duta wisataSeorang Duta Wisata, masa memulung?

Eits, tunggu dulu. Mbak dan Mas Duta Wisata bukanya menjadi pemulung kok. Mbak dan Mas Duta Wisata 2015 mempunyai insiatif yang sangat positif terhadap lingkungan. Mereka melihat bahwa pariwisata bukan hanya tentang tempat rekreasi danbudayanya saja, namun aspek lingkungan juga menjadi bagian penting dalam misi mereka di kepariwisataan Wonosobo.

Misi yang kini sedang dijalankan oleh para Duta Wisata Wonosobo adalah menyadarkan masyarakat bahwa sampah yang selama ini disepelekan bisa berakibat buruk terhadap kehidupan manusia di masa sekarang dan masa depan. Untuk itu, penyadaran tentang bahaya sampah memang mau tidak mau harus digerakan dari sekarang.

Sadar atau tidak sadar, sampah telah menjadi masalah utama dalam isu lingkungan sejak beberapa dekade terakhir. Masalah sampah tak pernah kunjung berakhir. Mengingat sifat sampah anorganik yang susah terurai, tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi penghuni bumi. Isu lingkungan yang terus gencar diisukan masih mendapat respon yang lambat di kalangan masyarakat. Masyarakat pada umumya tidak sadar betul akan dampak yang bisa ditimbulkan dari sampah.

Sampah di kota besar seperti Jakarta telah menjadi masalah utama dalam pengelolaan lingkungan dan tata letak kota. Akibat dari kemalasan dan ketidaksadaran akan bahaya sampah, masyarakat-lah yang akan merasakan akibatnya. Banjir, banyak sarang nyamuk, bau busuk dimana-mana, sumber air bersih yang terbatas, dan masih banyak lagi. Bukankah hal itu cukup menghambat kehidupan mereka? Lalu, kapankah mereka akan sadar bahwa sampah bisa membunuh mereka?

Pemerintah sudah berusaha memperbaiki keadaan lingkungan dengan cara merelokasi para penghuni di sekitar sungai yang banyak tertimbun sampah. Dengan sedikit paksaan, akhirnya perlahan mereka mau dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman. Meskipundemikian, upaya untuk memperbaiki keadaan, haruslah dimulai dari diri sendiri. begitupun dalam lingkup nasional. Perbaikan akan mulai terlihat apabila setiap daerah mulai beraksi. Perubahan dimulai dari hal kecil, begitupun dalam masalah lingkungan. Ironis memang jika kita melihat begitu kecilnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh para Duta Wisata Wonosobo 2015. Mereka berinisiatif untuk memungut sampah. Para Mas dan Mbak Duta Wisata Wonosobo tidak takut dicibir hanya karena mereka memungut sampah. Mereka juga tidak takut kalau aksi memungut sampah itu dibilang sebuah pencitraan.

Niat baik para Duta Wisata Wonosobo rupanya dinilai positif  oleh masyarakat. Sebagai duta, Mas dan Mbak Duwis menyadari bahwa mereka harus memberi contoh kepada masyarakat. Bukan bermaksud untuk menggurui, namun lebih kepada menyadarkan bahwa hal kecil yang disepelekan seperti sampah bisa membawa dampak yang buruk bagi lingkungan dan keindahan kota.

“Aksi memungut sampah atau Trash in Action (TRIA) telah berjalan selama beberapa minggu di alun-alun kota. Inisiatif itu belum lama digagas, memang sempat vakum karena ada beberapa hal, namun aksi tersebut masih tetap berjalan dan diharapkan tetap berlanjut”, ujarAbdurrahman Rifai, pemenang juara I duta Wisata Wonosobo 2015 .

Banyak orang yang bertanya-tanya, “Apakah tidak ada petugas yang membersihkan area kota? “Kenapa seorang duta harus ikut bersih-besih kota segala?”, “Kurang kerjaan banget sih.” Mungkin banyak orang yang mempunyai pikiran seperti itu, namun, begitulah adanya. Mereka hanya ingin menyadarkan saja, toh niat mereka sangat positif.

“Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya tentang hal tersebut, namun sebenarnya, target dari aksi tersebut bukan hanya untuk membersihkan alun-alun, namun kami sedang berusaha menginspirasi orang lewat tindakan kami,yang diharapkan apabila aksi ini berlanjut, akan membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya. Toh tidak semuanya harus diurus pemerintah kan? Apalagi, masalah kebersihan yang merupakan tanggung jawab bersama ,” tambah mas Fai.

Rupanya niat baik itu juga disambut baik oleh organisasi Sosial Wonosobo. Aksi tersebut dilakukan setiap hari minggu pagi. Penyadaran lewat aksi tersebut diagendakan  menjadi agenda mingguan para Duta Wisata Wonosobo 2015. Mereka beraksi dan tidak banyak berorasi. Mereka beraksi nyata, dan tidak hanya berkata-kata saja. Sebagai generasi muda, Mbak dan Mas Duwis telah mematahkan citra bahwa anak muda tidak selamanya identik dengan foya-foya, main-main, dan hepi-hepi saja, namun kontribusi nyata untuk kota memang benar-benar dilakukan.

Masalah lingkungan sebenarnya adalah masalah bersama. Kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa dipasrahkan kepada petugas kebersihan saja, namun kita semua wajib menjaga dan melestarikan lingkungan. Toh, jika kota kita terlihat bersih, bukankah kita semua juga yang merasa senang?

Oleh : Agus Ferani Istiharoh

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0