Teknik Nuklir? Wah, Kawan muda terutama kaum perempuan pernah terlintas pikiran untuk kuliah atau bahkan memiliki karir di bidang teknik nuklir tidak? Jangan khawatir karena kisah inspiratif WM kali ini akan mengupas cerita dari salah satu anggota Wonosobo Muda yang memilih bidang yang masih sangat sedikit peminatnya ini. Tak lain dan tak bukan, Ialah Samsiatun Mudzkhiyah atau biasa dipanggil Samsi. Ia berhasil membuktikan bahwa perempuan dari kota kecil seperti Wonosobo bisa menaklukkan bidang Teknik Nuklir! Bagaimana ceritanya Samsi bisa masuk bidang ini? Apa saja yang ia kerjakan dan apa yang bisa Kawan muda sekalian teladani? Yuk disimak ceritanya berikut.

 

Tertarik Sains sejak Kecil

Samsi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dua kakak perempuan, dan satu adik laki-laki. Ketiga saudara saudarinya tidak mengambil pendidikan di universitas, melainkan menempuh studi di Pondok Pesantren. Ayah & Ibu Samsi saat ini mengelola warung atau toko yang menjual kebutuhan sehari-hari di rumah. Ayahnya dulu pernah bertani, berdagang, dan juga mengoperasikan delman/dokar. Ibu Samsi dulu pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga dan asisten toko grosir. Ia dididik oleh keluarganya menjadi pribadi yang sederhana dan mandiri.

Samsi mengaku sudah tertarik dan suka dengan ilmu sains sejak duduk di bangku sekolah dasar. Gadis yang hobi memasak dan mendengarkan musik ini merupakan alumni SD Negeri 2 Wonosobo, SMP Negeri 2 Wonosobo, dan SMA Negeri 1 Wonosobo. Setelah lulus SMA dan memasuki dunia kuliah, Samsi tertarik dengan jurusan Teknik yang merupakan salah satu penerapan sains dan matematika. Saat itu Ilmu Fisika adalah favorit Samsi, dan ia sangat tertarik dengan Teknik Nuklir, yang hanya ada satu di Indonesia yaitu di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Tahun 2011, Samsi berhasil diterima menjadi mahasiswi jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Sempat Bekerja di Perusahaan Start-Up dan Terbang ke Amerika

Setelah lulus sebagai Sarjana Teknik dari UGM, Samsi memulai karirnya untuk mendalami keilmuan teknik nuklir. Ia bergabung di Perusahaan rintisan milik dosennya. Dosen Samsi mendirikan perusahaan bidang nuklir pada tahun 2016, Samsi kemudian begabung pada bulan Februari 2017. Posisi awal masuk perusahaan tersebut, Samsi bekerja sebagai research assistant kemudian  posisinya berganti menjadi staf manajemen dan administrasi.

Perusahaan tersebut selain sedang membangun pabrik pemanfaatan radiasi untuk sterilisasi di Surabaya, juga mengadakan kegiatan riset bidang nuklir, dan berencana untuk memproduksi radioisotop. Produksi radioisotop tersebut rencananya akan dibangun di Amerika Serikat karena di sanalah permintaan pasar terbesar terhadap produk radioisotop. Dalam rangka rencana produksi radioisotop tersebut perusahaan ini bekerja sama dengan dengan institusi di Amerika Serikat untuk dapat menggunakan reaktor nuklirnya untuk produksi. Samsi kemudian dibawa oleh Direktur perusahaan tersebut ke Amerika untuk membantu beliau menyiapkan rencana kerja sama dengan salah satu institusi pemilik reaktor nuklir di negeri Paman Sam tersebut. Di bulan Agustus 2017, ia diajak untuk mengunjungi negara bagian Missouri, Amerika Serikat selama sepuluh hari untuk rencana kerja sama tersebut. Bulan Februari 2018, ia kembali terbang ke Amerika selama tiga bulan untuk mengunjungi tiga negara bagian, yaitu North Carolina, Massachusetts, dan New York.

Meskipun begitu, ternyata ini bukan pertama kalinya Samsi terbang ke Amerika. Saat kuliah dulu, Samsi juga pernah mendapatkan rejeki mengunjungi Amerika untuk pertama kalinya. Ia dan dua orang teman serta dosen ke sana dulu untuk mendatangi konferensi Annual Meeting yang diadakan International Nuclear Material Management (INMM), di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Total sekitar 14 hari di sana, seminggu awal ia habiskan untuk mengikuti pelatihan Nuclear Security di Oakridge National Laboratory, Tennessee dan seminggu akhir ia mengikuti konferensi di Atlanta. Samsi mengaku sangat bersyukur diberi kesempatan ini, ia tidak pernah menyangka namun semua terjadi begitu saja karena ia menekuni bidang yang dijalaninya.

Bekerja di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Indonesia

Samsi kemudian melanjutkan karirnya sebagai CPNS di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Jakarta Pusat. Tempatnya bekerja sekarang adalah institusi yang memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Pengawasan ini sangat penting karena, selain memiliki manfaat yang sangat besar, penggunaan tenaga nuklir juga memiliki dampak bahaya radiasi. Pengawasan BAPETEN akan menjamin keselamatan, keamanan, dan safeguard dari pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, yang saat ini sudah banyak diterapkan di bidang kesehatan, penelitian, industri, pertanian dan lain sebagainya.

