Satriyo Arwanto : Musik, Passion, dan Kepedulian pada Lagu Anak
Semua orang tentu bermimpi memiliki profesi yang sejalan dengan passion. Namun hanya secuil dari kita yang berhasil mewujudkan. Terlebih, ketika darinya kita bisa memberikan manfaat yang banyak bagi sesama. Hal menarik seperti ini yang dapat kita temui saat berjumpa dengan Kristian Satriyo Arwanto atau biasa dipanggil Rio. Yuk, simak perjalanannya hingga menjadi inspirator Wonosobo Muda kali ini.
Music is My Passion
Musik telah menjadi mainan Rio sejak SD. Meski disebutnya hanya genjrang-genjreng tidak jelas, cukup menjadi bukti bahwa dia sudah mengenal musik cukup lama. Ia mulai serius bermusik ketika menginjak pendidikan SMP di SMP Kristen 1 Wonosobo. Diikutinya Vocal Group yang dibentuk dalam rangka Porseni, yang lalu berhasil mewakili Wonosobo di tingkat provinsi walau belum mendapatkan juara. Di masa SMA seorang senior mengajak Rio bergabung dalam grup band bernama Evergrind. Bersama Evergrind, Rio dan rekan-rekan se-grup nya berhasil meraih sejumlah prestasi.
Bagi Rio, bermusik tidak hanya masalah keren dan jago, tapi lebih kepada rasa. Jadi, ketika bermain musik orang lain juga bisa menikmati, “Orang bilang, sih, nge-soul,” katanya menambahkan. Ia mengaku mendapat ilmu itu ketika melaksanakan pelayanan musik di gereja, di sana banyak ilmu yang ia peroleh dan mulai merasakan indahnya musik.
Karena sudah jatuh hati pada musik, Rio memutuskan untuk mendalaminya dengan menempuh pendidikan formal. Setamatnya dari SMA 1 Wonosobo ia menjadi mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik, di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Di sana ia mendapatkan banyak ilmu dan sahabat, juga bergabung dengan Violet Orchestra & HIMASIK Wind Orchestra UNY. Tak lama Rio menambah kegiatan bermusiknya dengan bergabung menjadi anggota band RIGBY.
Saat ini Rio sedang menikmati kegiatannya setelah lulus kuliah dengan mengajar ekstrakurikuler band di SMA 8 Yogyakarta dan menjadi session player untuk band-band yang membutuhkan bassist. Ia juga sering sibuk di depan komputer untuk menciptakan lagu dan mengutak-atik software rekaman.
Seni dan Prestasi
Totalitasnya terhadap seni memang tidak tanggung-tanggung. Tak hanya kejuaraan lokal yang ia sabet, tapi juga nasional. Bersama band Evergrind, tiga tahun berturut-turut Rio menjadi The Best Bass Player di Festival Wonosobo Expo tahun 2006-2007 dan tahun 2008 dalam Festival Band Pelajar HAI. Selain bermain musik, Rio juga merambah kompetisi cipta lagu. Di tahun 2013, ia meraih Juara Harapan 1 Lomba Cipta Lagu Mars Pemuda KEMENPORA dan Juara Harapan 3 Lomba Cipta Lagu POP/ROCK Pemuda KEMENPORA serta 10 Besar Festival Lagu Anak PAREKRAF tahun 2014.
Satu prestasi yang cukup berpengaruh dalam hidupnya, bersama Band Rigby Rio berhasil menjadi sepuluh besar LA Lights Meet The Labels 2013. Kini, Band Rigby sudah resmi kontrak dengan label Internasional yaitu Universal Musik Indonesia. “Doakan semoga di awal tahun 2015 single dari Rigby band sudah bisa rilis dan semoga bisa membawa warna baru di musik tanah air,” harapnya.
Rio menjelaskan, dengan mengikuti perlombaan ia menjadi lebih produktif, mendapat banyak teman pencipta lagu sehingga bisa berbagi ilmu dan pengetahuan. Bedanya dengan lomba dalam bentuk band adalah,ia mengerjakan hampir semua musiknya sendiri, namun untuk beberapa instrumen Rio meminta bantuan teman,misalnya penyanyi. Dalam membuat lagu untuk lomba,ia membuat dan merekam musik iringannya sendiri, seperti drum, piano, bass, gitar, dll. Jadi ia bisa leluasa dalam membuat musiknya sesuai dengan apa yang diinginkannya. “Kalau band kan kita garap bareng-bareng, jadi nggak bisa dong semaunya sendiri harus musyawarah mufakat. Hahaha.”
