Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan dengan kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation

Saya membayangkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan saya lakukan di akhir semester 6 akan berjalan mengasyikkan seperti yang diceritakan kakak tingkat. Saya bisa berinteraksi dengan masyarakat dengan budaya yang bisa jadi sangat berbeda. Menjajal dan mengasah keterampilan bersosialisasi langsung di masyarakat pasti menjadi pengalaman berharga. Namun, lamunan saya segera ambyar ketika pagebluk Covid-19 menyerang.

Kabar simpang siur kebijakan kampus mengenai KKN bermunculan di awal pandemi. Ketika kebijakan muncul ditambah para mahasiswa yang tidak sabar dan geregetan menanti kepastian KKN, kesannya KKN ini aburadul. Alih-alih KKN di Desa Penari, kami akhirnya KKN di Desa Sendiri alias “KKN domisili”.

Saya bisa memahami kalau kebijakan-kebijakan yang ditelurkan oleh kampus merupakan yang terbaik dari mereka. Kebijakan kampus mewajibkan program KKN dilaksanakan semi-daring dan minim interaksi langsung untuk mencegah penularan Covid-19. Memaksakan mahasiswa turun langsung di lapang dapat membahayakan nyawa mahasiswa.

Saya menjalani 40 hari KKN bersama kawan-kawan asal kabupaten yang sama dengan mitra suatu desa. Jangan harap di sini ada kisah horor, kegiatan menggosip dengan ibu-ibu, disuruh melakukan hal-hal di luar kompetensi oleh kades, ikut tahlilan, apalagi terjadi cinta lokasi. Lha gimana, wong  sebagian besar program KKN-nya saja bisa dilakukan dari kamar masing-masing melalui grup WA.

KKN edisi Covid-19 ini mungkin tidak menjadi kisah seseru KKN normal. Keterampilan berinteraksi dengan masyarakat dan penerapan bidang kompetensi menjadi tidak terasah secara maksimal. Saya tidak berharap banyak jika program-program KKN kami akan berdampak besar di masyarakat, sampai diingat saja saya ragu. Yang jelas, cerita KKN seperti ini hampir mustahil menjadi thread yang viral di Twitter.

 

Tulisan oleh Mas Hani (Penulis merupakan seorang laki-laki asal Wonosobo yang kini tengah menjadi mahasiswa aktif di suatu institut pertanian yang berada di Bogor).

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0