Wonosobo tidak hanya terbentuk dari Gunung Sindoro dan Sumbing, tetapi juga Gunung Prau (meski cuman secuil), Telaga Menjer, Kali Serayu, dan Waduk Wadaslintang. Karena mereka-mereka yang disebut belakangan kalah pop dibandingkan dengan Sindoro atau Sumbing sebagai lambang Wonosobo, bukan berarti mereka tidak eksis. Beda lagi di bidang kuliner, Wonosobo tidak hanya terdiri dari mi ongklok dan carica, tetapi juga purwaceng, gethuk, geblek, sega megana, dan tempe kemul. Okelah carica cuman tumbuh di tanah tinggi macam Wonosobo, meski tidak seluruh wilayah Wonosobo, tapi sekiranya ia kelewat diagung-agungkan. Siapa yang pernah merantau dan diminta bawa oleh-oleh carica? Kita juga bisa setuju bahwa gethuk dan geblek dianggap kuliner khas kabupaten tetangga. Sementara, tempe kemul kadang dianggap mendoan kelewat matang di daerah lain, meski lebih cocok kalau disebut sebagai varian yang berbeda dalam kelompok olahan tempe tepung.

***

Kita akan membahas tempe kemul dalam artikel ini. Tempe kemul yang sedang kita bicarakan bukan sekadar tempe-goreng-tepung. Sama halnya dengan mendoan Banyumas-Purwokertoan yang tidak bisa dibuat semena-mena, digoreng sampai garing, asal dikasih tepung dan disebutlah mendoan. Tempe kemul adalah identitas yang tidak sepatutnya digeneralisasi sebagai tempe goreng tepung apalagi keripik tempe. Meski ada varian keripik tempe kemul, ia tidak digolongkan sebagai tempe kemul yang sedang kita bicarakan. Ia adalah keripik. Keripik kurang sip dimakan dengan cabai rawit!

Tempe kemul dibuat dengan perpaduan tempe, tepung beras, tepung singkong, garam, kunyit, sedikit merica, kucai, dan cinta. Meragukan bahwa olahan carica punya bahan yang terakhir disebut. Olahan carica kemungkinan punya campuran daya tarik atau jampi-jampi sejenis, tapi sepertinya bukan cinta. Adonan bahan-bahan tersebut kemudian digoreng sampai lebih garing ketimbang mendoan, tetapi tidak sampai kering seperti keripik.

Tempe kemul terus ada, bersama kita, hampir setiap waktu dan tempat. Makan dengan tempe kemul, camilan tempe kemul, di rumah, di warung, bersama rekan, bersama kolega. Tempe kemul seakan-akan merupakan bagian dari keluarga. Alkisah, setelah pergi jauh dan lama, seorang anak pulang ke Wonsobo untuk menikmati waktu dengan tempe kemul. Bandingkan dengan carica, berapa banyak sebenarnya orang yang pulang untuk menikmati carica. Tempe kemul ada di hati dah!

Dengan situasi seperti yang sudah dikemukakan di atas, malangnya, tempe kemul kurang mendapat perhatian untuk tampil di kancah interlokal, intranasional, dan internasional; baik untuk memperkenalkannya kepada orang-orang baru maupun untuk sekadar menyapa putra-putra daerah yang sedang merantau. Dalam hal ini, misalnya, pemerintah memberi fasilitas promosi melalui acara spesifik macam hari carica dan festival kopi, tetapi tidak tempe kemul, juga dalam event semacam festival jajanan lawas (misalnya di Yogyakarta) yang mengundang para juru masak dari berbagai daerah. Padahal tukang mendoan dan kerak telur dihadirkan di sana! Syukur-syukur, sekali-dua kali, dibawa ke luar negeri dalam acara kebudayaan. Kita bisa menemukan carica di toko-toko di luar daerah, juga kopi, tapi jarang mendapatkan tempe kemul. Sekalinya ada, tempe kemul nebeng di acara carica dan kopi. Sementara carica dijadikan manisan dan dibungkus cantik dalam cup-cup kecil dan dipajang di depan, tempe kemul disajikan di atas nampan dan piring. Sebagai sampingan. Tempe kemul kurang mendapat porsi dalam fokus acara.

Dilihat dari satu sisi, tempe kemul bernasib baik. Lebih baik daripada nasib mendoan. Di daerah lain toh tempe goreng tepung tidak disebut tempe kemul. Bandingkan dengan mendoan yang asal tempe dan goreng dengan tepung, tidak mendo lagi, disebut mendoan. Artinya tempe kemul, pembuatnya, dan penikmatnya masih mempertahankan bentuknya yang sejati.

***

Itu tempe kemul yang kita cintai. Harga diri dan cita-cita kita tumbuh dan berkembang bersama tempe kemul hangat dan beberapa cabai rawit, juga teh panas atau kopi, serta keluarga dan sahabat.

 

Agustinus K. Ari P.

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0