Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan atas kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation.

Kartu prakerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Kartu tersebut dipromosikan oleh Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu sembako murah. Alih-alih berharap mendapat keterampilan baru setelah mendapat pelatihan dengan kartu prakerja,justru mereka lebih mengharapkan insentif yang akan didapat setelah menyelesaikam pelatihan.

Dari awal diterbitkan, kartu prakerja telah membuka 5 gelombang sampai saat ini. Dimana setiap gelombang menyediakan 800.000 kesempatan bagi yang lolos seleksi. Hampir setiap gelombang jumlah pendaftar selalu melebihi kapasitas yang telah disediakan. Pendaftar pada gelombang ke 5 saja sudah mencapai 1,3 juta. Menurut saya,semakin ke depan jumlah pendaftar kartu prakerja akan semakin meningkat.

Banyak dari mereka yang tidak memanfaatkan kelolosan mereka dengan baik,ada yang asal saja mengikuti pelatihan hanya ingin mendapatkan syarat supaya mereka bisa mendapatkan insentif Rp600.000/bln selama 4 bulan. Dari gelombang 1 sampai 5 ini program kartu prakerja selalu mengevaluasi. Dari pengalaman saya sebagai penerima kartu prakerja yang lolos pada gelombang 4, sekarang setiap pelatihan yang dipilih diwajibkan ada kelas webinar dengan tujuan supaya para peserta tidak hanya skip-skip video lalu mendapatkan sertifikat pelatihan.

Sekarang seleksi kartu prakerja diperketat, supaya tidak salah sasaran karena ada beberapa penerima kartu prakerja yang juga menerima bansos. Dilansir dari compas.com Presiden Jokowi juga merevisi peraturan prakerja, para peserta yang tidak memenuhi syarat diwajibkan untuk mengembalikan dana bantuan atau insentif yang telah didapatkan. Mereka yang memalsukan data juga akan terancam pidana.

 

Oleh Sirein

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0