Halo, sobat Wonosobo Muda! Pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi tentang pekerjaan paramedis. Ya, dibalik dokter yang hebat terdapat perawat yang hebat pula dibelakangnya.  Nah, pekerjaan yang akan diulas adalah perawat (nurse)

Sebelumnya, perkenalkan perempuan cantik kelahiran Wonosobo, 25 Juli 1993 yang bernama Silvina Ratri Arumhandini biasa dipanggil Vina. Vina saat ini tinggal di Jl Pakuwojo, Sumberan dan bekerja sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit di Wonosobo.

Hai Mbak Vina, boleh dong dijelaskan  sedikit mengenai pekerjaan yang ditekuni sekarang ini ?

Saya bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit di Wonosobo. Saya sudah bekerja di sini kurang lebih 2 tahun. Sebelum bekerja di sini, saya pernah bekerja di sebuah rumah sakit Internasional, RS Premier di Bintaro, Tangerang Selatan.

vinaPekerjaan perawat menurut definisi saya sendiri, adalah tenaga kesehatan yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan D3/S1 Keperawatan dan sudah mendapat surat tanda registrasi dari pemerintah untuk melakukan asuhan keperawatan di pelayanan kesehatan. Perawat tidak hanya bisa bekerja di klinik maupun rumah sakit. Perawat bisa melakukan perawatan pasien di rumah (home care). Bisa juga bekerja di suatu perusahaan atau rumah jompo. Perawat itu sendiri biasanya bekerja dalam shift tergantung dari kebijakan instansi terkait. Saya bekerja shift pagi, siang dan malam. Libur 2 hari dalam seminggu dan kesempatan cuti 12 hari dalam 1 tahun.

Sekarang ini, kesempatan menjadi perawat tidak hanya terbuka di dalam negeri, banyak juga peluang menjadi perawat di Asia Tenggara, Jepang, Arab Saudi, maupun Negara lain.

Apakah kamu mencintai pekerjaan sebagai perawat?

Saya mencintai pekerjaan saya. Seberapa cinta saya dengan pekerjaan saya? Saya menjalani rutinitas shift setiap hari dengan tekun dan ikhlas bagi kesembuhan orang yang sakit di sekitar saya.

Bagaimanakah ceritanya sampai akhirnya memilih menekuni profesi sebagai perawat?

Awalnya saya tidak menyangka bisa menjadi perawat. Saya mempunyai banyak cita-cita dari kecil seperti menjadi reporter, guru, pegawai perpajakan sampai menjadi pramugari. Saat SMA saya sempat diterima di perguruan tinggi melalui seleksi SNMPTN undangan, namun tidak saya ambil. Akhirnya saya mendaftar ke AKPER (Akademi Keperawatan). Awalnya saya sempat tidak diterima di AKPER karena berat badan kurang ideal. Kemudian saya menambah berat badan selama 1 bulan dan saya mendaftar lagi. Akhirnya diterima di AKPER. Sebelum kelulusan, di semester 5, saya mengikuti rekrutment dari salah satu rumah sakit dan Alhamdulillah sebelum lulus sudah diterima bekerja. Satu bulan setelah lulus, saya langsung bekerja di Tangerang.

Apa sih asyiknya bekerja sebagai perawat kak, bisa diceritakan?

Dengan menjadi perawat, saya senang bisa bertemu banyak orang. Beberapa dari pasien kadang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Saya juga belajar bahasa dari berbagai tempat di Indonesia dan bahasa Inggris. Pernah beberapa kali sempat bertemu dengan public figure. Banyak sekali keasyikan yang saya temui setelah bekerja menjadi perawat. Seperti, kebahagiaan yang saya rasakan saat pasien yang saya rawat sembuh, mendapat kenalan baru karena sering berinteraksi dengan pasien  sehingga menambah banyak kerabat di sekitar saya, juga pengalaman bertemu anak-anak. Siapa sih yang tidak suka dengan anak-anak? Saat itu pernah ada salah seorang anak yang hanya mau dipasang infus oleh saya. Dia juga tidak menangis. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak juga referensi yang saya dapatkan dari pasien seperti referensi toko batik, bengkel yang bagus, masa panen dll

Nah, kalau tantangan atau kesulitannya apa?

