WM Ngangsu Kawruh kali ini mengangkat tema manajemen waktu dan energi yang dibawakan oleh dr.Fahmi Kurniawan, yang sudah dilaksanakan pada pertengahan September di grup internal Whatsapp Wonosobo Muda.

Berbicara tentang Manajemen Waktu dan Energi, berapa banyak dari teman-teman yang suka membuat resolusi awal tahun?

Berapa banyak yang merasa waktu 24 jam dalam 1 hari ini tidak cukup?

Pernahkah teman-teman merasa tidak memiliki energi untuk menyelesaikan tugas, bosan, atau bahkan tak kuasa karena terlalu berat?

So let’s get started! (ala ala YouTuber)

Pertama, kita bahas Manajemen Waktu ya. Banyak orang bilang bahwa waktu itu sangat berharga, waktu tak bisa diulang, dan waktu adalah uang. Tapiii, jauh lebih banyak orang yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan menjauhkan dirinya dari tujuan hidupnya.

Dengan kemajuan teknologi dan revolusi industri 4.0, kita benar-benar mendapat manfaat dari ledakan informasi dan berbagai kemudahan dalam hidup. Bahkan, dari kita kesulitan mencari informasi, sekarang informasi yang datang bertubi-tubi ke kita.

Akan tetapi, waktu tetap berjalan, tak bisa diulang, dan kita tak bisa membelah diri seperi mitosis kamera iPhone terbaru. Dengan berbagai tuntutan hidup yang tak bisa ditawar, bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu secara efektif, efisien, dan produktif?

First of all, manajemen waktu pasti berkaitan dengan yang namanya PRIORITAS. Kita mesti banget bedain mana yang penting, mendesak, tidak penting, dan tidak mendesak seperti bagan di gambar ini (saya yakin kawan muda pasti banyak yang pernah lihat):

Image result for eisenhower decision matrix

Apa yang spesial dari tabel ini?

Kebanyakan dari kita ‘lalai’ untuk mempersiapkan hal-hal yang penting tapi tidak mendesak— kotak kanan atas (contoh: tugas kuliah yang deadline-nya masih akhir bulan, olahraga rutin untuk kesehatan jangka panjang, dan target personal seperti belajar bahasa asing), tetapi terlena dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak (contoh: scrolling instagram tanpa batasan waktu, dll).

Image result for eisenhower urgent important matrix

ENERGY MANAGEMENT

Kalau tadi time management itu adalah bagaimana kita membagi waktu kita dalam 24 jam dan lebih menekankan dimensi waktu, di Manajemen Energi, kita berusaha gimana kita memastikan bahwa di tiap-tiap slot waktu yang ada kita bisa ‘total’, impactful, dan meaningful karena kita berenergi.

Manajemen energi bisa dibilang topik yang cukup baru dan tidak se- hype manajemen waktu. Padahal energi penting banget. Why? Simply kayak hp, hp bisa atur jadwal kita, bisa atur reminder, tapi kalau batre abis, ga bawa powerbank, dan ga ada colokan, kita jadi gabisa melakukan apapun dg hp itu.

Kalau di Fisika, kita kenal yang namanya hukum kekekalan energi—energi tidak dapat diciptakan dan energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi bisa berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain.

Hari Kalymnios membagi sumber energi manusia bisa berasal dari 4 elemen, yakni angin (oksigen untuk bernapas, menjernihkan pikiran, membersihkan paru-paru), air (pastikan kita minum air yang berkualitas), makanan (yang sehat dan bergizi sebagai sumber energi utama), dan api (sinar matahari untuk vitamin D, membunuh kuman, dan meningkatkan kualitas tidur).

Karena Manajemen Waktu dan Energi itu saling berkaitan, sebenernya gimana sih supaya kita bisa mengelola dua hal itu dengan baik? Saya akan coba berbagi 5 tips, ya!

