Wonosobo memiliki banyak potensi baik dari segi pertanian, perikanan, budaya, maupun pariwisata. Dapat dikatakan bahwa hingga saat ini potensi yang sudah berhasil dikembangkan adalah dalam bidang pariwisata dan pertanian. Berhasil yang saya maksud mengacu kepada  bagaimana hal tersebut telah diakui secara nasional, atau bahkan internasional.

           Dalam bidang pariwisata, secara otomatis kita akan berbicara mengenai dataran tinggi Dieng. Dalam beberapa tahun terakhir bisa dilihat bahwa potensi pariwisata telah jauh dikembangkan. Contohnya seperti arung jeram sungai Serayu dan bukit Sikunir. Sedangkan dalam bidang pertanian, masih kita rujuk ke dataran tinggi Dieng dengan kekhasannya yang bisa menumbuhkan buah carica. Selain itu telah dikenal sejak lama Dieng mempunyai produk kentang unggulan yang menembus pasar internasioal.

            Ide yang saya ajukan sebenarnya bukan tergolong baru, bahkan mungkin pemerintah daerah sempat mencoba mengimplementasikan dalam beberapa daerah namun belum maksimal. Seperti misalnya, pengadaan program bangun desa untuk membuat sebuah peternakan kambing yang bibitnya disubsidi oleh pemerintah daerah. Sistem pengelolaannya menggunakan koperasi atau paguyuban yang biasa dibentuk untuk membantu petani atau pelaku UKM lainnya.

           Penerapan OVOP tidak terpaku harus menghasilkan produk pertanian. Tiap-tiap desa atau daerah mempunyai potensi masing-masing. Diperlukan riset dan pemetaan sebelum mengimplementasikan hal ini. Serta perlu diantisipasi kendala-kendala yang mungkin muncul. Karena Wonosobo memiliki agrikultur yang memadai, saya memilih fokus untuk mengembangkan dalam bidang pertanian dan peternakan.

        Kendala yang biasa muncul dan sering membuat program ini gagal dijalankan dalam jangka panjang adalah pemasarannya. Sebuah daerah sudah mampu menjalankan program OVOP, namun gagal menemukan pasar yang tepat. Sehingga warga desa tidak tertarik melanjutkan program tersebut dan kembali lagi pada pencaharian – atau dalam bidang pertanian, menanam yang biasa ditanam – sebelumnya.

      Saya memiliki impian untuk dapat menjembatani dan membuka pasar untuk mereka. Dengan demikian bisa terintegrasi maupun bekerjasama dengan program pemerintah. Karena jika suatu program hanya bergantung terhadap pemerintahan daerah, maka tidak akan pernah mandiri dan belum bisa dikatakan berhasil. Kita bisa membentuk suatu badan pemasaran yang nantinya juga diharapkan bisa mengelola sumberdaya masyarakat Wonosobo. Targetnya adalah pasar menengah ke atas dengan kualitas produk unggulan dan menjadi pemasok bahan baku untuk pabrik.

       Jika ide ini dapat terlaksana, Wonosobo akan memiliki produk-produk unggulan dan diharapkan mampu membantu menekan angka impor untuk produk-produk yang dihasilkan. Ketika kita memiliki sumber dan bahan baku yang cukup, maka akan membuka peluang yang lebih besar untuk mengelola hasil sumberdaya secara mandiri. Artinya, akan mampu membuka banyak lapangan pekerjaan dan pada akhirnya, ekonomi daerah akan meningkat.

          Bayangkan jika 20 tahun mendatang Wonosobo punya pabrik pengolah berbagai makanan dan produk-produk tersebut layak untuk diekspor.

Penulis: Rani Musayyadah

*Tulisan ini adalah bagian dari gerakan #MbangunSobo yang bertujuan untuk mengajak dan membangun kesadaran warga Wonosobo agar lebih peduli dengan apa yang sedang terjadi di kotanya. Kawan-kawan dapat turut serta dalam gerakan ini dengan mengirimkan tulisan opini mengenai Masa Depan Wonosobo ke email redaksi kami: wonosobomuda@gmail.com. Ayo #MbangunSobo bareng-bareng!

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0