Saya meneruskan usaha dari orang tua yang memang sudah berdiri sejak lama, dengan tetap mempertahankan cita rasa yang khas. Bumbu yang digunakan mengugunakan rempah – rempah asli indonesia dengan cita rasanya yang memang tiada duanya. Kami tetap mempertahankan bumbu yang digunakan sejak dulu untuk memanjakan lidah penikmat kuliner.

“ Joko Dwi Santoso”

Untuk para penggemar kuliner khas daerah yang kebetulan berada di Wonosobo, luangkanlah waktu anda untuk mencoba kuliner unik bernama mie ongklok. Mie ongklok adalah makanan khas dari  kota kecil Wonosobo, Jawa Tengah, yang kaya dengan cita rasa khas rempah – rempah asli indonesia. Bahan dasarnya terdiri dari mie kuning dan sayuran seperti kubis, kucai, dan beberapa jenis sayuran yang banyak ditemui di Wonosobo, yang direbus hingga matang dengan cara di-ongklok di dalam wadah yang terbuat dari bambu. Ongklok, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai digoyang. Tujuannya adalah agar seluruh mi dan sayuran yang direbus dapat matang secara sempurna. Cara memasak inilah yang menjadi dasar dari nama mie ongklok. Setelah matang, mi dan sayuran tersebut akan disajikan bersama dengan kuah kental yang terdiri dari campuran sari udang, tepung kanji, gula jawa dan beraneka rempah-rempah. Penyajiannya mie ongklok ini akan semakin lengkap  jika dihidangkan bersama sate sapi serta saus kacang.

Selain disajikan dengan sate sapi, mie ongklok  juga sangat cocok dinikmati bersama tempe kemul, yang juga makanan khas wonosobo. tempe kemul sendiri adalah sejenis gorengan berupa tempe yang digoreng dengan berbalut tepung. Dalam bahasa jawa, kemul dapat diartikan sebagai selimut. Maka, sama halnya dengan mie ongklok yang mendapatkan nama “ongklok” karena cara masaknya yang di-ongklok, tempe kemul juga mendapatkan nama “kemul” karena tempenya berselimut tepung. Bedanya dengan tempe goreng biasa, bahan tepung yang membungkus tempe kemul berwarna kuning karena dilengkapi dengan kunyit, serta memiliki campuran daun kucai. Aroma kunyit yang khas dan tambahan kucai memberikan sensasi rasa gurih dan nikmat, yang berbeda dari tempe goreng yang biasanya anda coba di rumah.


Akses Dari Alun-Alun Wonosobo Menuju  Mie Ongklok Umi 

Salah satu tempat yang menyajikan mie ongklok yang sering direkomendasikan banyak orang adalah “warung mie ongklok dan sate bu Umi”.  Warung mie ongklok ini sudah berdiri tahun 1982 dan masih buka sampai sekarang. Warung yang beralamat di Jalan Masjid no.11 Kauman Utara, Wonosobo ini buka dari jam 10.00 sampai 22.00 wib. Dalam sehari rata – rata warung mie ongkok bu Umi bisa menyajikan 100 sampai 200 porsi mie ongklok, jika sedang musim liburan bisa menyajikan 600 sampai 800 porsi perharinya. Bagi anda yang ingin menikmati mie ongklok bu Umi harus datang lebih awal untuk menghindari antrian saat memesannya, terutama jika anda datang  di masa liburan, dimana pengunjung meningkat pesat, karena warung mie ongklok bu Umi mampu menampung pengunjung hingga 50 orang.

 photo MieOngklok_zps530f6671.jpg
Mie Ongklok – foto diambil dari http://v1olet.blogspot.com/

Pada hari biasa, warung ini umumnya ramai pada jam istirahat dan jam pulang kantor. Sementara jika hari libur, sepanjang hari pengunjung akan berdatangan untuk mencoba kuliner khas ini. Harga mie ongklok sendiri relatif murah, yaitu berkisar antara 23.000 rupiah sampai 25.000 rupiah perporsinya. Dengan harga tersebut lidah anda akan dimanjakan dengan satu paket komplit mie ongklok dan sate sapi serta tempe kemul yang penuh dengan cita rasa khas Wonosobo. Pokoknya,  bagi anda penggemar kuliner sejati, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Wonosobo di warung Mie Ongklok Bu Umi. Dijamin mak nyus!

(imammul)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0