* siapkan popcorn + teh anget *

1. DEALING WITH PROCRASTINATION & SELF CONTROL

Buat yang hobi banget menunda pernikahan pekerjaan, fix harus baca ini

Salah satu dosen di MIT (Massachusetts Institute of Technology, The U.S.) mendapati bahwa setiap awal semester, banyak mahasiswanya yang berjanji akan mengerjakan tugas tepat waktu dengan kemampuan terbaik mereka. Tapi, alih-alih punctual alias tepat waktu, mereka malah lebih menunjukkan ‘kreativitas’ mereka dengan merangkai cerita dan alasan mengapa tugas mereka tidak selesai atau tidak sesuai yang diharapkan.

Salah satu alasan paling sering yang dikemukakan banyak mahasiswa adalah kejadian genting dalam keluarga—yang membuat dosen ini heran mengapa kejadian genting keluarga selalu terjadi di akhir semester.

Dosen ini akhirnya mencoba melakukan penelitian sederhana untuk membasmi sifat mahasiswanya yang suka menunda pekerjaan. Di kelas pertama, beliau membebaskan mahasiswanya untuk menentukan sendiri deadline 3 tugas yang diberikan, dan harus mengumpulkan deadline yang mereka pilih itu ke beliau minggu kedua. Tidak ada aturan bahwa siapa yang mengumpulkan lebih awal akan mendapat tambahan nilai. Tetapi, apabila mahasiswa terlambat dari deadline yang ditentukan, ia akan diberi pengurangan nilai 1% per hari keterlambatan.

Di kelas kedua, dengan tugas yang sama, tiap mahasiswa harus mengumpulkan semua tugas (3 tugas) di akhir semester secara bersamaan (1 semester berlangsung selama 12 minggu).

Sementara itu, di kelas ketiga, semua mahasiswa harus mengumpulkan tugas tiap 4 minggu, yakni tugas pertama di minggu ke-4, tugas kedua di minggu ke-8, dan tugas ketiga di minggu ke-12.

Apakah teman-teman bisa menebak kelas mana yang memiliki nilai terburuk?

Ternyata, kelas kedua memiliki nilai rata-rata paling anjlok dan nilai rata-rata paling baik didapatkan kelas ketiga. Why? Karena mereka procrastinate, mengerjakan mepet di akhir semua tugas yang seharusnya butuh waktu lebih lama untuk mengerjakannya (apalagi langsung 3 sekaligus).

Sebenarnya, ada juga beberapa mahasiswa yang memiliki nilai tinggi di kelas pertama, tetapi banyak yang tidak mampu untuk mengontrol diri terhadap deadline yang dibuat sendiri sehingga menarik nilai rata-rata kelas ke bawah.

Hal ini menjadi penemuan penting bahwa salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi procrastination/kecenderungan menunda pekerjaan adalah dengan spaced deadlines atau deadline bertahap. Hal yang tak kalah penting juga adalah komitmen terhadap deadline yang ada. Menunda pekerjaan dan tidak bisa mengontrol diri adalah alasan mengapa kita tak bisa melakukan hal yang sangat ingin kita lakukan.

Pasti ada yang pernah denger juga kan dengan istilah The Power of Kepepet. Tapi tak semudah itu.

Seringkali, kita tidak menyadari bahwa tugas yang dikerjakan butuh waktu lebih daripada power of kepepet yang kita miliki. Seringkal kita menggunakannya terlalu dekat dg deadline sehingga kualitas pekerjaan tidak maksimal.

Jadi, di kelas ketiga yang memiliki nilai tertinggi, power of kepepet nya lebih impactful karena mereka melakukannya 3x.

2. MENGELOLA KELELAHAN

Kelelahan tidak hanya menyebabkan kita kurang fokus dalam pekerjaan, tapi bisa mengganggu aktivitas lain jika dipaksakan. Adakah yang pernah ‘begadang yang tiada artinya’? Saat kita mencoba untuk tetap terjaga, mengerjakan tugas, tapi akhirnya tumbang dan terlelap?

