Kali ini rubrik kisah inspiratif akan menghadirkan kisah seorang pemuda Wonosobo yang telah memberanikan diri merantau ke luar negeri sejak SMA. Adalah Mukhamad Ridwan, pemuda kelahiran tahun 1992 ini memutuskan untuk menjejaki langkahnya ke sebuah negara perbatasan Eropa Asia, Turki. Yuk simak kisah selengkapnya!

 

  1. Dari Wonosobo hingga Turki

Jika dirunut kisah kenapa bisa sekolah di Turki dengan beasiswa penuh, maka ceritanya dimulai dari perlombaan Matematika Internasional yang Ridwan ikuti waktu SD. Dari pemuda yang gemar olahraga basket ini  mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan di SMP Semesta Semarang yang mempunyai kerja sama dengan Turki. Setelah lulus SMP, ada peluang beasiswa untuk melanjutkan SMA di Turki berdasarkan nilai selama di SMP dan wawancara. Lalu, Ridwan berhasil mendapatkan beasiswa tersebut dan melanjutkan SMA di Turki di kota Kayseri, Turki hingga lulus dengan beasiswa penuh. Dari sanalah perjalanan kuliah di Turki pun terjembatani dengan mendapatkan beasiswa penuh juga. Sesuatu yang tidak pernah terbayang bisa sampai melanjutkan sekolah di luar negeri. Padahal sewaktu kecil mimpinya adalah bisa melanjutkan sekolah di SMP 1 Wonosobo, tapi ternyata Allah SWT mempunyai rencana yang lebih indah.

  1. Mendapat Beasiswa Kuliah

Ridwan terinspirasi oleh gurunya di SMA bahwa kuliah di kota yang terletak diantara 2 benua akan meninggalkan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Itulah yang menyebabkan Ridwan bercita-cita untuk bisa melanjutkan kuliah di Istanbul. Bermodalkan mimpi tersebut Ridwan mencoba mengikuti berbagai tes dan memenuhi persyaratan untuk pendaftaran kampus dan memakan biaya yang lumayan banyak.

Man jadda wa jadda, Ridwan berhasil diterima oleh salah satu kampus teknik terbaik di Turki di kota Istanbul. Yang tersisa adalah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Mantan ketua Indonesian Student Societies of Instanbul Technical University itu beruntung atas kedermawanan orang Turki yang luar biasa, sehingga bisa berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari sebuah NGO di kota Istanbul dan membiayai kuliah serta keperluan selama kuliah.

Sebagai informasi, ada satu lagi beasiswa yang lebih terkenal, yaitu Turkish Scholarship dari pemerintah Turki, namun dia tidak melalui jalur tersebut. Beasiswa Turkish Scholarship dibuka setiap tahun dan seluruh pendaftarannya dilakukan online dengan Bahasa Inggris di situs www.turkiyeburslari.gov.tr

  1. Mendalami Ilmu Petroleum Engineering

Saat berkuliah di Istanbul Technical University (ITU), Ridwan mendalami bidang Petroleum Engineering dan Engineering Physics. Dia memilih kampus tersebut karena selain lokasinya berada di kota impiannya, yaitu Istanbul, ITU juga merupakan salah satu universitas teknik terbaik di Turki dan pernah masuk 150 besar universitas terbaik dunia. ITU juga memiliki akreditasi ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), yaitu akreditasi yang diakui secara internasional termasuk USA bila telah lulus dari universitas tersebut.

Selain itu, Istanbul juga merupakan kota besar dan perbatasan Eropa dan Asia. Karena hal tersebut, banyak acara besar dan orang-orang penting yang singgah di Istanbul. Melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan dan pemerintah, Ridwan belajar banyak ilmu baik secara akademis maupun sosial. Ditambah lagi banyaknya budaya dan latar belakang di kota ini sangat membuka wawasannya akan keberagaman hidup.

  1. Susah Pulang ke Indonesia

Pengalaman pahit yang Ridwan alami selama di Turki salah satunya adalah susah pulang karena mahalnya tiket PP dari Istanbul ke Indonesia, sehingga selama 4 tahun pernah dia tidak pulang sama sekali. Kabar keluarga hanya bisa dikomunikasikan lewat telepon sehingga sangat terbatas. Maka ketika ada kejadian penting (lebaran, pernikahan keluarga, kerabat meninggal, dll)  hanya bisa membayangkannya saja melalui kabar.

Selain itu, pada tahun 2014, Ridwan dan keluarga mendapat musibah, tepatnya ketika kebakaran pasar Wonosobo pada tahun 2014 lalu. Karena ayah dan ibunya keduanya merupakan pedagang, dan kebakaran itu adalah yang keempat kalinya sejak mereka berdagang di pasar Wonosobo. Tentu saja kebakaran tersebut membuat rugi tidak hanya orang tuanya bahkan ribuan pedagang lainnya hingga bangkrut. Bahkan sampai saat ini sudah hampir 5 tahun sejak kebakaran pasar Wonosobo, bangunan utama masih juga belum dibangun hingga saat ini. Pada tahun itu juga ayahnya menderita penyakit Parkinson, sehingga tidak bisa melanjutkan berdagang hingga saat ini. Pada momen tersebut, dia sempat merasa sangat sedih karena tidak bisa pulang dan membantu sama sekali. Dari kejadian ini Ridwan mencoba mengambil hikmahnya dan menjadikannya motivasi agar bisa lebih berbakti dan bermanfaat tidak hanya kepada orang tua, tapi ke seluruh Wonosobo.

