Artikel ini saya tulis berdasarkan jawaban seseorang di social media Quora, dengan pertanyaan ‘Social Advice: How should a 22-year-old invest time?’ Karena jawaban-nya bagus, jadi saya ringkas dengan bahasa saya sendiri.

Sebelum kita membahas isu pokok kita, mungkin teman-teman ada yang bertanya apa itu Quora? Quora adalah salah satu media social yg menghubungkan orang2 dengan ketertarikan pada topik tertentu untuk saling tanya jawab. Di sana kita bisa memilih topik yang ingin diikuti (di-follow). Kita bisa bebas bertanya dan menjawab pertanyaan orang lain sesuai kategori topiknya. Dan juga bisa berbagi ide tentang topik itu. If Facebook connects people, then Quora connects ideas. Jawaban atas semua pertanyaan di sana adalah murni opini. Tapi banyak juga jawaban yang bagus dari para expert, jadi bisa menambah pengetahuan. Monggo dicoba kalau tertarik 😀

Mendengar kata investasi, biasanya pikiran kita akan langsung tertuju pada satu kata: uang atau asset. Tapi ternyata investasi ga cuma itu loh. Untuk kita yg masih usia 20-an, atau mendekati usia itu, ada investasi yg lebih penting, yaitu investasi waktu. Maksudnya menginvestasikan waktu di masa ini dengan melakukan hal yg akan membuat hidup kita lebih berharga dan bahagia. Misalnya,investasikan waktu kita untuk membuat kebiasaan yang baik. Dan kebiasaan itu tidak perlu muluk-muluk, bisa sesuatu hal yg sederhana, misalnya bangun pagi. Lakukan secara rutin. Lama-lama biasanya kita akan melakukan nya secara tidak sadar. Sederhananya, misalkan saja ketika kita mengikat tali sepatu, jika sudah menemukan cara tali temali yg nyaman, maka secara tidak sadar kita akan mengulanginya terus.Terdengar teoritis ya? Makanya ayo buktikan!

Menurut teori psikologi, butuh waktu paling tidak 21 hari untuk membiasakan sesuatu. Tapi setiap kebiasaan butuh waktu yang beda-beda. Investasikan waktu untuk membiasakan sesuatu yang menurut kamu bermanfaat, paling tidak ulangi mulai dari 21 hari sampai 1 bulan. Memulai suatu kebiasaan memang tidak mudah. Tapi, sekali dilakukan dan diteruskan, yang tidak biasa akan jadi terbiasa juga.

Nah, si penulis jawaban menganjurkan untuk melakukan beberapa kebiasaan umum berikut ini. Tidak masalah nanti akan jadi akademisi, pekerja atau bahkan ibu rumah tangga. Semua anjuran berikut pasti berguna, karena kebiasaan ini bersifat universal.

1.Take care of your health

Kesehatan itu penting, tapi kadang kita enggan atau malas melakukan hal-hal yang membuat badan sehat. Misalnya lebih memilih pergi naik motor daripada jalan kaki padahal jaraknya dekat karena alasan malas. Walaupun kadang kita menganggap tubuh kita tidak sempurna, tapi itulah satu-satunya tubuh yang kita punya. Tidak ada yang lain. Dan dengan menjaga kesehatan tubuh kita sekarang, tubuh kita-lah yang akan menjaga diri kita ketika usia sudah menginjak kepala empat, lima atau lebih.

Coba habiskan waktu 30-60 menit sehari ntuk melakukan exercise atau olahraga ringan, misalnya jalan kaki, ke gym atau sekedar stretching ringan. Untuk pekerja kantor apalagi, setelah setiap hari dihabiskan di meja kantor bersama laptop, harus banyak diimbangi dengan bergerak. Kamu juga bisa membiasakan diri makan makanan yang sehat, salah satu caranya dengan menghindari junk food. Coba minimalkan makan makanan yang diolah seperti roti, biskuit, makanan buatan pabrik dan sebagainya. Meskipun enak, tapi jika terlalu sering dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh. Jangan termakan iklan tentang kandungan gizinya, karena sesungguhnya makanan olahan alam seperti buah dan sayur itu jauh lebih disukai oleh tubuh.

  1. Take care of your mind

Selain tubuh yang perlu dijaga, penting juga untuk menjaga pikiran kita agar selalu positif, tidak banyak pikiran negatif dan prasangka buruk ke orang lain. Apalagi sekarang banyak berita-berita yang kadang sengaja dibuat negatif. Kita harus pintar-pintar memilih, mana yg perlu dibaca mana yang tidak.

Lalu, bagaimana agar pikiran dan hati kita dipenuhi oleh sesuatu yang menyehatkan? Pertama, kamu bisa banyak membaca buku yg disukai, atau membaca berita yang disukai. Baca juga buku yg membuat kita ‘sehat’ seperti buku motivasi, buku literatur, buku non fiksi, buku fiksi, buku parenting atau buku yang menambah pengetahuan positif yang berguna untuk masa depan. Kalau bisa, baca setiap hari dan rutin, walau hanya 30 menit. Buku akan menstimulasi otak kita untuk selalu berproses dan membuka pikiran kita, sehingga kita akan menjadi pribadi yang terbuka dengan ide ide baru.

