Hai Sobat WM, kembali lagi bersama Cerita Kuliahku. Kali ini kita akan membahas tentang salah satu jurusan di rumpun ilmu sosial yang paling ketat persaingannya nih, yaitu Ilmu Hubungan Internasional. Narasumber kali ini Kak Agung Setio Nugroho atau akrab disapa Agas. Ia merupakan lulusan sarjana dari Program Studi/Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Sekarang Agas adalah seorang freelancer yang mencoba banyak bidang baru seperti seni, kepariwisataan, literasi, public relations dan lain-lain. Ia sempat dinobatkan sebagai Duta Intelegensia dalam Pemilihan Duta Wisata Mas dan Mbak Kabupaten Wonosobo 2018 lho. Yuk segera kita simak saja wawancaranya.

Hai kak Agas, boleh dong diceritakan bagaimana awal mula memilih jurusan Hubungan Internasional dan mengapa di kampus tersebut?

Sebenarnya Hubungan Internasional adalah pilihan incidental. Berhubung saya tidak lolos SNMPTN, saya mencoba ikut ujian SBMPTN. Pilihan kampus sudah pasti satu di Jawa Tengah dan satu luar Jateng. Kebetulan Kampus pertama yang saya ambil adalah UNS baru kampus luar Jateng. Saya memilih UNS karena menghindari UNDIP dan UNSOED karena saya tahu banyak orang Wonosobo yang mendaftar ke kampus tersebut. Lalu saat pemilihan jurusan, saya sebenarnya mengincar Sastra Inggris. Namun, kebetulan yang muncul dalam form pendaftaran yang harus diisi, jurusan Hubungan Internasioal muncul dulu baru Sastra Inggris karena diurutkan secara alfabetis. Jadilah pilihan pertama saya Hubungan Internasional, lalu kedua Sastra Inggris. Dan ternyata saya diterima di pilihan pertama.

Jadi ini semacam beautiful mess. Tidak ada kesedihan ataupun penyesalan. Saya yakin apa yang sudah digariskan untuk saya adalah yang rencana terbaik dan saya harus menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Hehehe. Sebenarnya kalau ditilik kembali, saya juga suka belajar negara-negara dan hubungannya. Saya juga bisa belajar bahasa inggris di sini. I got even more than I asked for.

Boleh dijelaskan apa saja sih yang dipelajari dan bagaimana proses belajar di kampus?

Ada banyak hal yang dipelajari dalam Hubungan Internasional. Setiap universitas bisa jadi memiliki daftar mata kuliah yang berbeda. Kalau di UNS sendiri saya belajar tentang teori-teori dasar untuk bekal analisis, politik, ekonomi, sosiologi, hukum, agama, kewarganegaraan, filsafat, regional dan kawasan, kerja sama internasional, organisasi internasional, budaya, negosiasi dan lobi, diplomasi, gender, table manner, membuat karya tulis dan banyak lagi. Sayang sekali bahasa asing yang masuk mata kuliah saya hanya Bahasa Inggris.

Proses belajar pada umumnya sama saja dengan perkuliahan yang lain. Masuk kelas, kadang belajar satu arah, dua arah, presentasi, ujian, belajar di luar kelas, studi banding. Hampir sama sih, perbedaannya mungkin di praktik dan simulasi. Kadang mahasiswa Hubungan Internasional diberikan materi untuk berlatih berbicara di depan umum, etika di meja makan, memimpin rapat, menjadi perwakilan negara saat simulasi sidang internasional, berdebat, bernegosisasi secara politis dan lain-lain.

Apa asyiknya belajar Ilmu Hubungan Internasional?

Asyiknya belajar Ilmu Hubungan Internasional adalah, kita jadi lebih tahu tentang intrik dan konspirasi yang terjadi di dunia. Melihat sejarah dunia dari sudut pandang yang berbeda. Bisa memperkirakan tren perkembangan hubungan internasional. Menganalisis kejadian dari berbagai macam teori dengan hasil yang bisa sama sekali berbeda. Selain itu belajar HI bisa memperluas perspektif kita dalam melihat dunia. Uniknya belajar HI adalah selalu ada hal baru yang kita pelajari seiring dinamisnya manusia dan hubungannya. Dari sains hingga sosial masuk dalam ranah HI.

Tantangan atau kesulitannya apa? Bagaimana mengatasi kesulitan/ tantangan ini?

