Kawan semua, rubrik baru nih! Di rubrik baru ini kita akan banyak membahas pemuda asli Wonosobo dengan profesinya masing-masing. Jadi, buat kalian yang bingung mau berkarir di bidang apa nantinya, mampir di mari dulu sambil menyimak suka duka senior kita dalam bekerja. Penasaran? Bakal jadi inspirasi kalian semua tentunya! Check it out!

Part One : IT – System Analyst

Eh? Apa ini?

System Analyst, adalah profesi kakak kita, Khafidlotun Muslikhah (Afid). Bagi yang belum paham, pekerjaan di bidang IT tidak melulu bicara coding, alias pusing tujuh keliling bikin aplikasi atau website. Pekerjaan ini justru menggarap tahap sebelum itu : membuat konsep website agar sesuai dengan kebutuhan klien, punya tujuan yang kuat serta sesuai tren pasar. Tidak hanya itu, system analyst juga membantu programmer dalam men-teknis-kan konsep website yang sudah dibuat serta membantu proses quality assurance website yang sudah selesai dikembangkan. Ngomong-ngomong, Kak Afid bekerja sebagai System Analyst di sebuah digital agency yang melayani klien/perusahaan lain yang butuh bantuan dalam bidang digital, seperti website, mobile apps, strategic campaign melalui konten digital serta campaign produk dan layanan melalui media sosial.

khafidlotunmuslikhah

Kak Afid bisa-bisanya terjun dalam profesi ini?

“Pertama, saya sebagai lulusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer,  tidak suka coding alias membuat kode-kode program, hehe. Kedua, dari awal lulus saya memang menargetkan untuk jadi system analyst saja karena tidak harus melakukan coding walau semasa kuliah tentu belajar coding.

Setelah lulus, saya sadar bahwa lulusan IT tidak harus jadi programmer. Dunia teknologi semakin berkembang, dan posisi pekerjaan IT juga semakin beragam, bahkan kadang butuh untuk belajar disiplin ilmu lain. Seperti misalnya ada teman saya yang mengerjakan hal seputar SEO (search engine optimizer) untuk keperluan digital marketing. Hal itu menyebabkan dia harus belajar lebih banyak lagi tentang dunia marketing yang dipadukan dengan pengetahuan bagaimana search engine bekerja, dan bagaimana aplikasi seperti Facebook, Twitter dan Instagram memberikan layanan marketing. Semuanya pengetahuan baru dan tidak diajarkan di kuliah. Saya juga. Pekerjaan saya membuat konsep website. Selain hal teknis, banyak hal baru yang harus dipelajari seperti behavior manusia, bisnis, serta beberapa hal terkait desain. Bisa dibilang pekerjaan saya adalah irisan antara teknologi, managerial, ilmu komunikasi, psikologi dan desain. Awalnya sulit, karena harus banyak belajar hal baru. Tapi lama-lama jadi menikmati. Saya juga pernah diminta presentasi tentang konsep yang saya buat ke klien. Mau tidak mau harus belajar bagaimana menyampaikan ide. Kalau boleh jujur, presentasi di depan orang lain adalah salah satu kelemahan saya hehe.

Kuncinya hadapi, dan syukuri. Eh, lama-lama ketagihan. Dan saya juga baru sadar bahwa ternyata ilmu yang saya pelajari di kantor dan diterapkan di pekerjaan, sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Oiya, posisi System Analyst ini di setiap perusahaan, job desc-nya bisa berbeda ya kawan-kawan.”

Ada tantangannya nggak ya?

“Banyaaaak”, ujar Kak Afid, penjelasannya terangkum dalam 3 poin penting ini :

  1. Siap-siap belajar bisnis perusahaan lain. Bahkan bisnis atau proses yang kita tidak tahu sama sekali sebelumnya.

Kak Afid pernah memegang proyek website event basket nasional. Awalnya tentu kaget, karena ia tidak tahu menahu mengenai basket saat itu. Website-nya pun harus memiliki fitur untuk bisa menampilkan stastistik game dan pemain. Jadi mau tidak mau ia harus bertanya ke beberapa teman yang suka nonton pertandingan basket dan mencari tahu istilah-istilah dalam statistik basket. Lain waktu, ia juga pernah diminta membuat aplikasi internal untuk salah satu BUMN. Mau tidak mau (lagi) ia harus memahami proses bisnis mereka. Padahal sifatnya teknis sekali dan biasanya hanya engineer yang mengerti.

Dari pengalaman tersebut Kak Afid belajar dunia orang lain lebih banyak. Jadi merasakan juga, bagaimana rasanya harus belajar dan paham hal baru dalam waktu yang cepat karena tuntutan waktu.

  1. Berempati dengan berbagai macam orang.

Kak Afid menjelaskan, “Bekerja sama dengan orang lain berarti harus belajar berkolaborasi dengan beragam jenis kepribadian. Memahami proses bisnis klien juga berarti belajar skill empati, karena dunia kerja saya berbeda dengan mereka. Empati berarti bisa menempatkan posisi kita seperti posisi mereka.”

