Hai sobat Wonosobo Muda,  kali ini kita berkesempatan berbagi pengalaman dengan seorang yang berprofesi mulia, yaitu perawat. Profesi perawat sangat dibutuhkan, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia Internasional. Mari kita berkenalan dengan salah satu perawat yang memilih untuk berkarir di luar negeri. Dia adalah Edwindra Virgiyantoro, biasa dipanggil Edwin, Irgi atau Indra. Penasaran dengan kisah Mas Edwindra? Yuk kita simak ceritanya

Besar di Keluarga dari Backgound Tenaga Kesehatan

Kak Edwin merupakan putra pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak H Maduri yang bekerja di instansi kesehatan sebagai kepala puskesmas dan Ibu Hj Bariyah yang bekerja di instansi pemerintahan sebagai kepala kesejahteraan masyarakat di kecamatan Garung. Pemuda kelahiran Wonosobo, 24 Agustus 1991 beralamat di Jl Dieng km 9 samping Kantor Koramil Garung . Ia pernah bersekolah di SD N 2 Garung, SMP 1 Wonosobo, SMA Muhammadiyah Wonosobo dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan melanjutkan ke Pendidikan Profesi NERS. Ia juga pernah mengambil pelatihan diklat sebagai perawat bedah di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta pada tahun 2015.

Prestasi dan Pekerjaan Kak Edwin

Pemuda yang menyukai bulu tangkis, futsal, hiking dan camping di pantai dan gunung ini pernah mendapatkan juara 2 lomba bulu tangkis putra Fakultas Kedokteran UMY. Selain berbakat di bidang olahraga, ia juga pernah menjadi pemeran di film layar lebar Garuda 19 The Movie tahun 2014 sebagai Dimas. Ia memerankan peran dengan baik bersama rekan artis senior Mathias Muchus, Ibu Jamil, Seoji Mandala, Verdy Solaiman, Puadin Redi, Yusuf Mahardhika, Rendy Sang Pemimpi, Sumarlin Beta, Gazza Zubizareta, Amanda Khairunisa. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia pernah menjabat sebagai ketua remaja lingkungan RT dan RW. Ia juga ikut serta di organisasi pecinta alam di lingkungan setempat. Ia pernah bekerja sebagai perawat home care di klinik mandiri keperawatan Bela Husada milik keluarganya.

Jalan Menuju Perkerjaan Kak Edwin Sekarang

Kak Edwin bekerja di Pusat Rehabilitasi Mental dan Cacat di Kota Makkah. Setelah lulus sarjana keperawatan, Kak Edwin mengetahui informasi penerimaan perawat di Arab Saudi. Setelah mengetahui informasi tersebut, ia dan 5 orang temannya mengikuti pelatihan bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Sebulan kemudian ia dan kelima temannya mengikuti seleksi pendaftaran di perusahaan yang akan memberangkatkan ke Arab Saudi. Setelah mengikuti pelatihan selama 3 bulan, mereka belum juga diberangkatkan. Ternyata, ia telah dibohongi oleh perekrutan tersebut.

Enam bulan kemudian, Kak Edwin mendapat informasi dari jejaring sosial bahwa ada rekrutmen Perawat ke Arab Saudi . Tidak ingin terjebak perekrutan tidak jelas, ia segera mengkonfirmasi perekrutan tersebut pada seorang temannya yang sudah bekerja di Riyadh, Arab Saudi. Teman Kak Edwin mengkonfirmasi hal tersebut adalah benar ada perekrutan tersebut. Setelah memantapkan hati,Kak Edwin menghubungi kontak yang tertera di informasi perekrutan tersebut. Februari 2016, ia berangkat ke Lawang, Malang, Jawa Timur untuk mengikuti pelatihan. Setelah itu, ia berangkat ke Tangerang untuk bertemu sponsor Agen Pemberangkatan Perawat ke Arab Saudi. Ia tinggal di Tangerang selama seminggu, kemudian berangkat ke Jakarta untuk mengikuti interview dengan user atau orang yang akan bekerjasama dengan Kak Edwin di sana. Hasil tidak mengkhianati usaha. Kak Edwin merasa tidak menyangka bisa lolos seleksi  dan ia yakin bahwa ia mendapatkan keberuntungan dalam perekrutan ini. Tahap selanjutnya, ia berangkat ke Jakarta Timur untuk mengikuti proses persiapan berangkat ke Arab Saudi. Pelatihan ini diikuti selama 2 bulan meliputi materi keperawatan, bahasa Inggris, budaya di Arab Saudi. Ketika pelatihan berlangsung, Kak Edwin berfikir akan lebih baik jika pemerintah pusat lebih memperhatikan  segala pengurusan VISA dan perjanjian tenaga profesional sesuai standar Internasional serta membekali dengan lisensi Internasional. Jika hal itu tercapai, maka tenaga Indonesia lebih diakui di Dunia Internasional. Setelah 2 bulan berlalu dan akhirnya 7 Juni 2016 ia berangkat menuju Arab Saudi melalui Bandara Soekarno Hatta.

