Satu lagi putera berprestasi di bidang olahraga dari Wonosobo. Bernama lengkap Ryan Rifa’i, alumni SMA Negeri 2 Wonosobo ini beberapa kali menyabet medali emas, perak, dan perunggu dalam kejuaraan Taekwondo. Berawal dari mengikuti ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Wonosobo, Ryan jatuh hati pada cabang olahraga beladiri ini. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa jurusan Bahasa Korea di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini meraih dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu dalam enam buah turnamen yang diikutinya pada tahun 2010 dan 2014. Pada 2010 Ryan mengikuti turnamen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Tugu Muda Cup Semarang, Popda Provinsi di Semarang, dan Popda Karesidenan Kedu. Sedangkan pada 2014 Ryan mengikuti turnamen dalam kampus.

Dalam buku yang ditulisnya bersama teman-teman kampusnya “Kebudayaan Korea dari Sudut Pandang Generasi Muda Indonesia”, Ryan menuliskan bagaimana Taekwondo merubah hidupnya. Ia belajar mengenai kedisiplinan diri, manfaatnya untuk kesehatan, seni dalam setiap gerakannya, dan mengasah rasa percaya dirinya.

taekwondo (1)

 

Pertukaran Budaya ke Korea

Tak hanya puas dengan mempelajari olahraga yang berasal dari Negeri Ginseng tersebut, Ryan juga berkesempatan untuk mengunjungi negara yang ia kagumi itu. Event ini diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang bernama Pacific Asia Society. Organisasi ini bekerjasama dengan dua universitas ternama di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI) dan UGM, untuk menyelenggarakan pertukaran pelajar dalam rangka saling memperkenalkan budaya masing-masing. Event ini bertujuan untuk memperkenalkan sektor wisata, budaya, dan tradisi Korea melalui program yang dibesut oleh Pacific Asia Society. Total perwakilan dari Indonesia yang mengikuti event ini adalah tujuh orang, empat orang dari UGM dan tiga orang dari UI.

Di Korea Selatan, Ryan dan rombongan mengunjungi DMZ, Olympic Park, Dongdaemun, perkampungan adat Korea “Hanok Maeul”, pabrik baja dan mobil Hyundai, pabrik mie instan Nong Shin, Pyeongchang, tempat Olimpiade Winter 2018 diselenggarakan, Namsan Tower, dan Universitas Kyunghye. Tempat-tempat tersebut adalah destinasi wisata, monumen bersejarah, dan pabrik besar di Korea. Setelah dua minggu diajak berkeliling Korea, Ryan dan rombongan dari Indonesia serta peserta dari negara lain unjuk gigi menampilkan kebudayaan dan seni dari negara masing-masing. Peserta dari Indonesia sendiri tampil menyanyikan lagu keroncong Bengawan Solo dan mengenakan pakaian dari kain lurik dan batik. Menurut Ryan, Negeri Ginseng perlu diacungi jempol dari sisi solidaritas, etos kerja, dan kecintaan masyarakat Korea pada negaranya.

Ryan menunjukkan bahwa dirinya bukanlah mahasiswa biasa. Selain mengerjakan tugas akhir, saat ini ia sedang mencoba berwirausaha dalam bidang produksi tas backpack yang ia beri brand The Ideabox Exclusive. Bagi kalian yang penasaran dengan bagaimana kerennya tas buatan Ryan, bisa mengunjungi website: http://item.blanja.com/item/11256048 . Ryan menutup wawancara kami dengan berkata,”Buat (pemuda) Indonesia, semoga kalian bisa lolos dan selamat menjadi orang yang bekerja sesuai dengan kecintaan kalian. Buat anak muda Wonosobo, kalian harus berani ‘tersesat’ di dunia ini, jangan menjadi pemuda Wonosobo saja, tapi jadilah bagian dari perubahan Wonosobo yang lebih baik. Let’s get lost di dunia luar!”. Semangat terus Ryan, semoga sukses dalam peran serta memajukan Indonesia! (Shinta)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0