Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan atas kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation.

Fenomena K-pop dan K-drama di Indonesia kini telah merajalela, bahkan sampai ke pelosok negeri. Fanatisme terhadap keduanya sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Banyak dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa yang menjadikan K-pop dan K-drama sebagai idola. Sebenarnya tidak ada yang salah dalam mengidolakan seseorang, selama masih dalam batas yang wajar.

Ketika mereka ditanyakan mengapa suka K-pop dan K-drama?. Banyak dari mereka akan menjawab karena ceritanya menarik, kisahnya romantis beda dengan sinetron indonesia yang monoton. Banyak oppa ganteng dan eonni yang cantik. Hal tersebutlah yang menyebabkan generasi masa kini begitu mengidolakanya mati-matian. Mereka menjadi fans yang fanatis dan rela meng-copy paste gaya hidup idola mereka. Yang tentunya banyak yang bertentangan dengan budaya ataupun agama di Indonesia.

Tetapi jika di lihat dari sudut pandang yang positif, K-pop atau K-drama juga membawa manfaat bagi pengemarnya. Mereka merasa terinpirasi dari setiap karya idolanya, memberikan mereka semangat hidup dan lain sebagainya. Bahkan tak jarang ada meng-cover lagu-lagu dari idolanya yang kemudian viral di dunia maya. Hal ini bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan menjadi content creator atau populer dengan istilah Youtuber.

Memang sudut pandang seseorang bisa berbeda-beda. Dan kita sebagai manusia yang bijak tentu tidak akan menghakimi seseorang hanya karena perbedaan kegemaran. Tidak salah mengidolakan seseorang ataupun sesuatu, selama hal tersebut wajar dan memberika dampak positif dikehidupan kita.

Oleh : Laeli Latifah

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0