Selamat beraktivitas untuk Kawan Muda di manapun kalian berada. Untuk menemani aktivitas kalian, kali ini Wonosobo Muda mengulas salah satu pekerjaan yang menjadi idaman banyak orang lho. Gaji yang lumayan dan pengalaman yang berharga menjadi daya tarik bukan?. Apa pekerjaan itu? Pekerjaan ini adalah pegawai bea dan cukai.

Simak yuk ulasan dari Kharisma Khoirunnisa . Perempuan yang akrab disapa Risma ini berasal dari Candiyasan, Kertek. Sekarang ia tinggal di Madura. Dara kelahiran 2 Oktober 1994 ini sekarang bekerja di salah satu direktorat di lingkungan Kementerian Keuangan, yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

pegawai bea cukai

Hay Kak Risma, boleh dong dijelaskan bidang pekerjaan yang ditekuni sekarang?

Saya bekerja di salah satu direktorat di lingkungan Kementerian Keuangan, yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sejak Desember 2015 sampai sekarang. Saya jelaskan sedikit mengenai tugas dan fungsi bea cukai itu sendiri. Jadi, secara garis besar, bea cukai mengawasi beberapa hal sebagai berikut, mengawasi kegiatan ekspor dan impor, mengawasi peredaran minuman yang mengandung alkohol atau etil alkohol dan mengawasi peredaran rokok atau barang hasil pengolahan tembakau lainnya

Misi intansi yaitu memfasilitasi perdagangan dan industi, menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan illegal dan mengoptimalkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.

Kira-kira, itu selayang pandang mengenai tugas bea cukai, mungkin kalian akan mudah menemui pegawai bea cukai di bandara, yang mengawasi keluar-masuknya barang dari dalam maupun luar negeri. Di Bandara, bea cukai menjalankan tugasnya dalam hal community protector, yaitu melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya. Kemudian apabila kalian menerima barang kiriman dari luar negeri, barang yang datang dari luar negeri  tersebut harus diperiksa terlebih dahulu oleh pihak bea cukai agar memastikan bahwa barang yang masuk bukan barang terlarang dan terbatas (barang lartas).

 

Do you love your job?

Saya sangat mencintai pekerjaan saya. Ketika saya terjun ke bidang pekerjaan ini, saya merasa tanggung jawab besar ada pada pundak saya, dimana saya harus mampu menjadi pegawai yang menjalankan amanah ini dengan baik. Menjadi abdi negara adalah panggilan hati, dimana saya harus mencintai pekerjaan saya dan melaksanakan demi tercapainya tujuan instansi dimana nantinya akan bermuara pada keberlangsungan perekonomian negara.

Apa alasan di ingin terjunnya dalam pekerjaan ini Kak?

Awalnya, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi pegawai bea cukai. Bahkan sangat jauh dari apa yang saya pikirkan, tetapi sekali lagi ini pena Tuhan yang menjalankan. Yang Allah skenariokan kepada sungguh tidak bisa ditebak. Sebelumnya pada tahun 2013 saya sempat kuliah selama 1 tahun di jurusan Akuntansi, kemudian pada tahun 2014, saya mendaftar STAN dan tidak disangka saya lolos dengan program studi kepabeanan dan cukai. Ya, mungkin sebagian orang bertanya. Mengapa rela melepas S1 demi D1? Ketika itu saya sempat dilanda dilema, jurusan apa yang saya pilih. Setelah berpikir matang dan berharap yang terbaik kepada Allah, prodi kepabeanan dan cukai yang saya pilih. Bagi saya, mencari ilmu bisa diambil dengan berbagai cara, tidak harus dengan menjadi seorang ‘sarjana’, dan setelah saya terjun di bea cukai, saya merasa banyak belajar dan menerima ilmu kehidupan.

Adakah tantangan atau kesulitan? Bagaimana mengatasi kesulitan/ tantangan ini?

Tantangan itu sendiri menurut saya banyak. Pertama masalah penempatan, di DJBC dikenal dengan instansi yang sering memutasikan pegawainya. Bagi saya ini adalah tantangan yang menarik meskipun mungkin penempatan  jauh dari keluarga adalah hal yang berat, tetapi dari penempatan ini saya bisa belajar mengenai tempat baru. Tantangan selanjutnya adalah dimana pegawai bea cukai yang harus berhadapan langsung dengan pengguna jasa, tantangan terbesar ketika bertemu dengan penggua jasa adalah menghindari korupsi, apapun itu bentuknya.

Apa skill yang dibutuhkan untuk menekuni pekerjaan Kakak?

Menurut saya pribadi tidak ada skill yang terlalu spesifik. Apapun skill yang dimiliki, asal mau dan mau insyaAllah bisa masuk di bea cukai. Seperti misal memiliki skill public speaking, dia bisa mengembangkan kemampuannya ketika masuk ke bagian layanan informasi atau kehumasan.

Apa yang didapat dari menekuni pekerjaan Kakak?

Banyak pelajaran yang dapat diambil. Kita menjadi tahu darimana asal pendapatan negara atau keuangan negara. Kemudian kita belajar bagaimana perjuangan dalam mengamankan wilayah Indonesia dari perdagangan illegal dan hal-hal yang membahayakan negara.

Kiranya itu gambaran tugas dari pegawai bea dan cukai. Bagi kalian yang ingin menjadi pegawai bea cukai harus tekun dan pantang menyerah. Carilah info lengkap tentang kiat masuk ke STAN, belajar giat menyelesaikan soal USM STAN, dsb. Sampai jumpa, semoga diterima di instansi yang diinginkan. Semoga bermanfaat.

(Silvina Ratri Arumhandini)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0