Tantangan dan kesulitan lumayan banyak.

Awalnya sebelum masuk AKPER, saya sangat takut dengan darah. Saya niatkan hati saya kalau saya berani bila membiasakan diri dengan darah. Dan akhirnya setelah saya belajar langsung menjadi perawat, saya menyadari bahwa banyak orang yang membutuhkan pertolongan, semisal korban kecelakaan lalu lintas. Karena terbiasa inilah, saya sekarang sudah tidak takut darah lagi.

Seperti yang kita ketahui, tenaga kesehatan berurusan dengan keselamatan pasien. Banyak belajar saat mengatasi pasien gawat darurat maupun kritis, tidak boleh panik dan harus tenang dalam menghadapi kondisi, cepat dan tepat dalam menghadapi pasien.

Saya juga belajar memahami banyak karakter orang sakit, maupun keluarga orang sakit sendiri.

Banyak yang bertanya tentang bekerja dalam shift. Sebenarnya bekerja dalam shift bukan masalah bagi saya, karena saya masih bisa melakukan banyak hobi ketika saya sedang libur.

Apa skill yang dibutuhkan untuk menekuni pekerjaan ini?

Saya rasa skill yang dibutuhkan dapat dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah soft skill, yaitu kita dituntut untuk dapat bersikap penuh keramahan, ketekunan ,kesabaran dan keuletan. Yang kedua adalah hard skill, perawat harus belajar cara menggunakan alat kesehatan seperti defibrillator, syring pump, infuse pump, bed side monitor, dll. Belajar tentang obat, makanan yang tepat untuk pasien, juga menghitung dosis obat dengan benar untuk bayi hingga dewasa. Keterampilan khusus seperti menjahit luka, menginfus, memasang kateter juga sangat dibutuhkan, dan bisasanya bisa didapatkan dengan berlatih terus menerus sesuai SOP.

Selain skill diatas butuh mental yang kuat, kegigihan dan kondisi tubuh yang fit untuk melakukan pekerjaan ini.

Setelah lulus SMA (Sekolah Menengah Atas), pendidikan tinggi manakah yang dapat membantu teman-teman jika ingin menjadi perawat?

Berikut akan saya jelaskan, apabila mempunyai keinginan untuk menjadi perawat, yang pertama setelah lulus dari SMA, mendaftar ke AKPER/ STIKES/ UNIVERSITAS jurusan Keperawatan baik itu jenjang D3/S1. Setelah lulus, mengikuti UKOM/ Ujian Kompetensi Perawat untuk mendapat STR/ Surat Tanda Registrasi Perawat dari pemerintah. Surat itu merupakan salah satu persyaratan untuk mendaftar ke pelayanan kesehatan yang diinginkan.

Untuk menempati unit khusus di RS, butuh sertifikat khusus pula dengan mengikuti pelatihan.  Misalnya, untuk menempati unit IGD/Instalasi Gawat Darurat dibutuhkan sertifikat BTCLS/ Basic Trauma and Cardiac Life Support. Masih banyak peminatan lain seperti unit ICU, Hemodialisa, Ruang Operasi, K3, dll tergantung keinginan masing-masing.

Setelah STR diterbitkan, masa berlakunya 5 tahun. Selama 5 tahun perawat harus mengumpulkan 25 SKP/ satuan kredit poin untuk memperpanjang STR dengan mengikuti seminar supaya ilmu keperawatan selalu update. Setelah mengumpulkan 25 SKP bisa melakukan validasi di website PPNI/ Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Sejauh ini, apa sih yang didapat dari menekuni pekerjaan ini?

Sejauh ini banyak yang sudah saya dapatkan, selain mendapat pendapatan dan pengalaman, insyaAllah mendapat pahala.

Mungkin itu kiranya cerita singkat dari saya. Buat kalian yang ingin jadi perawat, siapkan dirimu dari sekarang ya.

 

Nah, demikian sedikit ulasan tentang pekerjaan yang sungguh mulia, yaitu sebagai perawat. Cerita dan pengalaman Vina ini semoga mampu menjadikan semangat kawan semua dalam meraih cita-cita, ya! Semangat!

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0