Apa kabar, Sobat Wonosobo Muda? Sehat-sehat saja kan? Cuaca-akhir-akhir ini memang sedang tidak menentu, kalau tidak menjaga kesehatan salah-salah bisa terserang flu, masuk angin, atau penyakit lainnya. Perbanyak buah dan sayur agar suplai vitamin untuk tubuh selalu lancar, hindari keluar rumah saat hujan tanpa payung atau jas hujan, dan jangan lupa makan meskipun nggak ada yang ngingetin. Ups.

Tidak jauh-jauh dari topik kesehatan, Wonosobo Muda beberapa waktu yang lalu berkesempatan untuk mewawancarai salah satu calon perawat asal Wonosobo yang saat ini sedang berjuang untuk menyelesaikan skripsinya. Namanya Kak Dhimas Raditya. Saat ini Kak Dhimas sedang menempuh pendidikan di STIKES Harapan Bangsa nun jauh di sana di Purwokerto dengan jurusan Keperawatan. Nah, kalau kalian kebetulan mempunyai cita-cita menjadi perawat, simak baik-baik wawancara Wonosobo Muda dengan Kak Dhimas, ya!

Dhimas Raditya. Doc Foto Pribadi

Kenapa pilih Keperawatan dan STIKES Harapan Bangsa?

“Sebenarnya dulu saya pengen ambil Pendidikan Olahraga, tapi tidak diterima waktu SNMPTN dan seleksi mandiri. Nah, ibu saya pengen salah satu anaknya ada yang jadi perawat, akhirnya cari-cari kampus dan hanya STIKES Harapan Bangsa-lah yang mau menerima saya. Karena waktu yang sudah mepet, akhirnya pilihan hanya tertuju pada kampus yang kini menjadi tempat saya belajar. Dulu pernah kuliah D3 Keperawatan, nah sekarang saya lanjut studi ambil S1 program alih jenjang.”

Enjoy nggak belajar Keperawatan?

“Sangat enjoy, saya menikmati setiap pembelajaran yang ada, dan setidaknya saya tahu bahwa profesi perawat tidak hanya diperuntukkan untuk kaum hawa, tetapi laki-laki pun juga bisa menjadi perawat. Dulu saya kan dari SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan, nah sempat ada salah satu guru yang ngatain saya, “Dhimas masuk perawat mau pakai rok.” Sempat ngerasa aneh memang, tapi toh di dunia chef juga banyak laki-lakinya.”

 

Belajar apa aja di Keperawatan?

“Di Keperawatan ada banyak hal yang saya pelajari, mulai dari anatomi tubuh manusia, ilmu penyakit, sejarah dunia keperawatan, jahit luka robek, interaksi dengan pasien gangguan jiwa, dan lain-lain. Kalau di tahun pertama kita belajar dasar-dasar dan ilmu non keperawatan, misalnya sosiologi, agama, psikologi juga kita pelajari. Lanjut ke tahun kedua, kita belajar ilmu penyakit dalam, maternitas, jiwa, keperawatan anak, dan gerontik. Di tahun ketiga, kita lebih fokus sama ilmu kegawatdaruratan dan KTI. Kalau alih jenjang ya belajar ilmu keperawatan juga, hampir kayak merecall materi kuliah dulu, hanya saja teorinya kadang lebih rumit.”

 

Asyiknya apa?

Asiknya apa ya, mungkin nggak ada mahasiswa yang nakal atau brutal di kelas mungkin, hehehehe. Asyiknya ya karena selalu ada tantangan tersendiri ketika praktek, berawal dari takut dengan jarum tapi kita mesti berdamai dengan jarum. Apalagi ketika praktek di RSJ, kami (mahasiswa keperawatan) hampir setiap hari berinteraksi dengan pasien gangguan jiwa yang bisa saja kumat sewaktu-waktu. Ya rasanya takut-takut sedap, karena beberapa dari mereka bisa saja tiba-tiba ngelempar gelas. Tapi ada juga kok yang sudah asertif dan bisa diajak ngobrol, bahkan sudah bisa diajak main catur.”

 

Kesibukan selain ngampus?

“Ikut organisasi BEM, Ikatan Mahasiswa Keperawatan Banyumas (IMKB). Pernah gabung ikut Capoeira juga, dan sering juga ikut kepanitiaan dari UKM.”

