TEMA: Peningkatan Kualitas Layanan Publik Berbasis Kabupaten Pintar (Smart Regency) Untuk Pemantapan Perekonomian Kabupaten Wonosobo

Tempat pelaksanaan Pendopo Bupati Wonosobo
Waktu pelaksanaan Selasa, 26 Maret 2019 (9.30-13.00)
Pemandu Ketua Program Wonosobo Ramah HAM
Pembicara Bupati, BAPPEDA, Dinas-dinas terkait

JALANNYA MUSRENBANG

Registrasi peserta dimulai pukul 08.00-09.00. Namun hingga waktu yang ditetapkan masih banyak kursi kosong.

Musrenbang dimulai agak molor dari jadwal yang seharusnya pukul 09.00 menjadi pukul 09.30. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Penyelenggara, Doa, kemudian sambutan-sambutan dan pembukaan.

Tidak banyak hal baru yang dibicarakan dalam Musrenbang RKPD 2020 kali ini. Sebagian besar waktu ataupun jalannya rapat hanya diisi paparan dan laporan dari masing-masing dinas, terutama pencapaian pada tahun 2018 dan program kerja 2019 menuju goal “Smart Regency 2020” yang mana sudah dilampirkan dalam file PDF yang telah dibagikan.

Informasi dan materi Musrenbang RKPD 2020 dapat diunduh di:
http://bit.ly/musrenbangwsb

Poin-poin penting yang banyak digarisbawahi dalam Musrenbang RKPD 2020 ini adalah:

  1. Kemiskinan
  2. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi
  3. Hak Asasi Manusia
  4. Branding
  5. Birokrasi dan Pelayanan publik

Setelah pemaparan laporan, Musrenbang dilanjutkan dengan diskusi panel.

Sesi pertama diskusi panel diisi dengan laporan dari dua kecamatan yaitu Leksono dan Kertek. Diskusi dilakukan melalui interaksi video daring. Secara garis besar, kedua kecamatan menggarisbawahi masalah kemiskinan, sosial, kesehatan dan pariwisata. Diskusi tersebut langsung dijawab oleh Bupati dan dinas terkait.

Masuk pada sesi kedua diskusi panel. Panel memberikan kesempatan pada beberapa perwakilan masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya dihadapan forum. Ada 4 perwakilan komunitas yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan yaitu:

  1. Difabel (diwakili oleh Pertuni)
    • Mengapresiasi pembangunan trotoar ramah difabel.
    • Meminta pembangunan instalasi ramah HAM di hampir semua sektor pelayanan publik
    • Meminta diperbanyaknya lembaga pendidikan (SLB) kalau bisa berasrama
    • Bantuan permodalan untuk kaum difabel
    • Memasukkan difabel dalam penerima bantuan PKH dan KIP
    • Kesetaraan bantuan untuk seluruh penyandang disabilitas
  2. Anak (diwakili oleh FORKOS)
    • Menyoroti sulitnya akses transportasi di daerah
    • Meminta moda transportasi ramah anak
  3. Perempuan (diwakili oleh perwakilan Migrant Care)
    • Menyoroti banyak hal termasuk masalah lansia, migrant dan perempuan
    • Meminta perbaikan jalan yang terlalu licin untuk lansia
    • Bantuan penyuluhan untuk pemberdayaan perempuan
    • Memohon diperlancarnya birokrasi dan bantuan permodalan untuk para buruh migrant
    • Membantu pemasaran hasil pelatihan pemberdayaan masyarakat
  4. Penggiat Lingkungan Hidup
    • Menyoroti banyaknya mahasiswa yang melakukan KKN di Wonosobo, serta pengelolaan sampah
    • Meminta agar mahasiswa KKN diberdayakan untuk menyukseskan program pemeliharaan lingkungan di mana mereka di tempatkan
    • Meminta agar pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan hidup untuk lebih diperhatikan

Setelah mendapat tanggapan dari dinas maupun instansi terkait, seharusnya forum melanjutkan ke sesi ke-3, untuk mendengarkan aspirasi dari komunitas lain yang sudah diundang. Namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 (waktu selesai yang tertera pada rundown undangan), forum diakhiri dan penyaluran aspirasi diarahkan pada aspirasi tertulis ataupun melalui media dalam jaringan BAPPEDA.

Di mana kita bisa berkontribusi untuk Musrenbang Wonosobo?
https://bappeda.wonosobokab.go.id/form-usulan/

Musrenbang ditutup dengan bacaan doa dan penutupan oleh panitia dan Bupati Wonosobo, serta penandatanganan berkas laporan dari masing-masing dinas. Juga foto bersama dan makan siang.

 

Wonosobo, 26 Maret 2019

Notulis: Agung S. Nugroho (Brand Manager Wonosobo Muda)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0