Asean For You

Pada era global ini isu ekonomi yang relatif krusial harus siap dihadapi oleh seluruh negara di Asia maupun dunia seperti, Asean Free Trade Area (AFTA), Asean Economic Comunity (AEC) 2015, dsb. Daya saing antar negara tak bisa dipungkiri lagi, Indonesia harus siap menghadapi persoalan ekonomi yang semakin lama semakin pelik. Ibaratkan saja pasar bebas ini seperti kolam yang didalamnya hidup dua ikan, ikan dengan ukuran kecil dan ikan dengan ukuran besar, kedua ikan ini harus siap untuk bersaing dalam mencari makan. Jika ikan kecil tidak siap dan tidak cerdik, dia harus rela kehilangan umpan, begitu juga dengan ikan besar, ukuran tidak pasti menentukan dia berhasil meraih umpan, karena bisa saja dia dikelabuhi oleh ikan kecil. Lalu, dalam menghadapi persoalan ini, andil apa yang dapat dilakukan oleh kabupaten Wonosobo?

Mau tidak mau, suka tidak suka, semua pemerintah daerah harus siap menghadapi pasar bebas ASEAN. Pemerintah daerah harus memperkuat berbagai sektor, seperti sektor jasa di bidang pariwisata dan pelayanan publik. Tantangan dalam menghadapi isu ekonomi semakin menuntut daerah untuk menciptakan ekonomi kreatif dan juga Usaha Mandiri Kecil Menengah (UMKM). Begitu pula dengan kabupaten Wonosobo, harus siap di segala aspek dalam menghadapi isu tersebut. Kabupaten dengan slogan ASRI-nya ini, memiliki posisi wilayah yang di dominasi pada 500 dpl- 1.000 dpl sehingga menjadikan Wonosobo dikenal dengan dataran tingginya. Letak geografis yang cukup strategis menjadikan Wonosobo memiliki sumber daya alam yang potensial untuk diberdayakan.

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Wonosobo menjanjikan harapan besar pada peningkatan ekonomi daerah hingga berpengaruh pada ekonomi berskala nasional. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh Wonosobo adalah pemanfaatan potensi investasi kabupaten dengan maksimal. Potensi investasi yang dimiliki oleh Wonosobo tentu  tidak perlu diragukan lagi. Potensi investasi tersebut diantaranya ada pada sektor  produk pertanian dan perkebunan dengan puluhan jenis produk. Terdapat satu produk unggulan Wonosobo yaitu buah carica, buah yang hanya tumbuh di tiga tempat di dunia. Sektor lain yang dimiliki Wonosobo yaitu UMKM-nya yang beraneka ragam dari batik, pengolahan bahan makanan dari sektor pertanian, dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut merupakan produk lokal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Potensi investasi yang dimiliki oleh Wonosobo ini harus dimanfaatkan sebaik- baiknya untuk menghadapi ekonomi global. Tonggak keberhasilan dalam memberdayakan potensi yang ada ini berada di tangan seluruh warga Wonosobo. Banyak cara yang dapat dilakukan generasi muda untuk berperan pada pemanfaatan potensi investasi yang ada. Misalnya, melakukan investasi pendidikan dengan maksud meningkatkan kualitas SDM di masa mendatang, ataupun menciptakan ekonomi kreatif yang mengunggulkan produk lokal Wonosobo. Selain itu, perlindungan pada produk lokal yang dimiliki Wonosobo harus semakin ditingkatkan karena persaingan bukan hanya antar produk lokal, produk impor juga perlu diwaspadai. Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi sepatutnya diterapkan dengan bijaksana dan terstruktur. Semua langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah pusat dalam menghadapi isu ekonomi yang muncul harus didukung dengan kinerja daerah yang maksimal. Mulai dari desa hingga pemerintah pusat harus bersinergi dalam mewujudkan ekonomi yang maju.

“Janganbiarkananak-anak kalian tenggelamdalamkemerosotanjaman. Bangkit: lawankemerosotan.” (Pramoedya Ananta Toer, Arus Balik, 1995). Semoga kutipan ini mampu merefleksikan diri kita! Terima kasih

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0