Sebenarnya, cara termudah agar tidak lelah adalah dengan beristirahat. Tahukah temen-temen bahwa jantung sebenernya tidak bekerja 24 jam dalam sehari? Jawabannya adalah karena sebenarnya ada fase kontraksi dan relaksasi jantung, jika ditotal, ketika jantung berdegup dengan kecepatan 70x/menit, sebenarnya fase kontraksinya hanya 7 jam dari 24 jam dalam sehari, jadi total waktu jantung ‘beristirahat’ adalah 15 jam.

Saat Perang Dunia ke-II, Winston Churchill di usia 60 mendekati 70 tahun, bisa untuk bekerja 16 jam sehari. Ia bekerja dari tahun ke tahun memimpin perang untuk mempertahankan Kerajaan Britania Raya.

Bagaimana Winston Churchill melakukannya? Ia tidak mengobati kelelahan, tapi mencegah kelelahan. Ia bekerja dari pagi hingga jam 11: membaca, memerintah, menelepon, dan memegang konferensi penting. Setelah makan siang, ia tidur 1 jam dan lanjut bekerja. Sore hari, ia tidur lagi 2 jam sebelum makan malam jam 8. Setelah itu, ia kembali bekerja dalam waktu yang lama hingga tengah malam.

Metode Winston Churchill yang sering beristirahat ini bisa membuatnya fresh, fit, dan bisa bekerja dengan efektif.

Kelelahan juga bisa timbul jika otot kita terlalu tegang, terlalu sedenter, dan kurang relaksasi. Bagaimana mencegahnya? Pertama, kerjakan suatu hal dengan posisi senyaman mungkin. Kedua, sering-seringlah relaksasi. Di WHO dan Kementerian Kesehatan, sudah menjadi budaya untuk relaksasi/peregangan di sela-sela pekerjaan karena terbukti bisa mengurangi ketegangan otot dan me-refresh pikiran. Jadi, siapkah teman-teman relaksasi di tengah-tengah kuliah/pekerjaan?

3. IMPORTANCE OF SAYING NO

Terkadang (sering), kita pengeeen banget ngerjain banyak hal, semuanya mau dikerjain. Padahal, itu bertentangan dengan prinsip prioritas. Kenapa? Karena kalo kita jadi ‘yes man’ atau ‘yes woman’, kita cenderung mengiyakan apapun kesempatan di depan kita, apapun ajakan orang lain, dan apapun hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi kita.

Terlebih lagi, budaya jawa dan Indonesia yang sungkan dan ‘ga enakan’ menyebabkan kita susah menolak tawaran.

“If everything is a priority, then you have no priority—kalo semuanya penting, berarti sebenernya ga ada yang penting”

Sebagai contoh, kita pengen ngerjain tugas karena deadline 2 hari lagi, tapi temen kita ngajak nonton. Masih oke lah masih ada 1 hari, tapi di 1 hari itu temen yang lain ngajak badminton sampe capek, terus kita iyain. Alhasil malemnya kelelahan, ga sempet ngerjain tugas, dan berantakan semuanya.

Kita sebenarnya memiliki hak untuk berkata tidak, misalnya untuk hal-hal yang bisa diganti dengan hal lain, bisa didelegasikan, atau ada hal lain yang lebih penting. Dengan kita secara halus menolak ajakan orang lain karena alasan yang kuat, orang lain juga akan respect ke kita karena kita juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan.

4. EXTREME FOCUS AND INTENSITY

Zaman sekarang, kebanyakan orang (termasuk saya-sad) sangat susah untuk fokus ke apa yang sebenarnya penting untuknya.

Bagaimana cara melatih fokus? Kuncinya adalah satu hal: FOKUS DAN CURAHKAN SEGALA ENERGI ke SATU HAL.

Kebanyakan dari kita lebih banyak ‘excuses’ untuk fokus mengerjakan satu hal, dan hanya komit mengerjakan hal jika kita merasa cukup ‘termotivasi”.

Kebanyakan dari kita sibuk mencari inspirasi untuk menumbuhkan motivasi misal dengan nonton YouTube dulu, scrolling social media sebentar, tapi ujung-ujungnya tidak memulai pekerjaan samasekali.

