Anak Muda Tawarkan Masa Depan Wonosobo
Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan atas kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation.
Menurut data, setidaknya 2,56 juta orang di Jawa masih terbelenggu kemiskinan. Dengan jumlah tersebut, Pulau Jawa menjadi pulau dengan angka kemiskinan terbanyak di Indonesia. Tahun 2019, Jawa Tengah mendapat peringkat ke-2 tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa. Mirisnya, Kabupaten Wonosobo mendapat peringkat ke-1 tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Perlu diketahui, persentase penduduk miskin di Wonosobo sebesar 20,32%.
Banyak faktor yang menyebabkan tingkat kemiskinan tinggi di Wonosobo, di antaranya, (1) tingkat pendidikan yang rendah, (2) kesenjangan wilayah perkotaan dan perdesaan, serta (3) pengangguran. Dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan, akhir tahun 2019, pemerintah Kabupaten Wonosobo membentuk Dewan Riset Daerah (DRD) beranggotakan profesional lintas elemen masyarakat. DRD bertugas menyusun arah, prioritas, dan kerangka kebijakan pemerintah dalam bidang ilmu teknologi dan pengetahuan.
Adanya pembentukan DRD tentunya menjadi angin segar agar Wonosobo dapat keluar dari predikat kemiskinan. Selain pembentukan DRD yang masih seumur jagung itu, tentunya diperlukan partisipasi luas dari masyarakat terutama para pemuda Wonosobo. Dengan begitu, harapan pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi angan-angan semata. Beberapa yang dapat dilakukan pemuda Wonosobo untuk merealisasikan hal tersebut:
1. Proaktif dengan Program Pemerintah
Anak muda sudah seharusnya menjadi proaktif dengan program-program yang akan dijalankan oleh pemerintah. Proaktif dapat dilakukan dengan bergabung dalam program, atau mengikuti perkembangan program, atau bahkan ikut andil dalam mengkritisi program dengan kritik yang membangun.
2. Mengembangkan Minat Bakat
Mengembangkan minat bakat yang dimiliki sudah dapat dikatakan berkontribusi untuk Wonosobo. Fokus dalam pengembangan diri sesuai minat bakat sejak dini menjadi salah satu modal besar untuk mendorong kemajuan Wonosobo di masa yang akan datang.
3. Mempunyai Mindset yang Terbuka
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut anak muda untuk memiliki mindset terbuka dengan perubahan. Maksudnya, anak muda harus mudah beradaptasi, menguasai teknologi, dan memiliki pemikiran untuk selalu maju.
4. Memiliki Jiwa Kewirausahaan
Persaingan mendapat pekerjaan dari tahun ke tahun akan semakin ketat. Perusahaan menuntut standar yang tinggi untuk para pelamarnya. Tantangan tersebut dapat menjadi hal yang positif bagi mereka yang mumpuni dan memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan. Namun, dapat pula menjadi hal negatif bagi mereka yang tertinggal. Oleh karenanya, agar tidak menambah tingkat pengangguran, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan berwirausaha. Berwirausaha menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan saat ini. Banyak bidang industri kreatif yang dapat ditekuni untuk berwirausaha, misal, kuliner, fashion, jasa, waralaba/franchise, dan lain sebagainya. Menjadi wirausahawan bukan hanya memberi keuntungan bagi diri sendiri, tetapi dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Partisipasi pemuda menjadi salah satu hal yang penting dalam pengentasan kemiskinan. Masalah kemiskinan memang masalah yang kompleks. Kolaborasi pemerintah dan pemuda akan menjadi sinergi indah untuk mengeluarkan Kabupaten Wonosobo dari predikat kemiskinan. Seperti kutipan oleh Anies Baswedan, “Anak muda memang minim pengalaman, karena itu, ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan.”
Ditulis oleh Dwitama Alphin Usdianto
REFERENSI
Fitri Andriani Setyowati. 2019. Pengaruh Tingkat Pendidikan Dasar dan Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Klasifikasi Perkotaan dan Perdesaan Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Wonosobo.
SOLOPOS.COM. 2019. Diketuai Farid Gaban, Dewan Riset Wonosobo Dibebani Soal Kemiskinan.

Leave a Reply