Ada beberapa hal yang masuk dalam tantangan dan kesulitan dalam belajar HI.

Secara personal, saya bukan orang yang suka hafalan. Jadi mata kuliah yang sulit menurut saya adalah hal-hal teoritis. Cara saya untuk mengatasinya adalah mencari sendiri formula belajar yang tepat untuk saya. Saya lebih cenderung belajar secara audio visual, jadi saya akan mencari video penjelasan mengenai teori tersebut dan membuat rumusan saya sendiri yang lebih mudah saya pahami.

Selain itu, bagi mahasiswa yang masuk kriteria kura-kura (kuliah-rapat) sebaiknya bisa lebih aware dengan time management karena meskipun kadang tugas di HI tidak sesulit dan senjelimet mahasiswa eksakta, tugas yang diberikan bisa jadi bertumpuk-tumpuk dan harus melalui proses analisis yang panjang. Ini bisa jadi masalah bila mahasiswa tipe ini kurang bisa menyeimbangkan kehidupan berorganisasi dan akademiknya. Solusinya adalah selalu ingat, apa tujuan kita kuliah. Jangan sampai menjadi mahasiswa abadi hanya karena lupa tujuan awal kita sebagai penuntut ilmu. Ingat, ada orang-orang dalam hidup kita yang akan dengan sangat bangga merayakan kelulusan kita. (saya sendiri bukan mahasiswa kura-kura, tapi masalah time management adalah hal yang penting untuk dipelajari)

Apa skill atau pengetahuan yang dibutuhkan untuk menekuni Ilmu Hubungan Internasional?

Pengetahuan umum (yang pasti semua orang punya). Kalau ada yang bilang ‘harus bisa bahasa inggris’ itu sama sekali tidak benar. Kita di sini untuk belajar, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dari yang tidak bisa menjadi bisa. Menurut saya yang harus dimiliki oleh seorang anak HI dan mungkin mahasiswa jurusan lain adalah kemauan untuk membuka diri pada ilmu baru, belajar dan rasa ingin tahu. Persistence dan Endurance. Jadikan ini sebagai bidang yang kalian gemari. Karena sudah terlanjur tercebur, paksa diri kalian untuk menyukainya. Bisa karena biasa dan terpaksa. Tidak ada ilmu yang sia-sia kok. Banyak hal yang bisa kalian dapat kalau kalian mau melihat sesuatu dari sisi positif. Pandai-pandailah menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Mengapa kita perlu mempelajari jurusan tersebut? Apa manfaatnya bagi kehidupan atau Indonesia pada umumnya?

Mengapa belajar HI itu penting? Karena di zaman sekarang kehidupan kita tidak lepas dari hubungan internasional. Gawai yang sedang kamu gunakan sekarang, tontonan kita, ilmu dan perkembangan teknologi yang kita rasakan tidak akan bisa terdistribusi dengan baik ke seluruh dunia tanpa adanya hubungan internasional. HI itu luas. Bukan semata-mata politik tingkat tinggi. HI itu seperti sapaan “Hi!”, ia membuka peluang untuk mengenal dan belajar lebih banyak demi kemaslahatan umat dan masa depan yang lebih baik. (Cieelah! Sa ae lu tong!) Yang masih menganggap belajar HI tidak ada manfaatnya boleh berdebat sama saya, hehe.

 Apa saja sih peluang karier untuk jurusan Hubungan Internasional?

Banyak! Seorang lulusan HI yang kredibel adalah calon pekerja yang fleksibel. Ia bisa masuk ke pemerintahan sebagai ujung tombak diplomasi dan negosiasi. Di perkantoran dengan bekal pengetahuan yang ia miliki. Di perusahaan, sebagai negosiator dan pelaku public relations. Menjadi akademisi, politisi, pekerja lapangan, wirausahawan, pengusaha ekspor-impor, lawyer, pekerja seni, komedian, bahkan seorang freelancer seperti saya. Masalah pekerjaan dan kesempatan itu bukan kita yang kejar tapi kita yang harus ciptakan. Sebanyak apapun kesempatan kalau kita tidak memiliki minat untuk mencobanya, kita tidak akan mendapatkannya.

Satu lagi. Kuliah di jurusan HI tidak menjamin kamu keliling dunia, tapi pasti akan membukakan kamu pintu pada kesempatan untuk setidaknya mencicipi negeri orang.