Padahal, mindset yang seharusnya diterapkan adalah justru action alias mengerjakan justru akan menambah inspirasi dan motivasi untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan.

“Forcing myself to DO SOMETHING, even the most menial of tasks, quickly made the larger tasks seem much easier”-Mark Manson

Jadi, kuncinya adalah mulai ya temen-temen. Ada juga tips untuk mengerjakan tugas secara efektif adalah pertama dengan menonaktifkan seluruh notifikasi sosmed, buang hp, dan literally fokus dan ketegaan terhadap diri sendiri untuk menyelesaikan tugas dalam waktu yang ditentukan (misal: dalam 30 menit harus mengerjakan 2 halaman).

Selain itu, Anthony Moore, penulis tentang self-development pernah berkata bahwa “It’s not about how long it takes, it’s about how focus and intensive you are.”

Artinya, bukan seberapa lama kita mengerjakan suatu proyek–lama bisa berarti hanya jangka waktu, tetapi tidak diukur output dan tingkat keberhasilannya. Tetapi, seberapa kita FOKUS dan INTENS dalam mengerjakan tugas

5. LAKUKAN YANG TERBAIK YANG ADA DI DEPAN KITA, JANGAN NGGAMPANGKE

Saya percaya bahwa apa yang kita lakukan saat ini benar-benar akan membawa dampak untuk kita ke depan.

Saya percaya bahwa kita akan berterima kasih atas hal-hal baik yang sudah kita lakukan dan persiapkan di masa lampau.

Satu hal yang saya pelajari tentang dimensi waktu, tempat, dan keadaan adalah bahwa di posisi apapun kita, dimanapun kita berada, dalam situasi apapun, kita harus benar-benar mencurahkan energi kita, fokus kita, dan atensi kita. Be there in the moment

Saya sangat suka dengan keunikan waktu, karena selain tak bisa diulur (kecuali di Interstellar dan film lain berdasarkan teori relativitas), tapi most importantly , waktu itu unik karena tak bisa diulang, karena 1 detik yg lalu sudah menjadi sejarah, dan masa depan sangat bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan waktu sekarang.

Karena waktu sangat berharga, terima kasih banyaaak untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya mengikuti WM Ngangsu Kawruh ini!

Tanya Jawab

  1. Terimakasih mbak rizki.. dan terimakasih mas fahmi untuk materinya.. pas bgt aku lg bermasalah sama management energi.. Mumpung pembicaranya pak dokter mau konsultasi ya pak.. Akutu sering kali ngalamin kyak gini,, tiap minggu fit dan semangatnya cm senin dan selasa, rabu mulai loyo, kamis makin parah, jumat apalagi udh brasa lelah bgt.. nah td disinggung soal relaksasi, mencegah kelelahan, dll.. klo dr segi gizi dan nutrisi sendiri, ada saran g pak dokter, apa yg baik dikonsumsi, gmn timing konsumsinya, mungkin buat bantu membangkitkan energi yg makin loyo tiap harinya.. *soalnya akutu malez olahraga, udh lelah lewat jembatan aborsi dan office ke jln besar..

    Kalau dari segi gizi, sebenernya masing2 orang memiliki kebutuhan yg berbeda (dihitung berdasarkan berat badan, jenis kelamin, umur, dll) dan kalau ada masalah kelelahan harus ditinjau underlying mechanism-nya (apakah kurang darah, tensi rendah, atau ada penyakit lain?)