Selain membaca buku, kita juga bisa membiasakan diri untuk menulis sebagai bentuk rasa sayang kita pada pikiran. Menulis adalah salah satu cara untuk menuangkan pikiran ke dalam realita, dan cara agar ide kita tidak hilang begitu saja karena lupa.
Menulis juga berguna untuk mengungkapkan masalah, jika sudah ditulis biasanya akan lebih jelas sebabnya, sehingga kita bisa mencari solusinya. Atau jika kita sedang jatuh hati pada seseorang, tulis saja hal yang membuat kamu jatuh hati, tulis apa yang dirasakan (walaupun tidak di-publish). Tulisan akan menjernihkan pikiran kita tentang perasaan, kehidupan, dan memperjelas mana yang salah dan mana yang benar. Dengan menulis, kita akan mudah mengenali pikiran kita dan memperjelas bagaimana cara kita berpikir dan cara kita memandang kehidupan. Cari tau juga tips menulis yang baik. The better you write, the better you think.

Selain membaca dan menulis, kita juga dianjurkan untuk terbiasa mencoba hal baru. Tidak usah muluk-muluk, sederhana saja misalnya mencoba olahraga baru yang belum pernah kita pelajari, atau belajar memasak, atau mencoba berkebun. Mencoba hal baru sama dengan mempelajari hal baru. Hindari juga menonton hal yang tidak beresensi, seperti drama yang terlalu banyak sedihnya. Karena kita akan terbawa perasaan dan mengurangi waktu untuk melakukan hal produktif.

  1. Take care of your relationship

Kita dilahirkan di dunia ini, dan by default kita sudah mempunyai saudara, orang tua, tante, om dan lain-lain. Seiring berkembangnya waktu, kita juga mengenal banyak orang di sekolah, kampus, tempat kerja, komunitas dan sebagainya. Biasakan menjaga hubungan baik dengan mereka semua. Walaupun tidak semuanya disukai, tapi merekalah yang mewarnai hidup kita, dan beberapa merupakan anugerah Tuhan untuk kita. Hubungan yang baik akan membuat pikiran dan hati kita nyaman.Beberapa hal kecil yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara lain:

– Mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman yang kita kenal. Jaman sekarang sudah ada Facebook yang menjadi pengingat ulang tahun setiap orang. Lebih bagus lagi jika bisa ingat ulang tahun orang terdekat kita tanpa Facebook 🙂
– Biasakan memaafkan orang yang menyakiti kita sebelum mereka minta maaf. Mungkin tidak mudah, tapi percayalah sekali dicoba akan sangat menentramkan hati kita 🙂

  1. Take care of your finance

Tidak peduli dilahirkan dalam keluarga kaya atau miskin, menjaga keuangan tetaplah menjadi tugas kita. Walaupun orang tua menjamin keuangan kita, mengirimi setiap bulan, adalah tanggung jawab kita untuk mengatur keuangan kita sendiri. Jika kita terbiasa mengatur keuangan dari muda, ketika sudah berkeluarga kita tidak akan kaget dalam mengatur keuangan meskipun keuangan keluarga tentu lebih rumit dan kompleks. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur keuangan antara lain

– Jika kamu sudah berpenghasilan, pastikan pengeluaran tidak lebih dari pendapatan. Catat semua pengeluaran baik yang rutin atau pun yang dadakan. Jika ternyata pengeluaran lebih besar, cari penghasilan tambahan agar segera tertutupi, misalnya bekerja freelance atau mengajar. Pun jika kamu belum punya penghasilan, jangan sampai uang kiriman orang tua habis sebelum masanya. Biasakan mandiri dan tidak langsung meminta lagi jika habis.

– Prioritaskan kepentingan yang mendesak dalam menghabiskan uang. Dan jangan lupa sisihkan sedikit untuk ditabung, sedikit namun rutin. Tabungan itu kelak bisa dibelikan asset seperti rumah atau untuk investasi.

– Kalau bisa, jangan sampai memakai kartu kredit. Kartu kredit tidak akan menambah daya beli kita. Tapi hanya memberi ilusi bahwa daya beli kita bertambah, padahal tidak. Karena kita harus tetap membayarnya, ditambah dengan bunganya.
Kartu kredit juga bisa memancing kita untuk membeli lebih dari yang dibutuhkan, apalagi jika ada diskon.

  1. Take care of your communication

Hal dasar yang dilakukan semua umat manusia di dunia adalah komunikasi. Maka tak heran jika mis-komunikasi menjadi salah satu sumber masalah. Jadi tidak salah jika kita belajar bagaimana berkomunikasi secara baik dan efektif. Komunikasi tidak hanya tentang bagaimana kita berbicara, tapi bagaimana kita mendengarkan orang lain, bagaimana kita berkomunikasi dengan menulis. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan komunikasi?
Coba belajar untuk mengkomunikasikan sesuatu dengan sederhana. Belajar seolah-olah akan menyampaikan sesuatu itu ke anak usia 10 tahun. Maka orang akan mudah mengerti. Latih diri kita untuk bisa menyampaikan sesuatu yang rumit menjadi sederhana. Kata-kata yang terlihat keren tidak selalu baik dalam konteks komunikasi, percuma kalau keren tapi tidak dimengerti oleh orang lain. Pelajari juga kata-kata (vocabulary) baru pada setiap kegiatan kita. Hal itu akan membantu kita dalan mempelajari hal baru, membuat lebih cepat paham dan cepat dalam merespon sesuatu.

 

Kebiasaan-kebiasaan di atas akan meningkatkan kualitas hidup jika kita melatih diri untuk melakukannya. Peningkatan kualitas dapat terjadi baik dari segi fisik maupun emosi.
Semakin bertambah umur kita, kebahagiaan juga semakin bertambah, badan makin sehat, pikiran tenang, emosi terjaga, komunikasi lancar, dan hubungan dengan pasangan, teman saudara makin harmonis.

Walaupun usia kita semakin bertambah, dengan terus melakukan kebiasaan kecil yang baik, actually we’re not getting older, but we’re getting better.

sumber: www.classycareergirl.com

 

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0