Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan atas kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation.

Berakar dari latar belakang sebagai mahasiswa yang berkuliah di jurusan pendidikan, tentu menjadi beban moral sekaligus membawa naluri diri untuk terus melanjutkan perjalanan mengabdi pada dunia pendidikan, baik pendidikan formal maupun non-formal. Mungkin juga tidak langsung melakukan suatu langkah yang besar, namun dimulai dengan langkah-langkah yang kecil yang pada akhirnya bisa berdampak besar untuk kegiatan yang berbasis pendidikan itu sendiri. Tentunya, bisa dimulai dari diri sendiri, hingga kemudian lingkungan yang lebih luas. Berlatar belakang hal tersebut, mewujudkan pendidikan yang maju menjadi salah satu tujuannya.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita tilik kembali kacamata pendidikan di Indonesia pada umumnya, dan pendidikan di Kabupaten Wonosobo pada khususnya. Kita ketahui bersama bahwa pendidikan di Indonesia tentu terus menjadi perbincangan hangat setiap dekade, setiap pergantian kepemimpinan, dan bahkan setiap waktu. Berbagai permasalahan pendidikan masih terus menggerogoti perjalanan panjang dunia pendidikan di Indonesia. Permasalahan yang terus terjadi juga tidak kunjung selesai menjadi PR berat yang terus menghantui. Berdasarkan beberapa kajian terhadap pendidikan di Indonesia, masih terdapat berbagai macam permasalahan pendidikan di Indonesia di antaranya seperti kurangnya pemerataan pendidikan, kurangnya kualitas pendidikan, kurangnya relevansi pendidikan, dan kurangnya efisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan merupakan beberapa hal yang bisa menjadi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal tersebut tentu menggambarkan bahwa pendidikan di Indonesia masih perlu diperhatikan secara khusus.

Pengalaman Kabupaten Wonosobo yang pernah mendapatkan gelar sebagai kabupaten termiskin tentu membuat pemerintah terus gencar untuk memperbaiki kekurangan di semua sektor atau bidang, salah satunya dalam sektor pendidikan. Kabupaten Wonosobo pun pada akhirnya sampai saat ini masih menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang perlu perhatian khusus dalam hal pendidikan. Memastikan semua masyarakat Wonosobo mengenyam dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas guru adalah salah satu tujuannya. Berdasarkan data BPS tahun 2018, di Kabupaten Wonosobo terhitung 1.10% persentase penduduk usia 7-12 tahun yang tidak sekolah lagi di daerah perdesaan. Dan 7.38% persentase pendidikan usia 13-15 tahun yang tidak sekolah lagi di daerah perkotaan.

Saat ini juga masih banyak sekolah-sekolah di pinggiran kota, yang memerlukan perhatian khusus, baik dalam sarana prasarana, akses ke sekolah, maupun kurangnya guru yang mengajar di sekolah tersebut. Oleh karena itu, tentu ini menjadi PR yang perlu dirundingkan bersama, baik antara pemerintah, aktivis pendidikan, masyarakat, dan lembaga lainnya, sebenarnya pendidikan Wonosobo mau dibawa kemana kedepannya?

 

Oleh: Eka Yuniati

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0