  1. Pengalaman Menarik di Istanbul

Istanbul merupakan kota yang sangat unik, membuat orang enggan untuk meninggalkan kota tersebut. Selain terletak di antara dua benua, kota Istanbul juga merupakan jembatan antara budaya Asia dan Eropa. Di Istanbul kita bisa bertemu orang dengan bermacam-macam watak, budaya dan kebangsaan. Banyaknya situs wisata peninggalan sejarah yang umurnya bahkan bisa lebih dari 2000 tahun, menjadikan kota Istanbul tempat wisata yang tidak pernah sepi. Bahkan Napoleon pernah berkata “Kalau seluruh dunia adalah satu negara, maka Istanbul adalah ibukotanya”.

Tantangan terbesar setiap orang yang tinggal diluar negeri biasanya adalah budaya dan makanannya. Ada beberapa pengalaman menarik terkait budaya serta makanan yang saya alami selama hidup di Turki. Terkait makanan, ada buah yang sangat jarang ditemukan di Indonesia meskipun buah itu terkenal, yaitu buah zaitun. Tentu saja setiap orang tahu banyaknya khasiat buah zaitun, apalagi itu adalah salah satu buah yang disebut dalam Al-Quran. Disuguhi buah yang sangat banyak khasiatnya dan terkenal tentu saja sangat membuat Ridwan penasaran. Di Turki buah Zaitun menjadi buah yang disantap setiap hari selama makan pagi. Dengan harapan yang tinggi saya mencoba buah zaitun untuk pertama kalinya karena orang Turki melahapnya dengan sangat nikmat dan banyak. Ternyata rasanya sangat berbeda dari harapan, hampir saja Ridwan muntah. Rasanya antara pahit dan sangat asin, terasa aneh bagi lidah orang Indonesia. Setelah perjuangan tinggi supaya bisa makan buah Zaitun, butuh waktu 5 tahun agar dia berhasil menyantapnya dan mulai terbiasa.

  1. Pengalaman di Turki yang Menginspirasi

“Jika kita selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, berusaha semaksimal mungkin, disertai doa dan tawakal, maka Allah SWT akan menggapai mimpi kita bahkan lebih dari yang bisa dibayangkan.”

Yang lebih penting lagi adalah doa orang tua, Ridwan percaya berkat keikhlasan doa mereka dia bisa belajar di luar negeri sejak SMA dengan beasiswa penuh dan melanjutkan hingga S2 di Australia.

Selama belajar di Turki Ridwan bertemu banyak orang baik, di antaranya banyak bertemu pengusaha-pengusaha Turki yang memberikan harta mereka demi memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing, meskipun terkadang mereka lebih membutuhkan. Kedermawanan orang Turki selama dia belajar disana sangat menginspirasi, sehingga dirinya bercita-cita di kemudian hari bisa memberikan beasiswa juga kepada para pelajar dan bermanfaat bagi masyarakat dan umat di sekitar, layaknya apa yang orang Turki telah lakukan di sana.

Kata-kata yang menginspirasinya untuk teman-teman yang ingin merantau jauh tapi masih ragu adalah syair dari Imam Syafi’i :

Merantaulah…-

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).

Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

 

  1. Pesan untuk Pemuda Wonosobo

“Jangan pernah takut untuk belajar hal baru.”

Karena kita lebih menyesali apa yang tidak kita coba lakukan daripada yang sudah dilakukan. Sebagai contoh dalam belajar bahasa baru membutuhkan praktik dan tidak takut melakukan kesalahan agar memperlancar bahasa kita. Contoh lain lagi yaitu jangan takut untuk memulai berkenalan dengan orang lain, karena 1000 teman serasa tak cukup.

Ilmu dan pengalaman lebih berharga daripada uang. Uang akan bisa dicari kembali, tetapi ilmu dan pengalaman tidak bisa dicari selalu. Beasiswa luar negeri tak akan bisa diambil tanpa mengorbankan uang jutaan rupiah untuk tes IELTS atau TOEFL. Dilain hal, jika kamu mempunyai uang maka kamu yang harus menjaganya. Sedangkan jika kamu punya ilmu, maka ilmu itu yang akan menjagamu dan menaikkan derajat di dunia dan akhirat.

Jangan takut untuk bercita-cita besar dan berusaha sampai lelah apapun hasilnya. Karena Allah SWT tidak menilai hasil, tapi niat dan prosesnya. Siapkan dan rencanakan selalu syarat beasiswa yang ingin dituju. Jika ingin melanjutkan kuliah di Turki maka cek situs www.turkiyeburslari.gov.tr secara berkala. Buatlah rencana cadangan, karena banyak beasiswa lain seperti, LPDP, Chevening, Fullbright, AAS dll.

Mengutip kata-kata Benjamin Franklin yaitu:

 ‘If you fail to plan, you are planning to fail!’

Satu lagi pesan yang ingin disampaikan Ridwan,

“Berteman dan bergaullah bersama orang-orang yang baik, inspiratif dan cerdas apapun organisasi atau kelompok tersebut selama bermanfaat dan baik. Karena diri kita terbentuk dari bagaimana kita memilih teman dan orang terdekat kita. Lalu sebarkanlah manfaat dan kebaikan kepada lebih banyak orang lagi. “

Saat ini Ridwan baru saja berangkat ke Australia untuk menempuh studi S2 di Curtin University dengan beasiswa LPDP. Semoga sukses terus Ridwan untuk semua rencana ke depannya!

 

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0