Danur: Founder Gajah Mada Mengajar yang Bermimpi Menjadi Profesor Pertanian

“Dimanapun berada jadilah manusia yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Karena masyarakat menunggu sumbangsih dan karya kita. “
Begitulah pesan singkat namun penuh makna yang disampaikan oleh Danur kepada para pemuda, khususnya pemuda Wonosobo. Danur yang memiliki nama lengkap Nur Saudah Al Arifa D., S.TP adalah mahasiswa dengan segudang prestasi yang berasal dari Wonosobo asli. Saat ini Danur tercatat sebagai mahasiswa S2 Magister Manajemen Agribisnis UGM melalui beasiswa calon Dosen dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI (sekarang kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi). Disela kesibukannya Danur mengerjakan thesis dan berorganisasi, ia menyempatkan untuk menebar inspirasi dan semangat dengan berbagi kisahnya kepada wonosobomuda.com.
Profil Danur
Danur lahir di Wonosobo, 04 Agustus 1989. Sosok yang memiliki semangat menuntut ilmu ini mengawali pendidikannya dari Taman Kanak-Kanak Pertiwi Surengede, kemudian selama 6 tahun Danur mendapatkan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Surengede. Setelah tamat pendidikan dasar Danur melanjutkan ke SMP N 1 Kertek dan SMA N 2 Wonosobo. Tidak berhenti disitu, Danur yang memiliki cita-cita mulia menjadi ‘profesor-nya petani’ ini setelah lulus SMA memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ia akhirnya berhasil menapakkan langkahnya di S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Pertanian dengan jurusan Teknik Pertanian. Berkat ketekunan, kerja keras, dan tentu saja do’a, Danur akhirnya dapat melanjutkan pendidikan tingginya, yaitu melanjutkan ke S2 Magister Manajemen Agribisnis UGM.
Danur mempunyai hobi yang cukup unik, ia suka ber-travelling-ria, berpetualang keliling Indonesia, terutama travelling ke daerah- daerah terluar Indonesia. Selain itu, ia juga memiliki hobi ‘blusukan’ ke pelosok desa. Bagi Danur, ia dapat mengambil banyak hikmah dari hobi yang ia senangi ini, salah satunya adalah belajar dari banyak orang. Danur juga aktif di banyak organisasi. Dari Forum Indonesia Muda, Menteri Sosial dan Kemasyarakatan BEM KM UGM 2011, Kepala Bidang Aksi Sosial Himpunan Mahasiswa Pascsarjana UGM 2014, Sekjend Perkumpulan Penerima Beasiswa Unggulan 2014, dan ia adalah founder forum Gadjah Mada Mengajar. Dilihat dari sebagian organisasi yang ia geluti, tampak jika Danur merupakan aktivis sosial yang tentu saja berjiwa peduli yang tinggi terhadap kehidupan lingkungan-sosial Indonesia.
Yang Muda dan berprestasi
Danur memiliki latar belakang yang sederhana namun bersahaja, ayah Danur (almarhum) dan ibunya berprofesi sebagai petani. Danur adalah anak ke 8 dari 9 bersaudara, memiliki 7 orang kakak dan 1 adik yang sudah meninggal. Perjuangan hidup benar- benar dirasakan oleh Danur hingga akhirnya kini dapat menorehkan banyak prestasi. Danur berhasil meraih prestasi yang sungguh menginspirasi banyak orang. Sebagai pembelajar yang pandai dan aktif berorganisasi dapat mengantarkan Danur menjadi Mahasiswa berprestasi Fakultas Teknologi Pertanian. Kemudian pada tahun 2011 Danur menunjukkan kemampuannya sebagai mahasiswa pertanian yang bejiwa kewirausahaan, ia berhasil menjadi Pemenang Technopreneurship Pemuda yang diadakan oleh Kementerian Riset dan teknologi Republik Indonesia. Bahkan Danur dinobatkan sebagai salah satu tokoh perubahan pada Indonesia Young Islamic Leader Award tahun 2012. Prestasi lainnya, Juara 1 Bank Syariah Mandiri Education Award tahun 2012, peraih Gadjah Mada Award kategori Aktivis Sosial Terbaik tahun 2013, dan masih banyak lagi prestasi yang dicapainya.