 Bagaimana cara untuk masuk kampus atau jurusan tersebut? (Boleh dijelaskan dulu proses masuknya bagaimana dan apa saja yang perlu dipersiapkan adik-adik untuk masuk kampus atau jurusan tersebut?)

Saya kurang tahu bagaimana dengan sistem masuk perguruan tinggi saat ini. Yang bisa saya sarankan dan rekomendasikan adalah kalian harus berusaha dan berdoa. Usaha itu bukan hanya lulus ujian atau bagus di nilai-nilai tertentu. Usaha itu lebih jauh daripada hanya sekedar 5 semester penentu dalam rapor. Usaha adalah perjalanan kalian seumur hidup, apa saja yang sudah kalian siapkan untuk masuk ke tahap kehidupan berikutnya. Banyak kisah orang pintar yang gagal masuk PT karena satu-dua hal yang di luar perkiraannya. Tapi kadang mereka tidak sadar bahwa faktor penentu kelulusan itu terletak pada kesiapan mereka sendiri dan banyak hal lain dibelakangnya. Jadi kalian harus selalu memberikan “A” game di setiap langkah kalian. Jangan lupa juga berdoa agar kalian selalu diberikan kelancaran dalam menjalani hidup. Tidak ada yang namanya keberuntungan. Yang ada adalah kesempatan yang bertemu dengan kesiapan.

Sedikit cerita, dulu saya gagal di SNMPTN, entah karena universitas yang saya pilih terlalu bonafide, atau nilai saya yang terlalu standar (sepertinya keduanya). Tapi saya tidak menyerah karena masih ada jalur lain yaitu SBMPTN. Saya benar-benar pindah jalur. Saya yang berasal dari jurusan IPA bukannya mengambil IPA atau IPC, saya ambil IPS. Saya belajar lagi dari awal selama 3 hari menjelang tes. Yang perlu digarisbawahi adalah sebenarnya saya tidak hanya belajar selama 3 hari menjelang tes, tapi jauh sebelum itu, saya juga pernah belajar IPS sebelum penjurusan di SMA, bahkan saat SD dan SMP. Moral valuenya adalah, jangan pernah percaya teman yang sebelum ulangan berujar, “semalam aku tidak belajar” karena sesungguhnya persiapannya untuk menghadapi ulangan lebih jauh daripada itu.

 Apakah selama studi mendapatkan beasiswa? Bisa diceritakan beasiswa apa itu?

Banyak yang belum tahu kalau saya adalah penerima beasiswa Bidik Misi. Beasiswa Bidik Misi adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan (sekarang Kemenristekdikti) untuk pelajar SMA-sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkatan yang lebih tinggi namun kurang mampu secara finansial. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah dan biaya hidup bulanan selama masa kuliah normal. Lumayan kan?

Apa saja syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut? 

Syaratnya adalah mendaftar dan memenuhi daftar persyaratan yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan. Ada banyak persyaratannya dan bisa dilihat langsung di laman resmi Bidik Misi. (Hayo kawan-kawan jangan malas untuk mencari informasi lebih jauh ya hehehe). Kalian harus jujur dengan keadaan kalian, jangan dikurang-kurangi atau dilebih-lebihkan. Setelah itu akan ada tim verifikator yang akan berkunjung ke rumah kalian untuk memastikan apakah kalian layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan persyaratannya lengkap dan terpenuhi. Selama melengkapi persyaratan, kalian akan diuji ketelitiannya, kesabarannya, ketekunannya dan lain-lain. Dan itu semua akan terbayar saat kalian menerima beasiswa tersebut.

Boleh diceritakan pengalaman apa saja yang didapat saat menjadi mahasiswa Hubungan Internasional dan pelajaran apa yang didapat dari pengalaman tersebut?

Selama kuliah, saya hanya ikut dua organisasi, yang pertama Himpunan Mahasiswa HI (HIMATERS). Dari organisasi ini saya belajar tentang berorganisasi di tingkat dasar karena sebelumnya saya termasuk orang yang apatis terhadap lembaga keorganisasian. Di sini juga menjadi ajang mengenal antar angkatan. Hal ini membantu saya yang sejatinya kurang bergaul menjadi lebih banyak koneksi.

