WhatsApp-Image-20160726

Tahukah teman-teman, sejak tahun 2014 Wonosobo mendeklarasikan diri sebagai Human Right City ? Hal itu disahkan dengan keluarnya Peraturan Daerah Kabupaten Ramah HAM pada April 2016 lalu. Apa itu human right city? Apa ya dampaknya bagi warga Wonosobo?

Human Right, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut denganHAM (Hak Asasi Manusia) adalah kata yang sudah familiar di telinga kita. Dengan mendeklarasikan diri sebagai Human Right City, Wonosobo ingin menjadi kota yang ramah HAM, yaitu ramah terhadap hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan serta hak atas rasa aman dan hak perempuan. Tahun kemarin Wonosobo mendapat peringkat 2 Kota Ramah HAM se-Jawa Tengah. Sebuah peningkatan yang cukup drastis, mengingat pada tahun sebelumnya Wonosobo berada pada peringkat 8.

Sejak tahun 2013, Wonosobo juga telah 3 kali mengikuti acara internasional World Human Rights Cities Forum (WHRCF), dengan mengirim beberapa perwakilan yang terdiri dari bupati dan beberapa pegawai pemerintah daerah. WHRCF sendiri adalah acara tahunan yang yang diselenggarakan oleh para aktivis HAM dan para stakeholder pemerintah dalam rangka mewujudkan kota yang ramah HAM.

Lalu, apa sih tujuan sebuah kota menjadi ramah HAM? Secara garis besar, kota ramah HAM akan memberikan dampak positif bagi perbaikan layanan publik, penghormatan dan toleransi, serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Misalnya pembangunan fasilitas publik yang bisa memfasilitasi kaum difabel, kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, program pengembangan keterampilan dan ekonomi masyarakat, serta adanya kesempatan berkarya yang sama untuk perempuan dan laki-laki.

Pada bulan Juni kemarin, pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama beberapa komunitas, dan DESK Wonosobo Ramah Ham, mengadakan Focus Group Discussion di Jogjakarta untuk menyusun Rencana Aksi Daerah Wonosobo Ramah HAM (Kemudian disingkat RAD HAM). DESK Wonosobo Ramah HAM merupakan tim yang dibentuk bupati yang terdiri dari PNS lintas dinas untuk fokus mengawal pencanangan Wonosobo Ramah HAM. Selain itu diundang pula perwakilan dari masyarakat. Salah satunya Wonosobo Muda, yang juga diundang untuk turut terlibat. RAD HAM sendiri adalah suatu langkah aksi yang dirancang pemerintah untuk mewujudkan Perda tentang Wonsobo Ramah HAM, yang akan dievaluasi dan dikawal bersama. Hasilnya antara lain adalah Festival Merdeka, Temu Komunitas dan masih banyak lainnya.

Sebagai salah satu langkah konkritnya, pemerintah akan melaksanakan kegiatan bernama Festival Merdeka, dalam rangkaian HUT Wonosobo yang ke-191. Apa itu Festival Merdeka?

Festival Merdeka merupakan acara baru dalam peringatan HUT Wonosobo, yang bertujuan untuk menyebarkan nilai toleransi kepada masyarakat. Acara ini akan dilaksanakan dari tanggal 11-13 Agustus di Gedung Sasana Adipura. Acara ini ingin mengajak semua elemen dan lapisan masyarakat, dan berbagai komunitas di Wonosobo untuk turut berpartisipasi. Acara ini mempunyai beberapa sub kegiatan, yang terdiri dari berbagai macam tema. Penasaran? Follow dulu akun Festival Merdeka

Twitter : @festivalmerdeka
Instagram : @festivalmerdeka
Page Facebook : Festival Merdeka

Nantikan di tulisan selanjutnya 😀

(Apid)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0