Setibanya di Arab Saudi

“Terlihat dari langit saat pesawat belum landing , Kota Riadh sangat megah. Awal tiba di negara Arab Saudi, saya sangat kagum terhadap tata kota dan penerangan Kota Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Bandara juga terlihat tertata dengan baik dan megah. Aku juga kagum melihat pegawai imigrasi negara ini rata-rata postur tubuhnya tinggi, hidung mancung, dan memakai jubah putih khas negara ini dengan memakai peci bertutupkan sorban/ imamah warna merah muda dan putih”

Apa Saja Kelebihan dan dan Kekurangan Bekerja di Arab Saudi?

“Kelebihan bekerja disini yaitu perusahaan menanggung biaya transportasi, asrama, asuransi. Untuk konsumsi juga tergolong murah dengan makanan yang terjamin halal. Transportasi disini juga lancar, hampir semua orang yang mempunyai mobil. Untuk pekerjaanku tergolong santai, tidak seberat di Indonesia dimana semua pekerjaan dibebankan kepada perawat tanpa ada pembagian yang jelas. Apalagi saya bekerja di Pusat Rehabilitasi dan Cacat Mental dengan pasien tetap yang berasal dari warga sini. Bahasa yang dipakai disini yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sayapun bisa mengajukan cuti pertahun.”

“Kekurangan bekerja disini yaitu komunikasi di sini terbiasa menggunakan nada keras. Dalam bekerja terkadang ada masalah dengan sesama rekan, namun saya tetap berusaha menghadapi dengan baik karena saya tahu ada banyak karakter orang di sini. Negara Arab sedang diambang krisis dengan kebijakan penerapan pajak sebanyak 5% di semua sektor membuat pendatang semakin tidak betah dan saat ini beberapa wilayah tertentu dikhususkan penduduk asli Arab sehingga meminimalkan peluang bekerja untuk imigran.”

Apakah Bisa Menunaikan Haji Sambil Bekerja di Arab Saudi?

“Ibadah Haji dan Umroh bisa dilakukan karena saya tinggal di Makkah. Cukup ijin seminggu untuk melakukan ibadah Haji maupun Umroh. Di sela pekerjaanpun bisa, yaitu sebagai pendamping pasien untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan saat pasien menunaikan ibadah.”

Mengapa Kak Edwin Ingin Bekerja di Arab Saudi?

“Saya ingin beribadah umroh dan haji dengan usaha sendiri dan ingin lebih mengenal Arab Saudi meliputi agama, sejarah, dan kebiasaan masyarakat Timur Tengah.”

Hal menarik yang Kak Edwin Temui di Arab Saudi?

“Hal menarik yang saya temui disini yaitu saat waktu sholat tiba, semua orang berduyun-duyun ke masjid untuk menunaikan kewajiban. Mereka meninggalkan pekerjaan mereka sejenak. Mereka meninggalkan hal duniawi sebentar untuk kepentingan ibadahnya. Perempuan disini mayoritas memakai cadar dan fasilitas umum ada pemisahan antara laki-laki maupun perempuan.”

Bagaimana Perasaan Kak Edwin Bekerja di Arab Saudi?

“Saya merasa senang dan masih belum percaya sudah 2 tahun lebih jauh dari tanah air. Harapan kedepannya bisa pulang ke Indonesia dengan membawa pengalaman dan kesuksesan. Saya ingin membahagiakan keluarga dengan melaksanakan ibadah haji bersama keluarga tercinta.”

Apa Kesibukan Kak Edwin di Luar Pekerjaan?

“Diluar pekerjaan, saya terkadang bermain sepak bola bersama teman-teman. Sesekali pergi ke masjidil haram untuk beribadah maupun bertemu kerabat.”

Apa Target Kak Edwin Kedepannya?

Kak Edwin ingin mencapai kesuksesan dan membangun keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Apa Pesan Untuk Anak Muda Wonosobo?

“Untuk mencapai posisi yang tinggi diperlukan usaha yang konsisten dan doa. Ingatlah bahwa semua diawali dengan niat karena Allah SWT. Setelah mencapai titik yang tinggi terkadang ada rasa sulit untuk mempertahankannya, akan ada banyak cobaan seperti saat kita sampai ke puncak gunung, angin yang bertiup disana lebih kencang bukan? Maka dari itu kita harus berpegang teguh pada pendirian.  Pada saat terpuruk, sebisa mungkin mendekatkan diri kepada orang yang disayangi dan senantiasa yakin bahwa Allah bersama kita berjuang untuk bangkit. Untuk anak muda Wonosobo, ingatlah untuk semangat meraih cita-cita, jangan mudah menyerah. Jadikan cita-cita sebagai semangat dan tujuan. Tetap yakin pada Allah.”

Sukses terus disana Kak Edwin!

(Silvina Ratri Arumhandini)

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0