 

Adakah tantangan atau kesulitan selama menjadi mahasiswa Keperawatan? Bagaimana cara mengatasinya?

“Tantangan tersulit sewaktu semester 5. Karena selama 4 bulan full praktek, sehingga jarang ketemu keluarga. Cara mengatasinya ya dengan terus bersabar dan terus melakukan yang terbaik, semisal kangen sama keluarga, ya pintar pintar membagi waktu saja untuk pulang kampung.”

 

Skill dan pengetahuan apa saja sih yang dibutuhkan untuk masuk ke jurusan Keperawatan?

“Kalau skill insyaallah bisa didapat seiring berjalannya waktu. Kalau pengetahuan, jelas ilmu seperti biologi dan fisika sangat dibutuhkan.”

 

Kenapa kita perlu menekuni dunia keperawatan? Manfaatnya bagi kehidupan sekitar apa saja?

“Sebenarnya ilmu keperawatan itu sudah ada sejak lama, bahkan sebelum rumah sakit didirikan untuk pertama kali. Karena keperawatan sendiri mengacu pada mother instinct, insting keibuan. Ketika kita mengetahui ilmu medis (ilmu keperawatan salah satunya) maka kemungkinan besar kita akan bisa menjaga kesehatan diri sendiri, hal ini tentu akan mengurangi pengeluaran kita untuk berobat di klinik. Manfaat yang didapat, jelas kita bisa menolong seseorang yang membutuhkan bantuan, misal ada tetangga yang ingin memeriksa tekanan darah, tak perlu pergi ke RS atau klinik, tinggal kunjungi saja tetangga yang berprofesi sebagai perawat atau mahasiswa keperawatan.”

 

Selain profesi perawat, peluang karir apa aja sih yang tersedia untuk program studi Keperawatan?

“Banyak, tentunya tidak serta-merta seperti perawat yang ada di sinetron. Bisa menjadi dosen, therapist kecantikan, staff K3 perusahaan, jika memiliki keahlian di bidang tertentu juga bisa jadi trainer, dan tidak menutup kemungkinan bisa pula menjadi pengusaha atau yang kita sebut nursepreneur.”

 

Bisa dijelaskan proses masuk ke jurusan Keperawatan?

“Dulu sih saya nggak ada persiapan khusus. Tapi karena saya dari SMK jurusan Teknik, maka saya perlu mendapatkan matrikulasi sebelum memasuki perkuliahan. Matrikulasi itu semacam kuliah penyetaraan dengan calon mahasiswa yang berasal dari SMA jurusan IPA. Kalau proses masuknya, mulai dari pendaftaran, tes tertulis (beberapa kampus menyediakan one day service) jika tes tertulis lolos, maka bisa langsung masuk ke tes kesehatan. Beberapa akper juga melakukan tes wawancara kepada calon mahasiswa, bahkan ada kampus yang mewawancarai orangtua calon mahasiswa.”

 

Apakah ada beasiswa yang tersedia?

“Ada beasiswa, tapi bukan dari kampus melainkan dari Kopertis, dulu saya pernah dapat satu kali. Kalau beasiswa dari Kopertis berupa uang cash, dan ada pula beasiswa lain berupa pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Biasanya ada pengumuman dari kemahasiswaan, nah sering aja kepo-kepo sama pengumuman kampus, lengkapi berkasnya, terus kirim deh.”

 

Ada saran untuk adik adik yang mau masuk jurusan keperawatan?

“Belajar yang rajin, jangan takut darah, jangan takut jarum dan niatkan belajar untuk ibadah.”

 

Nah, jika teman-teman berminat masuk ke jurusan yang sama dengan Kak Dhimas dan punya banyak pertanyaan mengenai jurusan Keperawatan, kalian bisa menghubungi dan mengajukan pertanyaan kepada Kak Dhimas melalui akun Facebook Dhimas Duars Duars.

 

Sekian dulu perjumpaan kita kali ini ya, teman-teman. Nantikan terus ya cerita-cerita inspiratif dari dunia kuliah, karena Wonosobo Muda akan senantiasa menyajikan artikel-artikel inspiratif untuk kalian. Ciao!

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0