    Untuk nutrisi secara umum harus memenuhi gizi seimbang sesuai pedoman kemenkes. Yakni ada karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Lebih bagus lagi + susu. Kalau di Indonesia si paling gampang sumber energi karbohidrat dari nasi dan roti, protein dari daging, ikan, telur, dan lemak bisa dari jeroan, gorengan, dll.
    Aktivitas fisik juga berpengaruh ke kemampuan kardiorespirasi kita. Jadi kemampuan kardiorespirasi penting bgt supaya kita bugar (ga gampang capek) CARANYA GIMANA KAK? Jadii carilah aktivitas aerobik dg intensitas sedang, misal jogging/renang tapi gausah cepet2/jalan cepat

    RUMUS LATIHAN AEROBIK
    Cari aktivitas yang meningkatkan denyut nadi hingga 70-80% denyut maksimal
    Denyut maksimal itu didapatkan dari 220-umur
    Misal umur kita 20, jadi denyut nadi maksimal 220-20 = 200 kan
    Nah 70-80% nya adalah 140-160x / menit
    Jadiii kalo umur 20 cari aktivitas fisik yg kalo dilakukan bs meningkatkan denyut kita mjd 140-160x/menit
    Aktivitas itu dilakukan 3x seminggu @30 menit
    Jadi bukan angkat beban dan yg intensitas berat ya gaes, tp yg ringan2 aja, melibatkan sebagian besar otot tubuh kita, dan bs dilakukan dalam jangka panjang.

  2. Terkait gizi seimbang td, ngefek g misal porsi sarapan, komposisinya, (klo maksi kayaknya slalu bisa lengkap, makan mlm jg),, trus klo doping pke suplement2 gtu, mnurut pak dokter ada yg oke dan aman buat dikonsumsi terus menerus gak? Thank you loh ditambahin tips aktivitas tubuh.
    Sebenernya kl suplemen dan vitamin kan tambahan ya mba dan hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kalo emang butuh gapapa dikonsumsi dalam jangka panjang, kl ga butuh malah redundant alias kebanyakan buat tubuh. Nanti konsul aja japri suplemennya apa, krn banyak banget.
  3. Makasih Mas Fahmi, mau tanya gmn misalnya kita sudah susun kegiatan mingguan atau harian, tapi ga selalu bisa tercapai semuanya? Lalu komposisi aktifitas apa saja yg perlu diprioritaskan selama menyusun (olahraga, belajar, dll)?

    Makasih mas atas pertanyaannya. Pertama, evaluasi apakah sudah feasible/mampu laksana? Krn jika terlalu tinggi/ambisius malah seringnya kita memaafkan diri sendiri untuk melanggarnya.
    Kedua, cari tahu penyebab tidak tercapainya kegiatan tsb. Apakah kurang ‘usaha’?  Atau ada hal2 lain misal lingkungan kurang mendukung, tidak ada reminder, dsb.
    Aku mau cerita juga ttg kekuranganku yg menyebabkan banyak goalku tidak tercapai, kekuranganku adalah bukan sekedar suka menunda, tapi juga lelet.
    Ketika saya menyadari hal tsb, saya sadar bahwa antidotum/obat lelet adalah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk cekatan, jadi setiap ada tugas sekecil apapun langsung dikerjakan, karena hal2 itu akan datang terus menerus.
    Selain itu, cara lain supaya kita bisa conquer tugas2 di depan adalah dengan ‘menginstal software’
    Instalasi software ini butuh waktu cukup lama spy kita tahu ‘feel’nya dan ‘kunci2 penting’ dalam mengerjakan tugas kita. Pasti ada cara supaya bisa efisien.
    Kalo kita mengerjakannya terus menerus tiap hari dg effort yg conscious (sadar penuh),lama kelamaan akan menjadi mudah
    Bisa juga dg build good habit karena ketika kita udah punya kebiasaan baik, kita bisa mengerjakan apa yg di depan kita dengan lebih sedikit energi (otomatis). Misal udah terbiasa sholat 5 waktu selalu berjamaah (untuk yg muslim), baca quran 1 halaman per hari, baca 1 bab buku per hari, dll kalo itu dilakukan terus kita jadi merasa butuh untuk melakukannya.
    Sama terakhir, kalo misal tugasnya terlalu besar, coba pecah ke bagian2 kecil, kalo bagian kecil ini masih terasa berat, pecah lagi menjadi bagian yg jauh lebih kecil lagi.
    Contohnya saya edit video 30 menit itu berat bgt dg kapasitas laptop seadanya.
    Akhirnya saya bagi ke @10 menit masih berat juga, alhasil ketika dibagi @5menit (jadi 6 bagian) terasa lebih mudah.
    Kalau untuk komposisi aktivitas sebenernya tergantung kebutuhan masing2, misal ibadah, mengerjakan pekerjaan wajib/tugas kuliah, dll. Yg penting juga makan, olahraga, tidur juga. Terusss poin penting adalah isi ‘free time’ kita dengan learning and creating dan hal2 produktif daripada entertainment and distraction kalo kita bener2 pengen meningkatkan kemampuan kita/memanfaatkan waktu dg baik. Tp bukan berarti gapernah nonton film jg/ santai juga itu perlu juga supaya ga stres. Tp alangkah baiknya kl kegiatan2 yg wasting time digunakan ke hal2 yg lebih bemanfaat.