Lalu yang kedua Lembaga Kegiatan Islam FISIP (LKI). Niat saya ikut organisasi ini adalah agar saya bisa menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi (aduduh, berat!). Saya sadar bahwa pengetahuan saya terhadap ilmu keagamaan masih sangat rendah maka dari itu saya juga mencari makanan untuk keimanan saya. Dan saya senang karena LKI FISIP ini tidak se-strict lembaga kajian islam yang lain. Organisasi ini lebih fleksibel dan kekinian. Banyak orang hebat juga yang saya temui di sini.

Lalu bicara masalah pengalaman lain, saya pernah menjadi salah satu delegasi UNS untuk Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII) di Universitas Indonesia. Saat itu saya masih anak bawang, semester I, berawal dari iseng-iseng mendaftar dan ikut seleksi, berbuah mengunjungi UI untuk pertama kalinya. Di situ saya benar-benar belajar politik secara nyata. Saya juga bertemu mahasiswa HI dari berbagai penjuru Indonesia dengan berbagai latar belakang. Saya mendapat banyak sekali ilmu dari situ. Pengalaman ini kemudian berlanjut saat UNS akhirnya didapuk menjadi tuan rumah PNMHII dua tahun kemudian. Setelah setahun vakum dari per PNMHII-an, saya harus kembali berkecimpung menjadi panitia penyelenggara. Di sini saya benar-benar diuji dan diajari bagaimana mempersiapkan sebuah pertemuan tahunan tingkat nasional sebagai wakil divisi acara. Roller-coaster!

Sebelum itu saya sempat juga ikut program pertukaran pelajar lewat AIESEC pada saat libur semester 2. Saat itu saya berkesempatan untuk menjadi International Facilitator untuk Summer Camp di Ho Chi Minh City, Vietnam. Di sana, saya bekerjasama dengan orang-orang dari berbagai negara untuk menyiapkan, memfasilitasi hingga meng-assess program tersebut. Kami bertukar budaya dengan pelajar lokal, belajar banyak hal baru dan secara personal saya juga dipaksa belajar bahasa inggris. Selain merasakan Ramadan dan lebaran di negeri orang, saya juga sempat main sehari ke negara terdekat, yaitu Kamboja, untuk memperpanjang visa on arrival yang habis setelah 30 hari. Pengalaman yang tidak terlupakan!

Saya juga sempat beberapa kali ikut Model of United Nations (MUN) atau simulasi sidang PBB, program yang banyak diikuti anak Hubungan Internasional. Biasanya dalam acara ini kita akan memerankan perwakilan dari sebuah negara di suatu forum internasional. Pelajaran yang bisa saya ambil adalah bagaimana kita mempersiapkan materi untuk isu, berdebat, berbicara di depan umum secara intelek dan politis membawa nama negara di belakang kita, hingga belajar berjejaring. Full package!

Selain yang sudah saya sebutkan tadi, saya juga sempat magang di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kuliah Kerja Nyata di Ponorogo, dan menjadi Liaison Officer untuk Madagaskar di acara UNS Cultural Night. Inti dari cerita saya adalah sejak lahir kita dibekali sebuah diari kosong. Kitalah yang diberi wewenang untuk mengisinya dengan cerita hidup kita. Menarik atau tidaknya, kita lah yang menentukan.

Adakah saran untuk adik-adik yang ingin belajar dan melanjutkan studi di jurusan dan kampus seperti Kak Agas?

Yang perlu diperhatikan, UNS itu tidak mau dijadikan pilihan nomor 2. Hehehe.

Perbanyak pengetahuan dan pelajari isu-isu terkini. Nikmati proses dan perjalanan selama kuliah dan jadilah pelajar yang bertanggungjawab atas pilihan kita sendiri. Apapun jurusan kalian, berusahalah menjadi ahli di bidang yang kalian tekuni. Ketika kita menjalani semuanya dengan sebaik-baiknya dan ikhlas, kesuksesan yang akan menghampiri kita. InsyaAllah.

Oh iya, jangan terlalu nyaman di kampus sampai-sampai lupa lulus. Hehehe

 

Jika ada adik-adik yang ingin bertanya, bersediakah Kakak untuk dihubungi langsung? Kalau iya, silakan isi preferensi channel kontak yang bisa dihubungi. 

 

Facebook : Agung Setio Nugroho

Instagram : @agasnugroho

Email : nugroho.asetio@gmail.com

 

Terima kasih sudah berbagi cerita kak Agas!

Your story may create history for the next generation.

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0