Hallo, teman-teman Wonosobo! Apa kabar?

Kali ini Tim Redaksi Wonosobo Muda berhasil mewawancarai seorang staf Humas dari sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara. Namanya Dian Anggraini, atau bisa dipanggil dengan Dian saja.

img-20161112-wa0003Tugas Dian apa aja sih?

“Karena aku Humas Proyek, maka pekerjaanku ketika ada proyek lebih banyak berada di lapangan. Mendampingi pimpinan (Project Manager) rapat atau seminar, menjamu tamu, membuat press release, menyelenggarakan press conference, mendokumentasikan setiap kegiatan proyek, media visit, media gathering, mengelola media sosial, website, dan lain-lain,” terang Dian.

Pada dasarnya, tugas Dian sama seperti tugas humas pada umumnya. Hanya saja, ketika ada proyek yang mengharuskannya terjun ke lapangan maka pekerjaannya berubah-ubah. Dian juga tergabung dalam Satgas Humas PPBIY dimana anggotanya terdiri dari humas kantor pusat dan manajer-manajer yang berkepentingan. Melalui grup tersebut, tugas-tugas kehumasan kemudian dibagi kepada para penanggungjawab, termasuk  Dian.

Suka-dukanya jadi Humas apa sih?

Dian menerangkan bahwa bagian yang paling disukainya dari profesi ini adalah memperluas jaringan, mendapatkan banyak pengalaman, belajar menangani rekan media, dan belajar bekerja bersama tim. Tugas seorang Humas yang mengharuskannya untuk turun ke lapangan dan bertemu dengan banyak orang juga membuatnya mengenal berbagai macam karakter dari orang-orang tersebut. Tidak terkecuali awak media massa yang senantiasa meliput setiap kegiatan proyek.  Dian mengaku bahwa menangani rekan media adalah sesuatu yang mengasyikkan. Ia harus menyelaminya agar bisa diterima, tetapi juga harus tahu porsi informasi yang bisa dibagikan. “Kalau ditanya dukanya sih paling harus rela kerja overtime. Di proyek tidak bisa pulang tepat waktu, apalagi kalau melihat divisi lain sibuk, kita harus menawarkan diri untuk membantu pekerjaan mereka. Banyak sukanya sih, daripada dukanya,” tandas Dian.

Ada tantangannya nggak?

“Tantangannya adalah mengubah mindset masyarakat dengan mindset yang awalnya negatif tentang pembangunan bandara menjadi lebih positif. Itu masih menjadi PR-nya Humas.”

Sebagai Humas proyek pembangunan bandara, Dian tentu menghadapi berbagai pro dan kontra tanggapan masyarakat. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa pembangunan bandara hanya akan merugikan mereka. Namun, pasca bandara beroperasi, puluhan peluang pekerjaan menanti, banyak pula peluang usaha yang menjanjikan di lingkungan bandara, pembangunan infrastruktur meningkat, dan lain-lain. Nah, tantangan bagi seorang Humas seperti Dian adalah bagaimana caranya mendorong cara pandang masyarakat menjadi lebih positif mengenai proyek tersebut.

Apa sih yang harus disiapkan untuk bisa berprofesi sebagai Humas?

“Yang utama adalah mental. Kita harus hati-hati dalam berbicara, baik bercanda maupun tidak. Terkadang candaan yang kita utarakan bisa diartikan berbeda dan dianggap kurang baik oleh perusahaan. Jadi ya harus siap jadi wadah amarah, keluh kesah, serta sharing dari kedua belah pihak baik dari masyarakat maupun stakeholder eksternal dan internal. Kita berusaha untuk selalu calm down. Jangan sekali-kali kita sebagai Humas gegabah, panikan, dan lain-lain,” tutup Dian.

Nah, itulah hasil wawancara Tim Redaksi mengenai profesi yang digeluti Dian. Gimana, teman-teman, tertarik untuk menjadi Humas? Jangan ragu-ragu, persiapkan dari sekarang. Terima kasih, Dian, untuk sharingnya! Sampai jumpa di Job and Career selanjutnya!

 

(Shinta)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0