  4. Mas, tadi kan disinggung soal pentingnya istirahat ya, biar ngga kelelahan. Nah aku itu orangnya susah buat tidur, dan susah buat bangun juga wkwk tapi setelah bangun pun, badan kaya ga segar, malah lemes dan linglung. Katanya si tidurnya tidak berkualitas. Imbasnya ke aku yang kadang susah konsen, terutama kalo lagi di kelas. Nah gimana si cara biar bisa tidur berkualitas dan istirahatnya bagus? sehingga bisa lebih konsen dan manajemen energinya lebih oke. Karena kalo liat contohnya Churchill tadi, pingin banget kaya gitu

    Aku jg baru baca tentang “Siklus Sirkadian dan Clock Protein”
    Ternyataa, di tubuh kita ada yg namanya clock protein yg dia jd faktor utama jam bangun kita, Si clock protein ini jumlahnya di sitoplasma (luar inti sel) akan banyak di siang hari, makin lama dia masuk ke inti sel dan nyuruh tubuh kita buat ga produksi llagi. Kalo dia di sitoplasma banyak artinya kita lagi bangun, kl sebaliknya kt lg tidur. Clock protein ini sbnrnya sikusnya 25 jam, tapi kebanyakan sikusnya jadi 24 jam karena pengaruh lingkungan. Ketika misal kamu bangun, boleh jadi clock proteinnya emang nyuruh bangun, tapi Hendra dalam fase ‘kelelahan’ krn insomnia.
    Faktor penting supaya kita bisa set clock protein ini adalah dg mengatur waktu tidur kita sesuai waktu pada umumnya (yaitu malam hari untuk tidur dan siang hari untuk terjaga).
    Paling mudah adalah dg matiin lampu waktu tidur krn dia bisa membantu mengatur siklus kita. Trs buat yg insomnia, saranku aktivitas yg bamyak aja di sore harinya jd ngerasa ‘capek’ supaya ngantuk. Terus kl emg insomnia sebaiknya jangan dipaksakan tidur, lebih baik ngelakuin aktivitas dulu misal ngerjain tugas dll Dan berusaha spy besok2 jam tidurnya bs teratur. Tidur siang juga recommended bgt. Jd gausah malu karena itu emg kebutuhan supaya lebih fresh nantinya (tp jangan kebablasan, bentar aja).