BAPETEN membagi obyek pengawasannya ke dalam dua clusteryaitu instalasi bahan nuklir (reaktor nuklir daya, reaktor nuklir non daya, dan instalasi nuklir non reaktor) dan fasilitas radiasi dan zat radioaktif (FRZR bidang kesehatan dan FRZR bidang penelitian dan industri). Kegiatan pengawasan BAPETEN terdiri dari 3 pilar utama yaitu, pengaturan (pembuatan peraturan tentang kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir), perizinan (layanan penerbitan izin pemafaatan tenaga nuklir) dan inspeksi (memastikan ditaatinya syarat-syarat dalam perizinan dan peraturan ketenaganukliran). Untuk mendukung ketiga pilar utama tersebut, BAPETEN memiliki pusat pengkajian keselamatan nuklir.

Samsi berhasil masuk di BAPETEN melalui proses seleksi CPNS tahun 2018, TMT 1 Maret 2019. Ia melamar jabatan fungsional Pengawas Radiasi di bagian Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) yang mana di bawah Deputi Perizinan dan Inspeksi. Dalam satu tahun ini, Samsi akan mengikuti beberapa pelatihan CPNS, seperti Pelatihan Pengenalan Organisasi, Tour of Duty dan Latsar CPNS. Ia sangat bersyukur karena bidang ini sangat sesuai dengan latar belakang pendidikannya, yaitu Teknik Nuklir. Ia memiliki target ke depan, dalam hal profesi menjadi inspektur (petugas inspeksi nuklir BAPETEN) dan melanjutkan pendidikan melalui tugas belajar dari kantor.

 “Alhamdulillah, untuk mendapatkan posisi sekarang ini saya diberi banyak kemudahan. Berkat pengalaman bekerja di salah satu start-up company, bidang nuklir juga, jadi ini membantu saya keeping on the track, dan saat wawancara di Bapeten banyak yang bisa saya explore.”

Tantangan dan Keterwakilan Perempuan

Samsi menemui cukup banyak tantangan ketika merintis karir di bidang nuklir. Ia mengaku bidang ini termasuk susah untuk dijalani. Saat kuliah, ia bahkan pernah mendapatkan semua nilai dari nilai A sampai E. Tantangan lain ketika menekuni bidang ini adalah fakta bahwa stigma negatif masyarakat masih sangat melekat untuk nuklir. Masih banyak orang yang tahu tentang nuklir hanya soal bom, radiasi, kecelakaan Fukushima, mandul, mutasi genetik dan semacamnya. Sehingga proses edukasi pemahaman tentang tenaga nuklir masih perlu untuk dilakukan. Tantangan lain juga adalah kapan kira-kira Indonesia mau memiliki PLTN? Namun, bagi Samsi ini semua menjadi tugas ia dan orang-orang nuklir lainnya untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan memberikan fakta-fakta yang benar tentang nuklir. Ia percaya bahwa bidang nuklir akan selalu goes to global, baik dari segi bahan belajar, isu-isu terkini apalagi kesempatan-kesempatan konferensi, pelatihan dan kerjasama dengan Univ atau institusi dari seluruh dunia, sehingga kesempatan di bidang ini sebenarnya masih cukup besar.

Samsi juga menambahkan bahwa perempuan sudah cukup banyak terwakili di bidang ini, hanya memang jumlahnya masih lebih sedikit dari laki-laki. Dunia nuklir sendiri punya organisasi Women in Nuclear yang berisi perempuan-perempuan nuklir di seluruh dunia. Tidak ada stereotype tertentu yang ia temui ketika menjalani bidang ini. Ia merasa bahwa perempuan punya potensi yang sama dengan lelaki di bidang ini, siapa saja yang memiliki kemampuan saat ini bisa menduduki posisi apapun.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Merintis Karir di bidang teknik nuklir memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran luar biasa bagi Samsi. Dahulu ia dikenal sebagai orang yang sangat tertutup, segala sesuatu ia urus dan putuskan sendiri, ia juga mengaku sebelumnya sering overthinkingdan insecure, yang kemudian menjadi hambatan terhadap perkembangan diri dan kehidupan sosialnya. Namun, kemudian ia berusaha belajar untuk lebih terbuka dan berkomunikasi dengan teman, keluarga dan orang-orang sekitar. Ia juga menamkan dalam diri bahwa segala sesuatu tidak harus sesuai dengan apa yang kita mau, karena hidup selalu dapat memberikan pelajaran dengan caranya. Untuk itu ia berpikir kenapa kita tidak memilih menikmati saja?

“Bagi saya tanggung jawab, menjadi profesional dan do our best itu wajib namun jangan lupa untuk enjoy your life, sesekali mengeluh dan “sambat” itu manusiawi.”

Kepada Kawan muda, Samsi memberikan beberapa pesan:

Mengetahui apa yang yang ingin kamu lakukan dalam hidup seawal mungkin itu sangat beruntung. Dengan segala kemudahan saat ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk mengggali potensi kalian. Jika kalian ingin menekuni bidang STEM, mempunyai dasar kemampuan logika, matematika dan sains tentu akan sangat membantu. Bagi teman-teman perempuan, bidang STEM saat ini sudah banyak diisi oleh perempuan, jadi jika kalian memang minat kenapa tidak? Saat ini siapapun bisa menjadi apapun!

Bagaimana Kawan muda, menarik bukan cerita dari Samsi? Ada yang tertarik untuk mengikuti jejaknya menjadi calon ahli nuklir di Tanah air? Ayo jangan takut! Kawan muda juga bisa berkorespondensi langsung dengan Samsi lewat media sosialnya di Facebook Samsiatun Mudzkhiyah, Twitter @SamsiatunM, dan Instagram @samudzkh

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0