  1. Multitasking dan bisa meng-handle banyak proyek dengan proses bisnis yang berbeda-beda dalam satu waktu.

Menurut Kak Afid, ini tantangan yang paling sulit karena ia terbiasa fokus di dalam satu hal. Ketika dihadapkan pada situasi harus memfokuskan diri pada banyak hal, tidak jarang ia jadi lebih emosional. “Namun justru hal ini yang membuat saya belajar, terutama sabar. Misalnya ketika sedang mengerjakan proyek e-commerce, tiba-tiba bos atau desainer mengajak meeting untuk proyek website internal BUMN atau proyek baru, yang mana saya mesti berganti sudut pandang dan cara berpikir dengan cepat,” kenangnya.

Kesimpulannya, asyik ya?

“Asyiknya saya jadi belajar banyak hal baru tentang ilmu yang belum pernah saya pelajari di kampus. Seru juga belajar memahami bagaimana manusia bersikap. Ilmunya jadi bisa diterapkan di urusan sehari-hari.

Selain itu, menjadi system analyst di sebuah digital agency, selain harus sedikit paham teknis pemrograman, juga berarti harus siap-siap untuk belajar bidang lain dan belajar bisnis orang lain karena klien berasal dari background bisnis yang berbeda-beda.”

Jadi, jika ingin menggeluti profesi ini, skill apa saja yang dibutuhkan?

Berdasarkan penjabaran Kak Afid, skill utama yang dibutuhkan untuk menjadi System Analyst dapat digolongkan menjadi dua, yaitu skill teknis dan non teknis.

Skill teknis, dibutuhkan ketika membahas konsep website. Sedikit banyak seorang System Analist harus membayangkan bagaimana desain database dan apakah konsep yang diajukan bisa dieksekusi dalam waktu yang telah ditentukan atau tidak.

Skill non teknis, seperti skill komunikasi dan menjadi pendengar yang baik diperlukan ketika kita harus berkunjung ke tempat klien untuk requirement gathering (mencari kebutuhan klien terkait website) karena proses bisnis yang cukup kompleks.

Selain skill di atas, sedikit skill desain juga diperlukan ketika membuat prototype desain website dan mengevaluasi desain web. Pengetahuan tentang beragam tipe website terutama di luar negeri juga penting untuk dijadikan referensi, jika di Indonesia belum ada website seperti yang diinginkan klien.

Nah, sobat Wonosobo Muda yang terinspirasi dan mengikuti jejak Kak Afid, kalau mau ambil kuliah di universitas, kira-kira bisa ambil jurusan apa nih?

“Menurut saya pribadi, profesi ini lebih pas jika kuliah di jurusan IT dan pernah diajari melakukan coding. Walaupun tidak semua skill waktu kuliah dipakai (seperti coding, database), tapi pengalaman melakukan coding dan desain database membuat kita juga mampu berpikir teknis dan memperkirakan feasibilitas (kemungkinan) ide fitur dari sebuah website.

Universitasnya bisa di mana saja yang penting jurusan TI atau ilmu komputer, bisa juga seperti saya yaitu sistem informasi (mirip ilmu komputer atau teknik informatika tapi dengan tambahan ilmu bisnis dan akuntansi).

Dan yang paling penting adalah kemauan kita untuk belajar banyak hal baru.”

Do you love your job?

Dari profesinya kini, Kak Afid mengakui skill berempatinya terasah, ia belajar memahami banyak tipe orang dengan latar belakang yang berbeda, belajar bisnis orang lain, dan yang terpenting ia berangsur memahami bagaimana berkolaborasi dan membantu orang lain mencapai keinginan atau memenuhi kebutuhannya. Dunia dan pengetahuan yang ia ketahui juga makin luas dan membuat pikirannya lebih terbuka.

Ia juga menyadari satu hal bahwa everything goes online, mulai dari bidang kesehatan, traveling, produk kecantikan, pertanian, sampai genteng (proyek yang saat ini sedang Kak Afid kerjakan) juga ingin dikenal dunia melalui sarana digital. Ujarnya, “Dan kita mesti jeli dalam memanfaatkan sarana ini untuk kebaikan dan kebermanfaatan banyak orang.”

“Currently I do love my job. Karena saya percaya apapun yang ada di dalam hidup kita sangat layak disyukuri, serta dijalani dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Nah, begitu Kak Afid berbagi tentang profesi yang sedang digelutinya kini. Terima kasih banyak Kakak, semoga menjadi bacaan bergizi buat WM-ers. Terinspirasi? Segera belajar, kawan! Redaksi akan menunggu giliranmu berkisah tentang profesimu.

Simak terus ya! Di next Job and Career!

(Diena)

***

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0