  5. Oh iyaa mas, disini juga disinggung soal sinar matahari yang mempengaruhi kualitas tidur, itu gimana caranya? ada hubungannya sama yang sitoplasma itukah?
    Yes dugaanku sih gitu, krn siklus sirkadian dan clock protein ini paling sensitif sama cahaya dan siklus gelap terang. Bisa jadi krn kt terpapar cahaya matahari langsung, yg itu kan terang banget, tubuh kita merespon ‘oh ini berarti siang hari, harus terjaga nih’.
    Nah scr ga langsung kl sinar matahari udah ga ada, tubuh kita mulai ngantuk dan terlelap. Sinar matahari ini yg pagi ya gaes yg bagus (biar ga teralu terik) terus 15 menit terpapar aja udah cukup.
  6. Gini dok, gmn caranya biar bs konsisten dgb rencana yg telah dibuat yg terkadang kembang kempis semangatnya dan gmpang ngerasa bosen gitu..
    Halo mas! Terima kasih pertanyaannya. Pertanyaan bagus banget. Karena konsistensi dan komitmen itu susahnya bukan main. Pertama, harus banget ada motivasi dari dalam dan ‘purpose’, buat apa si ngerjain yg ada di depan kita?
    Kebetulan aku akhir2 ini wawancara perjuangan anak masuk FK dan masyaAllah bgt motivasi mereka. Bisa diliat di youtube.com/user/fahmhi. Mungkin kita kurang konsisten karena kita merasa ‘wah ini bagus nih buat aku kerjain’ tapi kita merasa itu bukan kewajiban mendesak. Nah tugas kita mnrt saya adalah bikin mindset supaya hal itu tu penting banget, kita tumbuhin optimisme dan keinginan kuat untuk mencapainya. Emang sih berat di awal-awal, tp percaya kalo dilakukan setiap hari pasti akan lebih mudah. Dan actually, sebenernya konsistensi itu sendiri adalah obat dari segala macam self improvement. Kayak ketika kita ingin mencapai level tertentu, kita harus terus mengetuk pintu. Ibarat air yg netes di batu, meski sedikit sedikit tp kalo dilakukan terus menerus dg jntens dan dalam jangka panjang, batu itu bisa berlubang juga.

    Sama mungkin mesti rajin2 self tracking juga dan self awareness dimana posisi kita sekarang, posisi apa yg mau kita capai, dan langkah2 kecil apa yg bs kt lakukan supaya konsisten. Lakukan dari hal kecil krn sekecil apapun (even cuma beres2 meja misalnya) itu akan ngasih energi yg besar untuk kita melakukan hal2 lain

RANGKUMAN

  1. Kebanyakan dari kita ‘lalai’ untuk mempersiapkan hal-hal yang penting tapi tidak mendesak, dan terlena dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Maka aturlah waktu dan susun prioritas dengan baik.
  2. Manajemen Energi adalah bagaimana kita memastikan bahwa di tiap-tiap slot waktu yang ada kita bisa ‘total’, impactful, dan meaningful karena kita berenergi.
  3. 5 tips membagi waktu dan energi
  • Dealing With Procrastination & Self Control
  • Mengelola Kelelahan
  • Importance Of Saying No
  • Extreme Focus And Intensity
  • Lakukan Yang Terbaik Yang Ada Di Depan Kita, Jangan Nggampangke
  1. Apa yang kita lakukan saat ini benar-benar akan membawa dampak untuk kita ke depan.
  2. Di posisi apapun kita, dimanapun kita berada, dalam situasi apapun, kita harus benar-benar mencurahkan energi kita, fokus kita, dan atensi kita. Be there in the moment
  3. waktu itu unik karena tak bisa diulang, karena 1 detik yg lalu sudah menjadi sejarah, dan masa depan sangat bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan waktu sekarang.

Penutup dari saya, buat temen2 yg ingin termotivasi dan berenergi, saya sarankan untuk baca artikel2 Anthony Moore di medium. Kamu bisa search dan subscribe. Dia biasanya kirim artikel ke email kita seminggu 2 artikel ttg self improvement, self development, motivasi, dan konsistensi. Saya pribadi suka bgt sama setiap tulisanya krn sangat membakar semangat. Sekali lagi terima kasih teman2 WM, buat yg mungkin blm berkesempatan tanya atau ingin diskusi lebih jauh, boleh hubungi saya ya!

REFERENSI

  1. Mind Tools. Eishenhower’s Urgent/Important Principle – Time Management Skills
  2. Ricky Setiawan. Energy Management
  3. Unlock Your Inner SuperhumanHari Kalymnios.
  4. Dan Ariely. Predictably Irrational – The Hidden Forces That Shape Our Decisions
  5. Mark Manson. The Subtle Art of Not Giving a Fck
  6. Sherwood L. Human Physiology

 

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0