Tulisan ini adalah karya peserta program Kelas Menulis yang diadakan atas kerja sama dari Wonosobo Muda dan Indika Foundation.

Hari ini saya terburu-buru mengejar KRL karena kesiangan setelah begadang semalaman mengerjakan presentasi untuk klien. Selama di dalam KRL saya sibuk membaca ulang materi presentasi tanpa sadar saya melewati stasiun tempat seharusnya saya turun. Segera saya turun KRL dan langsung memesan ojek online ke lokasi meeting. Setelah setengah perjalanan saya baru sadar, ternyata saya salah naik ojol! Akhirnya saya pesan ojol baru, Saya terlambat 20 menit! Beruntung klien saya belum datang dan meeting berjalan dengan lancar

Situasi yang saya alami diatas adalah gambaran diri yang tidak fokus pada masa kini, saya terlalu fokus dengan presentasi yang akan dilakukan tapi tidak menghiraukan kejadian di sekitar saya. Bisa jadi jika saya tetap sadar dan fokus saya tidak akan terlambat dan masih memiliki waktu persiapan presentasi di lokasi meeting tanpa ada gangguan seperti kejadian di atas. Berada di masa sekarang, di tempat ini, bahkan membaca artikel ini berarti kita sadar dan mawas diri akan apa yang terjadi di saat ini. Kita tidak terdistraksi dengan penyesalan di masa lalu atau kekhawatiran tentang masa depan, tetapi fokus pada hari ini. (Thum, 2008).

Berada di masa sekarang atau mawas diri adalah kunci untuk tetap sehat dan bahagia. Mawas diri membantu melawan kecemasan, mengurangi kekhawatiran, fokus dengan hal yang dijalani dan membuat kamu tetap terhubung dengan diri sendiri dan hal disekitarmu.

Ada beberapa saran agar kamu lebih hidup di masa kini:

  • Fokus dengan hal yang dilakukan, hindari multitasking, matikan handphone dan notifikasi
  • Hindari mengkhawatirkan hasil masa depan dengan, fokus melakukan hal terbaik saat ini.
  • Lebih menerima apa yang mengganggumu dibandingkan menyangkal dan lari dari masalah

Oleh Maulidatuz Zahroo

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0