Nostalgia: Lomba-lomba Agustusan yang Tak Terlupakan
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka!!!!!

Umbul-umbul merah putih mulai digelar di sepanjang ruas jalan, pun lampu hias, yang sebentar lagi akan mewarnai seantero kampung. Semarak warna itu akan terlihar mulai dari pos ronda, kantor posyandu,gang-gang antar rumah, menempel di atap-atap beranda, dan yang tidak kalah penting adalah lapangan bermain yang sebentar lagi akan disulap menjadi ajang perlombaan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70. Bagi saya yang sudah tidak lagi berusia belasan, semarak ini membawa nostalgia akan perlombaan yang saya ikuti saat saya masih anak-anak dulu ketika memperingkati hari lahir negara kita tercinta. Teman-teman generasi 90-an, pasti juga pernah merasakannya. Apa sajakah itu?
- Makan Kerupuk
Entah apa yang mendasari pilihan kerupuk pada perlombaan kecepatan makan ini. Mungkin karena harganya yang terjangkau, kemudahannya digantung, dan sifatnya yang tidak mudah terjatuh ketika digigit. Yang jelas, lomba ini menjadi semacam lagu wajib yang selalu ada tiap tahunnya. Peraturan mainnya sederhana, peserta diwajibkan untuk berjajar di garis start dengan tangan yang diikat di belakang punggung agar tidak bisa memegang kerupuk. Ketika pluit dibunyikan, peserta harus berlari menuju jajaran kerupuk yang sudah digantung (umumnya engan tali rafia) untuk kemudian beradu cepat menghabiskan kerupuk tersebut tanpa tercecer ke tanah. Siapa yang tercepat memakannya sampai habis, dialah juaranya
- Gigit Sendok
Gigit sendok adalah permainan dimana kita harus menjaga keseimbangan kelereng yang diletakkan di atas sendok. Yang menjadikan permainan ini menarik adalah karena sendok tersebut tidak dibawa dengan tangan, melainkan harus digigit dengan mulut sehingga jarak 20-30 meter antara garis start dan finish menjadi sebuah tantangan yang cukup berat. Pada perlombaan ini, yang tercepat sampai tanpa menjatuhkan kelerengnya, dialah yang menang.
- Balap Karung
Satu lagi perlombaan yang membutuhkan kecepatan dalam berlari, namun memerlukan keahlian khusus dalam hal keseimbangan. Ialah balap karung. Jika pada lomba gigit sendok yang harus dijaga adalah keseimbangan kelereng di atas sendok, maka pada lomba balap karung adalah keseimbangan peserta lomba saat berlari di dalam karung-karung goni menuju garis finish. Seringkali, teknik yang digunakan peserta adalah dengan melompat-lompat. Dengan cara ini peserta bisa bergerak lebih cepat dan lebih mudah dalam menjaga keseimbangannya
- Gigit Koin
Jika anda tidak segan-segan untuk pulang ke rumah dengan kondisi belepotan, tentu anda pernah mencoba perlombaan ini. Gigit koin adalah permainan dimana peserta diharuskan mengambil koin yang ditancapkan pada buah (biasanya semangka), dimana koin dan semangka itu biasanya juga dilumuri dengan mentega, saus serta kecap, sehingga peserta akan berlumur kecap dan saus. Pada perlombaan ini, peserta yang dpat mengambil koin terbanyaklah yang menang.
- Pecah Air
jika pada lomba gigit koin anda harus bersiap-siap untuk belepotan saus dan kecap, pada perlombaan pecah air anda (tentunya) harus siap untuk basah-basahan. Lomba ini mengaruskan peserta berjalan dari garis start dengan membawa alat pemukul serta mata yang ditutup dengan kain. Peserta harus bisa menemukan balon berisi air yang perlu dipecahkan dengan alat pemukul. Lomba ini terlihat sangat lucu karena peserta seringkali kesulitan berjalan lurus menuju balon yang harus dipecahkan. Siapa yang tercepat menemukan dan memecahkan balon, dialah yang memenangkan perlombaan ini.
- Bakiak Beregu
Jika lima perlombaan di atas merupakan perlombaan yang bersifat individu, maka perlombaan ini bersifat beregu. Pada perlombaan ini, satu kelompok peserta bisa terdiri dari dua, tiga bahkan lima orang, tergantung bakiak yang digunakan. Dengan menggunakan bakiak, tiap kelompok peserta harus dapat menyesuaikan langkahnya sehingga dapat berjalan dengan cepat menuju garis finish. lomba ini membutuhkan kekompakan, karena jika tidak, bakiak tidak akan berjalan dengan lancar dan bisa berakhir dengan kelompok tersebut terjatuh. Kelompok yang tercepat mencapai garis finish, dialah yang menjadi jawaranya. Lomba ini juga seringnya sangat meriah karena masing-masing kelompok meneriakkan aba-abanya masing-masing untuk menyamakan langkah.
- Tarik Tambang
Selain bakiak beregu, tarik tambang juga merupakan perlombaan beregu. pada perlombaan ini, dua kelompok tim akan berusaha saling menarik tambang, dan kelompok yang tertarik melewati garis yang ditentukan akan menjadi kelompok yang kalah. Pada perlombaan ini, adu kekuatan sangat dibutuhkan.
- Panjat Pinang
Lomba terakhir yang akan diulas disini adalah panjat pinang. Perlombaan ini sangat digemari dimana-mana, apalagi peserta dan penonton dapat melihat hadiah yang ditawarkan dengan digantungkan di atas pinang yang biasanya ditancapkan di tengah-tengah tanah lapang. Hadiahnya sangat beraneka ragam, mulai dari peralatan rumah tangga, sepeda, barang elektronik, dan lainnya. Lomba ini selain memerlukan kerjasama tim, juga memerlukan strategi dalam membagi siapa yang harus berada di jajaran paling bawah, dan siapa yang dengan gesit dapat naik hingga ke atas pinang untuk dapat mengambil hadiah.
Itulah sekilas nostalgia saya mengenai lomba-lomba dalam perlombaan 17 Agustus. Selamat merayakan bulan yang penuh sejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia
