan yang membuat dokumen teknis pertambangan dan membantu beberapa investor untuk memulai bisnis di bidang pertambangan. Sekarang ia menjadi evaluator ijin tambang untuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur. Pekerjaannya ini menuntutnya menjadi perempuan tangguh ketika harus meninjau lokasi pertambangan dengan medan berat. Ia menjadi contoh nyata bagi pelajar-pelajar putri di Wonosobo, bahwa perempuan juga bisa bertahan dan berhasil di dunia yang masih didominasi kaum pria saat ini, yaitu: Teknik Pertambangan! Tak hanya itu, ia juga membuktikan bahwa masuk dunia pertambangan tak berarti ia tak bisa memperhatikan fashion dan tampil stylish seperti perempuan sebayanya.

Kisah selengkapnya: Adiba Sabilla Ajrina – Metamorfosa Juara Cheerleader Masuk ke Dunia Pertambangan

 

2. Khafidlotun Muslikhah (Sistem Informasi)

Di era digital yang sedang berkembang sangat pesat ini, negara kita sedang membutuhkan banyak sekali energi-energi muda untuk berkarya di industri digital. Salah satu yang sedang dibutuhkan adalah design & system analyst untuk produk-produk digital. Apid yang merupakan alumni SD Negeri 3 Kertek, SMP Negeri 1 Kertek, dan SMA Negeri 1 Wonosobo ini sudah malang melintang di industri digital ini selama beberapa tahun terakhir. Ia pernah menjadi Junior System Analyst di Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia, System Analyst di Suitmedia Digital Agency, Asisten Dosen Sistem Interaksi di Fasilkom UI, dan kini menjadi Web Design Freelancer. Pekerjaannya adalah menganalisis dan desain website sebelum dimasukkan ke tahap pengembangan (coding), atau fokus mengerjakan proses hulu dari suatu aplikasi website. Ia membantu proses desain dengan menganalisis proses bisnis dan kebutuhan website beberapa klien, kemudian menuangkan hasil analisis ke dalam prototype desain yang akan dijadikan acuan untuk desainer dalam membuat tampilan yang lebih bernilai secara estetik. Proses yang ia lalui hingga bertahan di posisi sekarang tidak mudah. Namun, ia berhasil membuktikan bahwa gender bukan suatu hambatan untuk berusaha di bidang ini.

Kisah Selengkapnya: Khafidlotun Muslikhah – Cerita Inspiratif di Balik Desain Produk Digital

 

3. Samsiatun Mudzkhiyah (Teknik Nuklir)

Samsi dididik oleh keluarganya menjadi pribadi yang sederhana dan mandiri sejak kecil. Samsi mengaku sudah tertarik dan suka dengan ilmu sains sejak duduk di bangku sekolah dasar. Setelah lulus SMA dan memasuki dunia kuliah, Samsi tertarik dengan jurusan Teknik yang merupakan salah satu penerapan sains dan matematika. Tahun 2011, Samsi berhasil diterima menjadi mahasiswi jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus sebagai Sarjana Teknik dari UGM, Samsi memulai karirnya untuk mendalami keilmuan teknik nuklir. Ia bergabung di perusahaan start-up yang sedang membangun pabrik pemanfaatan radiasi untuk sterilisasi, juga mengadakan kegiatan riset bidang nuklir, dan berencana untuk memproduksi radioisotop. Ia sempat terbang ke Amerika selama tiga bulan untuk rencana kerjasama produksi radioisotop dengan salah satu institusi di Amerika Serikat. Saat ini, ia mengisi jabatan fungsional Pengawas Radiasi di bagian Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Republik Indonesia.

Kisah Selengkapnya: Samsiatun Mudzkhiyah – Perempuan Hebat Calon Ahli Nuklir dari Wonosobo

 

Perjuangan perempuan-perempuan muda tangguh ini baru saja dimulai. Perjuangan jatuh bangun mereka dalam merintis karir di bidang STEM masih sangat panjang dan akan diuji dengan berbagai hal di depan sana. Namun, keberanian mereka patut diacungi jempol dan menjadi teladan bagi anak-anak muda lainnya untuk mulai berani keluar dari zona nyaman dan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kawan-kawan. Tidak ada yang mudah, namun mereka bertiga membuktikan bahwa perempuan Wonosobo juga bisa survive dan berhasil di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika. Mereka bisa, bagaimana dengan kawan muda? Semoga menginspirasi ya!

 

P.S. Kami percaya di luar sana masih banyak anak-anak muda Wonosobo yang juga inspiratif dan cerita layak untuk dibaca anak-anak muda lainnya. Apabila kawan muda ingin ikut urun cerita dan membagikan inspirasi silakan kirim email ke redaksi.wonosobomuda@gmail.com. Salam, #InspiringEmpowering!