Saat ini, Danur sedang berjuang untuk menyelesaikan tesisnya. Ditengah kesibukannya ini ia juga tetap melaksanakan tugas dan amanahnya dengan baik sebagai Researcher pada Kelompok Kerja untuk Daya Saing Indonesia (@DayaSaingINA) Universitas Gadjah Mada. Danur juga menghasilkan banyak karya diantaranya pernah menjadi kontributor buku “Belajar Merawat Indonesia” tahun 2011, dan menulis buku dengan judul “Catatan Aktivis Kampus Biru” tahun 2012, “5 Pilar Kedaulatan Pangan Nusantara” (sudah dilaunching saat hari Pangan Dunia, Oktober 2014), dan Daya Saing Pangan Indonesia di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (diprediksi akan launching November 2014). Aktivitas organisasi yang ia tekuni saat ini adalah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di @aksisosial_ugm, bersama Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM.
Mimpi terindah Danur
Danur yang merupakan penerima beasiswa aktivis nusantara (Bakti Nusa Dompet Dhuafa) ini tidak menghentikan mimpinya sampai disini. Meskipun sudah banyak prestasi yang ia raih, Danur terus mensyukuri apa yang ia miliki dan ia dapatkan dengan meningkatkan apa yang ada saat ini menjadi lebih baik lagi. Target paling dekat yang ingin Danur capai adalah ia dapat menyelesaikan pendidikan S2 di tahun 2015. Danur yang sadar, bekal yang ia punya saat ini ia harap dapat ia berikan untuk Indonesia tercinta. Apabila Danur lulus nanti, ia ingin mengabdikan dirinya untuk Indonesia. Ia ingin memberikan kontribusinya untuk Indonesia demi kemajuan bangsa dengan menjadi pendidik pada kampus 3T (tertinggal, terluar, dan terdalam). Danur bermimpi menjadi profesor di bidang pertanian, “… agar ke depan ia bisa membina banyak petani di Indonesia … “ katanya.
Tak ada yang tak mungkin
Tidak ada yang tidak mungkin bila kita berusaha dan Tuhan berkehendak. Siapa sangka? Danur yang berlatar belakang dari keluarga petani bisa mendapat pendidikan yang tinggi bahkan menggunakan beasiswa yang tak banyak mahasiswa berkesempatan. “Alhamdulillah, harus senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Tanpa Ijin-Nya seolah hanya mimpi seorang anak petani yg tidak berpendidikan bisa mengenyam pendidikan tinggi.”, ujarnya. Danur memberikan tips untuk kawan- kawan Wonosobo Muda yang sedang berjuang untuk mengejar cita-cita dan membangun kariernya. Pertama, Yakin dan Optimis bahwa kita bisa dan mampu dalam mencapai harapan- harapan kita. Tidak lupa juga, tetapkan tujuan dan prinsip hidup, ke depan ingin bisa apa? Kemudian, jadilah diri sendiri dan apa adanya, menjadi diri sendiri menandakan kiya yakin dan optimis dengan kompetensi yang kita miliki tanpa memaksakan kita untuk menjadi seperti orang lain. Hubungan baik dengan orang lain juga mempengaruhi kehidupan kita, maka banyak-banyaklah membantu orang lain, jalin silaturohmi yang baik , insya Allah, Allah juga akan menolong kita yang menolong orang lain dan banyak orang yang mendoakan kita agar sukses meraih cita-cita. Selanjutnya, tidak lupa pula dengan selalu minta doa restu orang tua selagi masih ada. Dan tentu saja ikhtiar maksimal, perkara hasil biarlah Allah yang menentukan karena rejeki seseorang takkan pernah tertukar.
Pesan untuk kawula muda
Pelajaran hidup yang dapat kita petik dari Danur begitu penuh makna. Apa yang ia capai saat ini mengajarkan kita agar tidak pernah minder akan keadaan dan keterbatasan, karena setiap manusia punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan untuk sukses, yang membedakan hanyalah ikhtiar-nya, bukan strata sosial-nya. Dan tebarkanlah manfaat bagi orang lain, sebagai manusia yang peduli, berikan sumbangsih terikhlas kita untuk masyarakat, tak hanya bagi diri kita pribadi tetapi untuk orang- orang disekitar kita. (Kharisma)
