Hallo, sobat Wonosobo yang selalu kece dan enerjik. Gimana, masih bingung memikirkan mau jadi apa kalau sudah besar nanti? Tenang, Tim Redaksi Wonosobo Muda akan tetap setia kok untuk bagi-bagi info mengenai berbagai macam profesi yang akan menambah wawasan kamu. Nah, Job and Career kali ini akan membahas mengenai Account Executive.

img-20161107-wa0002

Apa sih Account Executive itu?

Account Executive adalah orang yang bertugas untuk menghubungkan klien dengan agensi, mengkomunikasikan bagaimana keinginan klien kepada tim kreatif social media management, dan memberikan penawaran kepada calon klien yang potensial

Profesi ini digeluti oleh seorang anak muda asli Wonosobo yang saat ini tinggal di Yogyakarta,  Nurul Karima namanya, atau biasa dipanggil Rima. Rima saat ini bekerja sebagai Account Executive di sebuah social media management agency. Perusahaan tempat Rima bekerja ini adalah sebuah agensi yang menyediakan jasa bagi perusahaan yang ingin mengelola akun sosial media miliknya.

Oh gitu, terus kerjanya ngapain?

Pekerjaan Rima adalah menghandle klien, menyampaikan keinginan klien seperti apa untuk aktivasi sosial medianya, mengontrol kualitas konten di sosial media maupun website klien, dan membantu proses kreatif untuk aktivasi di sosial media. Selain itu, Account Executive juga membuat proposal untuk diberikan kepada klien potensial. Account Executive juga diberikan target dalam pekerjaannya. Karena perusahaan ini adalah sebuah agensi manajemen media sosial bagi perusahaan lain, maka target bagi Account Executive juga tidak jauh-jauh dari follower, konten, dan lain-lain.

“Biasanya adalah progress di sosial media, semisal untuk produk baru dari kami adalah akun travelling di Instagram yang dijadikan laboratorium untuk percobaan, kami dipaksa kreatif secara original menaikkan followers tanpa beli. Ditargetkan hingga akhir tahun bisa menaikkan hingga sejumlah followers, misalnya seribu.” Jelas Rima.

Suka-dukanya bekerja sebagai Account Executive apa saja, Rima?

“Suka-nya adalah aku gak harus ngantor, hehe… yang penting monitoringnya. Selanjutnya aku suka banget karena di sini kita dituntut kreatif dan update sama isu sosial media, serta isu-isu digital yang lagi berkembang. Begitu juga proses negosiasi yang menuntut untuk berkomunikasi sama klien dengan baik. Yang pasti menambah banyak link juga ya, barangkali bisa ada kerjasama kedepannya.

Namun, saat performance tim kurang bagus, aku adalah media protes dari klien, jadi harus menutupi keburukan perusahaan dan mendengarkan keluhan klien, disitu sih yang kadang sulit. Kadang klien juga belum paham tentang sosial media manajemen ini apa. Yang mereka mau ada progress penjualan aja, sedangkan itu sebenarnya bukan sepenuhnya tanggung jawab kami, jadi harus menjelaskan juga ke mereka, mengedukasi apa itu social media managment agency.”

Kalau mau jadi Account Executive, skill apa saja sih yang dibutuhkan?

Rima menjawab mantap ketika diberikan pertanyaan di atas, ”Yang pasti adalah skill komunikasi yang baik yah untuk bernegosiasi. Punya wawasan yang luas, setidaknya tahu sedikit dalam banyak hal. Karena kalau seorang Account Executive omongannya kosong, nanti bisa diragukan oleh klien.  Yang pasti wawasan yang luas itu sangat berguna di proses kreatif, gimana konten yang akan dibuat di sosial media klien kita. Oh iya, harus peka isu juga. Penting tuh.”

Di profesi ini tantangannya apa sih Rima?

“Tantangannya, hm… harus menjaga kepercayaan klien biar gak cut kontrak, soalnya kalau cut kontrak nanti pemasukan perusahaan berkurang. Gaji bisa turun, jadi ditangan Account Executive ini gaji pegawai terjamin. Hahahaha.”

Rima juga berbagi tips nih dengan Wonosobo Muda mengenai bagaimana menghandle klien yang karakternya bermacam-macam.

“Didengarkan dan diiya-iyain dulu sampai selesai ngomong baru dijelaskan apa yang menjadi masalahnya. Namun sebagai Account Executive kadang memang gak tau apa yang terjadi di lapangan atau di dapur karena kadang gak terjun langsung. Jadi sampaikan ke klien kalau ditampung dulu keluhannya baru akan disampaikan ke tim kreatif, biar gak rancu infonya, biar kita tahu titik masalahnya.

Jangan kepancing emosi, santai aja disampaikan dengan baik, dengan kepala dingin, dan jangan berusaha menyelesaikan sendiri, harus berkomunikasi dengan tim mencairkan masalahnya bersama-sama. Meskipun tak sesuai dengan idealisme kita, kita harus turutin klien. Contohnya, desain yang kita anggap sudah sempurna dan bagus kadang klien merubah sesuai kemauan mereka. Nah, hal itu diturutin aja, jangan keras kepala, karena menyenangkan hati klien berarti memperpanjang umur kontrak kerjanya. Intinya jadi Account Executive harus menjadi teman dan pendengar yang baik bagi klien.”

Nah, teman-teman, demikian cerita Rima mengenai profesi yang sedang digelutinya. Menginspirasi, bukan? Terima kasih, Rima, atas sharingnya. Semoga bermanfaat bagi sobat WM semuanya. Sampai jumpa di Job and Career selanjutnya!

 

(Shinta)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0