Di luar seni musik yang digeluti pun ia berhasil meraih prestasi, seperti juara Pantomim tingkat provinsi yang diadakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah pada tahun 2006.
Kreasi Lagu Anak
Dalam akun Soundcloud Rio, kita dapat menemukan beberapa lagu anak kreasinya sendiri. Kreasi lagu ini berawal ketika semester 5 di universitas ia mengambil mata kuliah Komposisi, mata kuliah yang mengajarkan cara membuat jenis-jenis lagu termasuk lagu anak. Berdasarkan pengamatannya, anak-anak di sekitarnya jarang menyanyikan lagu anak-anak. Bagi Rio keadaan ini sangat menyedihkan, karena anak SD sudah menyanyikan lagu-lagu patah hati yang seharusnya tidak mereka nyanyikan.
“Ini bukan masalah keren atau tidak, namun lebih pada pertumbuhan jiwa dan mentalnya. Ketakutan saya adalah kalau anak-anak dewasa sebelum waktunya,” ungkapnya dalam wawancara tertulis pada Wonosobo Muda. Event mendukung pun datang bersamaan dengan ia yang memulai proyek lagu-lagu anak. Dengan semangat Rio mencari partner untuk mengikuti Festival Lagu Anak yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan membuat sebuah lagu yang berjudul Indahnya Kebersamaan. Lagu tersebut menceritakan suasana keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang. Inspirasi untuk pembuatan lagu tersebut ia peroleh dari serial televisitahun 90-an, Keluarga Cemara, di mana keluarga menjadi guru utama dalam kehidupan anak. “Puji Tuhan, karya saya masuk sepuluh besar terbaik tanpa jenjang (tidak ada istilah juara, semuanya rata).”
Dari ajang tersebut ia memperoleh banyak teman pencipta lagu anak dan penyanyi-penyanyi cilik berbakat. Setelah festival tersebut usai Rio semakin bersemangat dan kembali membuat lagu, kali ini berjudul Bangun Pagi Siap Meraih Mimpi. Inspirasi lagu ini ia dapatkan dari kisah ayahnya yang ketika kecil beliau harus menempuh jarak sepuluh kilometer dengan jalan kaki untuk sampai ke sekolah.
Nikmati Permainan
Rio berkisah, untuknya pengalaman paling berkesan adalah ketika karyanya dihargai, dinikmati dan bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Sementara halangan baginya ialah ketika ia tidak bisa selalu membawa dan memainkan alat musik kemanapun ia pergi. Melalui Musik ia mendapatkan banyak peluang, seperti relasi. Bahkan banyak relasinya berlatar belakang non-musik. “Bisa keliling Indonesia nggak bayar malah dibayar dan cuma disuruh main nggak kerja… Enak to? Hahaha.”
Ia pun menarik pelajaran dari banyak pengalamannya, bahwa ketika kita menemukan passion, maka harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dinikmati. Karena suatu saat akan sangat bermanfaat.
Melalui tuturannya, ia berbagi saran untuk rekan-rekan di Wonosobo yang mengejar karier dan cita-cita di bidang musik. Ada tiga hal yang wajib, yaitu tekun, berusaha, dan berdoa. Kalau ingin bisa bermain alat musik, kuncinya berlatih. Setiap hari luangkan waktu khusus untuk berlatih alat musik. Mendengarkan banyak referensi musik juga penting. Jangan terlalu fanatik dengan satu genre musik saja jika ingin berkembang. “Nggak usah sirik-sirikan antar komunitas dalam musik, kita semua bersaudara karena dasarnya sama yaitu do, re, mi, fa, sol, la, si.”
Rio menambahkan, “Untuk teman-teman Wonosobo yang gemar bermusik, jangan ragu untuk memainkan musikmu apapun genrenya. Berkaryalah dengan jujur, musik itu dari hati maka bawalah energi positif dalam musikmu. Karena musik dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Nikmati permainanmu, maka orang lain akan menikmati musikmu.”
Sebagai penutup, ia berpesan untuk anak-anak muda Wonosobo, “Semangat belajar, lingkungan sekitar kita banyak memberi pelajaran gratis dan berharga. Manfaatkanlah itu.”
*Korespondensi dengan Rio dapat dilakukan melalui akun twitternya: @satriyoJCC. Beberapa karyanya juga dapat kawan muda nikmati melalui akun soundcloudnya: soundcloud.com/kristian-satriyo-arwanto/
(Agnes, Diena)
***


Leave a Reply