1443346335497

             “Hidup harus berani mencoba sesuatu hal yang baru! Berani mencoba! Kadang hidup memang harus tidak adil, agar kita semua tahu bagaimana rasanya berusaha untuk meraih kesuksesan.” —Abib

            Abib, begitulah pemuda ini disapa. Pemuda berusia dua puluh tiga tahun ini sebenarnya bernama lengkap Ahmad Abib Cahyono. Lahir dari pasangan Bapak Pramono dan Ibu Mujilah, Abib memiliki seorang saudara kandung. Lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini pernah menempuh pendidikan di tempat yang variatif, yakni SD Negeri 2 Lampung Timur, SMP Muhammadiyah Tempuran Magelang, dan SMA Negeri 2 Wonosobo.

            Terlahir dari orangtua yang aktif berniaga mendorong Abib untuk mengikuti jejak orangtuanya. Kini, ia adalah owner dari Brayan Milk Bar. Cafe yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 186, Yogyakarta ini ia dirikan pada bulan Juli 2015. Seperti namanya, Brayan Milk Bar menyediakan susu dengan variasi rasa mencapai 20 jenis. Bukan hanya sekedar cafe, Brayan Milk Bar juga memberikan fasilitas buku bacaan bagi pengunjung yang gemar nongkrong sambil membaca. Tidak hanya itu, melalui bisnisnya ini Abib menyalurkan kepeduliannya kepada sesama dengan adanya program “Rabu Berbagi”. Program ini berupa pembagian susu oleh Brayan Milk Bar kepada masyarakat yang kurang mampu. Program ini terbuka bagi siapapun yang tertarik untuk bergabung, tidak hanya diikuti oleh intern Brayan Milk Bar saja. Program “Rabu Berbagi” diselenggarakan setiap hari Rabu malam mulai pukul 21.00 WIB.

brayan

Restu Orangtua adalah Restu Tuhan

            Berawal karena terlahir di keluarga dengan dunia bisnis, Abib tertarik pula untuk mengikuti jejak kedua orangtuanya. Melihat bagaimana kedua orangtuanya berjuang dalam mempertahankan bisnisnya, Abib merasa tertantang untuk terjun langsung ke dalam dunia bisnis. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di jurusan Manajemen Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selepas lulus SMA. Meski begitu, Abib tidak serta-merta mendapatkan restu dari orangtuanya. Pasalnya, kedua orangtua pemuda ini menginginkan dirinya untuk menjadi karyawan kantoran. Lulus kuliah, ia bekerja pada suatu instansi di Lampung. Namun karena bekerja di kantor bukanlah passionnya, Abib memutuskan untuk resign. Dengan sabar, ia menjelaskan kepada kedua orangtuanya bahwa dirinya ingin terjun ke dunia bisnis.

            “Dan pada akhirnya orangtua saya memberikan restu kepada saya untuk terjun ke dunia bisnis. Karena saya yakin bahwa restu Allah tergantung restu orangtua,” jelasnya pada Wonosobo Muda.

            Abib memilih kuliner sebagai bidang yang akan ia dalami dalam berbisnis. Abib menilai, bisnis kuliner adalah bisnis yang tidak ada matinya. Apalagi dengan kondisi konsumen saat ini yang ia fokuskan pada kalangan mahasiswa, yang notabene gemar untuk nongkrong bersama kawan-kawannya, entah hanya dalam rangka bercanda, meet up, sharing, atau yang lainnya. Abib optimis bisnisnya akan berkembang semakin maju di masa depan.

            Saat ini, bisnis Abib telah berjalan selama empat bulan. Abib masih terus mengembangkan kreatifitas untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang jumlahnya tidak sedikit. Ia terus melakukan inovasi pada produknya agar berbeda dengan produk kompetitornya. Selain rasa yang terus-menerus disesuaikan agar leih pas di lidah, harga yang ditawarkan Brayan Milk Bar juga tidak terlalu tinggi. Hal ini dilakukan untuk menarik minat konsumen utamanya, yakni mahasiswa dan masyarakat kalangan menengah ke bawah.

        Tantangan yang harus Abib jalani saat ini diantaranya adalah bagaimana cara agar Brayan Milk Bar dapat bersaing dan tetap bertahan dari kompetitor. Perlu diketahui bahwa di Jogja sudah cukup banyak bisnis yang bergerak di bidang kuliner sehingga persaingan sangat ketat. Beruntung, Abib selalu mendapat support dari keluarga dan orang-orang tercinta. Hal itu menjadi salah satu motivasinya untuk tetap bersemangat dalam membangun bisnis ini. Meski begitu, Abib merasa ada hambatan yang masih ia hadapi saat ini, yakni masalah tempat yang kurang luas. Hal ini menyebabkan para pengunjung yang datang sering kehabisan tempat duduk.

            Dalam membangun bisnis, Abib memberikan beberapa tips yang barangkali bisa ditiru oleh teman-teman yang ingin mendirikan bisnis juga: tekad dalam berbisnis harus kuat, memiliki konsep yang jelas, berani berinovasi, dan kreatif. Abib juga menekankan bahwa tindakan nyata lebih penting daripada sekedar omongan yang belum terealisasi. Ia berpesan kepada seluruh anak muda di Wonosobo agar melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus SMA.

            “Didalam dunia perkuliahan, selain kita mendapatkan teori, kita juga bisa mengembangkan potensi yang kita miliki untuk berkarya. Entah itu di bidang bisnis atau bidang lainnya,” terangnya.

            Di luar kegiatannya sebagai pebisnis, Abib ternyata cukup peduli dengan anak-anak muda Wonosobo lainnya. Ia memiliki mimpi untuk menyediakan wadah bagi bibit-bibit unggul Wonosobo untuk mengekspresikan dirinya. Hal ini berawal dari keprihatinan pribadinya atas adanya anak-anak muda yang bertalenta dalam bidang musik, membaca puisi, melukis, dan lain-lain tetapi tidak tahu ke mana harus menyalurkan kemampuan mereka. Wah, mulia sekali ya!

            Nah, gimana, Guys, oke kan bos muda satu ini? Selain ulet, ia juga peduli kepada sesama dan lingkungan sekitarnya. Buat kamu yang penasaran dengan rasa susu Brayan Milk Bar, bisa langsung datang ke Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 168, Yogyakarta. Atau kalau kamu berniat untuk kepo soal asyiknya tempat ini dan ingin bergabung bersama Brayan Milk Bar untuk bagi-bagi susu, buka saja akun Instagramnya (@brayan.milkbar). Sukses terus ya, Abib!

Baca Juga: 7 Anak Muda Wonosobo di Bawah Usia 25 tahun yang Membangun Bisnis dari Nol

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0