Sehat Financial? Siapa Takut!
Pemahaman untuk mengatur keuangan pada anak muda merupakan hal yang sangat penting. Sayangnya, tidak semua anak muda memedulikan cara me-manage keuangannya dengan baik dan benar. Permasalahan keuangan tanpa kita sadari mulai kita hadapi seiring bertambahnya usia, masalah keuangan ini dapat dimisalkan manakala kita membutuhkan sesuatu atau hendak membeli barang tetapi kita memiliki uang yang cukup dan hanya mengandalkan satu- satunya income yaitu uang yang didapat dari orang tua. Belum lagi untuk anak kos, tanggal- tanggal tua menjadi masa kritis karena uang menipis, dari sini pentingnya mengatur keuangan mulai dirasakan dalam kehidupan sehari- hari. Apalagi masa muda atau remaja sering kali dihadapkan dengan banyaknya life style dalam berbagai tren masa kini, mengatur keuangan tentu saja menjadi penting untuk menghindari pola hidup yang konsumtif bahkan hedonis.
Dalam masalah mengatur keuangan, bukan mengenai seberapa besar jumlah uang kita tapi bagaimana kita menggunakannya dengan optimal. Jadi, meskipun kita memperoleh uang saku atau pendapatan dengan jumlah yang tidak sedikit, tidak menjamin kita dapat mengatur keuangan dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Nah, untuk membantu kawan Wonosobo Muda dalam masalah keuangan, berikut tim redaksi web mencoba merumuskan tips sehat financial dari berbagai sumber,
- Petakan uang yang diterima setiap bulan.
Setiap awal bulan, usahakan kita melakukan pengalokasian uang yang kita dapat, baik uang dari orangtua, hasil usaha, atau sumber dana lainnya. Membagi uang berdasarkan prioritas tujuan penggunaan menjadi awal yang baik agar penggunaan uang yang diterima nantinya sesuai dengan kebutuhan pribadi. Berikut contoh pemetaan yang diterima setiap bulan.
- Uang yang diterima = Rp 1.500.000
- Sisihkan 50 % uang yang dimiliki untuk kebutuhan sehari-hari, jadi Rp 750.000 dialokasikan untuk kebutuhan sehari- hari, seperti uang makan.
- Anggarkan 10 % untuk ditabung atau dinvestasikan, jadi Rp 150.000 nantinya disimpan untuk ditabung.
- 10 % untuk cadangan. Terkadang kita mengalami hal- hal diluar perkiraan, sehingga menyiapkan dana darurat bisa menjadi jalan ketika kita mengalami hal- hal tersebut.
- 25 % untuk sedekah. Satu hal ini jangan pernah lupa, menyisihkan sebagian uang kita untuk tabungan masa depan juga merupakan hal yang penting. Jadi, alokasikan juga uang kita untuk memberi kepada yang berhak!J
- 5 % untuk lain-lain, bisa dimasukkan ke alokasi tabungan, investasi, sedekah atau dana darurat.
*Prosentase diatas hanyalah contoh, silakan sesuaikan alokasi keuangan sesuai kebutuhan dan keadaan keuangan setiap pribadi
- Buat catatan keuangan.
Catatan keuangan bisa kita lakukan dengan menuliskan cash- flow atau aliran uang yang kita miliki. Buat dua kolom pada catatan, tuliskan jumlah uang yang masuk pada kolom satu dan uang yang kita keluarkan di kolom dua. Pencatatan ini dilakukan setiap hari agar kita tahu kemana uang kita dipakai, dan hal ini bisa menjadi evaluasi setiap akhir bulan. Selain itu, mencatat aliran uang kita bisa menjadi sarana transparansi diri sehinggakita dapat belajar mengenai kejujuran dan integritas mulai dari diri sendiri.
- Bedakan kebutuhan dengan keinginan.
Tidak bisa dipungkiri, sebagai anak muda seringkali menghadapai godaan tren masa kini. Baik itu gadget, fashion, dan lain- lain. Nah, sebaiknya pola konsumtif dan cenderung boros ini kita hindari. Mulailah membuat list daftar kebutuhan berdasarkan prioritas. Usahakan hal- hal yang berkaitan dengan keinginan yang kurang penting ditunda terlebih dahulu atau alangkah baiknya kita alokasikan ke kebutuhan lain yang lebih penting dan bermanfaat.
- Budayakan menabung.
Pada pemetaan uang yang kita miliki, kita sudah mengalokasikan sebagian uang kita untuk menabung. Disini, disarankan agar kita memiliki dua tabungan. Tabungan pertama adalah uang yang tadi kita alokasikan untuk ditabung, sebaiknya uang tersebut ditabung di bank, BMT, koperasi, atau sejenisnya. Hal ini untuk menghindari kita sering mengambil uang yang kita tabung dengan semena- mena. Kemudian satu tabungan lagi yaitu berupa celengan. Celengan ini nantinya kita gunakan untuk menyimpan setiap uang receh yang kita terima dari uang kembalian atau lainnya. Apabila celengan yang berisi uang receh ini sudah terkumpul, nanatinya bisa kita gunakan untuk bersedekah, membeli buku, atau untuk hal bermanfaat lainnya.
- Hindari hutang.
Menghindari ‘meminjam’ uang teman adalah salah satu cara bijak dalam menggunakan uang yang kita miliki. Sebisa mungkin kita berhutang, kecuali jika benar- benar mendesak dan kita tidak mempunyai pilihan lain. Dengan syarat, kita harus segera mengembalikan. Karena sekali kita nyaman dengan berhutang, nantinya bisa menjadi kebiasaan.
- Mulai berwirausaha.
Sebagai anak muda, alangkah baiknya kita memulai untuk berwirausaha. Selain sebagai wadah menuangkan ide dan hobi yang kita miliki, berwirausaha dapat menambah uang saku kita sehingga kita tidak hanya mengandalkan uang pemberian orang tua kita. Dan tidak lupa pendapatan dari wirausaha ini dapat menjadi modal investasi masa depan.
Demikian beberapa tips mengenai sehat finansial ala anak muda. Siklus keuangan dapat berjalan dengan baik jika kita mengatur keuangan kita secara konsisten. Mengatur keuangan diri sendiri merupakan benih yang baik, dimana suatu saat tentu kita akan mengatur keuangan keluarga dan bisa jadi keuangan suatu kelompok. Tidak akan ada lagi istilah ‘Kanker, kantong kering’ lagi jika kita mampu mengatur keuangan kita sesuai dengan kebutuhan kita.
Semoga tips diatas dapat membantu kawan Wonosobo Muda! Selamat mencoba! Terimakasih.
(Kharisma K)
Sumber : http://arryrahmawan.net/4-strategi-mengatur-keuangan-untuk-mahasiswa/

Leave a Reply