Gerakan & Aksi Pendidikan Indonesia “Raih Mimpi dengan Aksi”
“Kami terpikat pada Wonosobo! Rasanya kami masih ingin terus di sana”. Ujar salah satu panitia GAP (Gerakan Aksi dan Pendidikan Indonesia).
GAP merupakan mimpi dari Ade Qurrota Ayyun, seorang warga Wonosobo yang sedang bekerja di Bandung, yang memiliki tekad untuk menginspirasi anak anak Indonesia dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini berawal dari sebuah mimpi, dan akhirnya Tuhan mengizinkan Ade dan kawan-kawan untuk melaksanakan kegiatan tersebut pada 27 Agustus 2016 lalu, bertempat di SDN 1 Maroon dan Telaga Menjer. Pemilihan lokasi di SD 1 Maroon karena dirasa pendidikan di desa dan di kota belum merata. Ade tergerak untuk membuat acara ini karena terispirasi oleh kata-kata Bapak Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan “Mendidik adalah kewajiban orang-orang terdidik.”

Acara GAP terdiri dari beberapa rangkaian acara. Jadwal kegiatan GAP dibagi menjadi dua. Pertama, dari pagi sampai siang hari tim pengajar mengadakan sesi kelas dengan berbagi cerita tentang cita-cita cita-cita untuk anak anak Sekolah Dasar di SDN 1 Maron. Malam harinya mereka mengadakan nonton film bersama bersama warga sekitar.
Bertempat di lapangan SDN 1 Maroon, GAP resmi dibuka. Sambutan luar biasa yg diberikan pihak sekolah. Para tim pengajar sangat merasakan kehangatan, keceriaan, keterbukaan dari seluruh elemen yang ada di SDN 1 Maroon. Pukul 09.30 WIB, para tim pengajar sudah masuk ke kelas kelas masing masing untuk memberikan materi dengan tujuan memperluas wawasan dan inspirasi dengan bercerita tentang cita-cita serta menceritakan beberapa tokoh berpengaruh seperti Soekarno dan Pak Habibie. Tim pengajar berusaha mengemas materi semenarik mungkin. Anak anak SDN 1 Maroon sangat antusias dengan materi yang diberikan oleh tim pengajar. Materi disampaikan selama 2 jam. Pengalaman di sana menjadi semacam kenangan yang susah dilupakan.

Setelah selesai dengan acara di SDN 1 Maroon, tim bergegas ke Telaga Menjer untuk mempersiapkan acara nonton layar tancap bersama warga sekitar. Film yang diputar bertema big hero karena banyak anak-anak yang turut hadir saat malam itu. Tujuannya untuk menjalin keakraban di antara panitia dan para warga.
Tahukah teman-teman, bahwa acara ini digagas di luar kota Wonosobo, yaitu di Bandung. Berawal dari niat ingin berbagi dengan salah satu sekolah di kampong halaman, Ade mulai menyusun proposal dan mencari artikel mengenai pendidikan. Awalnya Ade hanya menceritakan ide dan proposalnya ini ke teman-teman terdekat. Puji Tuhan, mereka mendukung. Melalui diskusi jarak jauh dalam grup chat, mereka mulai merencanakan bagaimana agar ide ini bisa terlaksana. Pada bulan puasa lalu, Ade beserta teman-temannya bertemu muka, dan mulai bergerak menyusun ide bentuk organisasi, membuat sosial media, cari dana dan berkoordinasi dengan sekolah dan masyarakat setempat. Untuk memudahkan urusan perijinan yang harus dilakukan di Wonosobo, mereka juga merekrut orang untuk dimasukkan ke dalam tim. Apresiasi atas ide ini begitu luar biasa.
Dari cerita Ade dalam mewujudkan niatnya, kita bisa belajar bahwa jarak sesungguhnya tak jadi penghalang untuk berbuat suatu kebaikan untuk kota kita tercinta. Dan ketika niat itu sudah ada, tidak usah khawatir dengan bagaimana eksekusinya. Kita bisa membuat rencana realisasi ide dengan sederhana, lalu ajak teman-teman yang peduli, baru bahas bersama mereka detail rencananya. Percayalah selalu ada jalan untuk sebuah kebaikan.
Tentunya GAP tidak akan akan terwujud dengan baik jika tidak adanya bantuan dari semua pihak, yaitu para donatur, sponsor yaitu Donny Army, media partner antara lain 11 AM Motion, Wonosobo Muda, YCFI, & Kitabisa, Bapak Kepala Sekolah, guru & karyawan beserta siswa & siswi SD N 1 Maron, Dinas Pendidikan Kecamatan Garung, Bapak Lurah Desa Maron, segenap warga sekitar Telaga Menjer.
Gimana temen temen? Tertarik untuk ikut GAP? Nantikan GAP Next session ya!
Info selengkapnya tentang GAP bisa hubungi
Phone : 081223651124 (Ade Qurrota Ayyun)
Email : gerakpendindonesia@gmail.com
Atau buka kanal sosial media GAP
Instagram & Twitter : @GAPendidikan

Leave a Reply