IMG-20150929-WA0005

Menjadi sukses memang butuh sebuah keberanian. Keberanian untuk mengambil keputusan dan berjuang untuk memulai sebuah kesuksesan itu sendiri. Sejauh ini sudah banyak tokoh atau sosok yang sukses dalam menjalankan usaha atau bisnisnya. Dari sekian banyak orang yang sukses dalam bisnisnya ternyata mereka memiliki kesamaan, yakni mereka sama-sama memiliki keberanian dalam memulai usaha mereka sejak di bangku sekolah atau kuliah. Pada rubrik kisah inspiratif kali ini, sahabat Wonosobo Muda, seorang entrepreneur muda, akan berbagi inspirasi dan semangatnya dalam melakoni dunia bisnis dan wirausaha dari usia yang masih muda.

Profil Singkat

            Dia adalah Muhammad Rifky Hidayat, biasa disapa dengan Rifky. Sebagai entrepreneur, usia Rifky terbilang masih muda. Dia lahir pada tanggal 11 Januari 1990 di kota Wonosobo tercinta. Ya, di usia 25 tahun, Rifky berhasil mengembangkan bakatnya sebagai entrepreneur muda. Rifky adalah anak terakhir dari 2 bersaudara. Orang tuanya bekerja sebagai wiraswasta. Saat ini Rifky duduk di bangku kuliah, sebagai mahasiswa S1 Ilmu Geografi di Universitas Negeri Semarang. Selain sibuk berkecimpung dalam usahanya, Rifky yang memiliki hobi nonton Youtube dan travelling ini juga aktif di seni bela diri Capoeira, yang tergabung dalam Grup Capoeira Wonosobo.

Awal Mula

            Perjalanan dalam menciptakan bisnis yang sukses harus tentu dimulai dengan sebuah niatan. Begitu pula dengan Rifky, berbekal niat dan usaha akhirnya saat ini dia berhasil menjalankan bisnisnya. Awal mula Rifky berbisnis dimulai dari sebuah seminar  wirausaha yang diikuti  oleh Rifky di kampusnya. Seminar tersebut bertemakan tentang bisnis di usia muda dengan 4 (empat) narasumber yang mana memiliki usia sebaya seperti Rifky. Melihat narasumber yang seusia dengannya dan sudah berani terjun ke dunia bisnis seperti bisnis bimbel(bimbingan belajar), makanan, clothing, dan lainnya, Rifky tergerak untuk membuat sebuah perubahan. Setelah acara seminar selesai, Rifky bermodalkan nekat masuk ke ruang narasumber berada, dan meminta  masukan untuk memulai bisnis. Dan kebetulan sekali, narasumber yang ditemui oleh Rifky  adalah narasumber owner clothing salah satu brand kaos di Indonesia. Disitulah Rifky mendapat beberapa pencerahan yang membuat semangat dan tekat untuk memulai usaha.

Perjalanan Bisnis Wonosobro Cloth

Wonosobro sendiri berawal dari ide yang muncul ketika teman Rifky di kampus sering memanggilnya dengan sebutan  Bro Wonosobo (sahabat dari Wonosobo). Dari situlah tercetus ide utnuk membuat bisnis clothing dengan brand Wonosobro. Rifky melihat peluang untuk membuat kaos dengan bertemakan Wonosobo yang mudah di hafal dan familiar, dan akhirnya dia sepakat untuk mengambil nama Wonosobro Cloth, yang artinya Wonosobo yang Bro banget (bersahabat banget).

Modal awal dalam bisnis yang dimulai oleh Rifky sebenarnya tidak terlalu besar, justru dibilang sangat kecil. Menyadari sebagai anak kost, dia menyisihkan 80% uang bulanan untuk mencetak kaos perdananya. Rifky mulai mencari konveksi di internet dan akhirnya mendapat relasi konveksi yang dapat bikin membuat kaos sesuai keinginan. Awalnya kaos yang dicetak hanya sejumlah 12 (dua belas) kaos dengan 1 (satu) desain dan 1 (satu) warna. Minggu pertama penjualan, kaosnya tidak laku hingga sebulan berikutnya. Akhirnya kaos yang tidak laku tadi dia berikan secara cuma-cuma ke saudara terdekatnya, hitung-hitung sebagai upaya promosi.

Wonosobro resmi berdiri bulan Januari tahun 2013. Banyak teman Rifky yang berdomisili di luar Wonosobo sangat antusias memakai hal-hal yang berbau Wonosobo, karena pada dasarnya mereka pernah ke Dieng dan mengagumi alam Wonosobo, sehingga mereka berminat membeli kaos Wonosobro. Pada 2015 awal, Rifky mencoba membuat sub-brand baru bertemakan mahasiswa yang bernama Revisi Cloth. Kaos dengan tema mahasiswa tingkat akhir, memfasilitasi curhatan dan gambaran mahasiswa tingkat akhir dengan kaos baik tentang skripsi, kost, dan kehidupan di kampus. Lebih lengkapnya bisa cek di instagram:  @revisiclothnew.

Strategi Bisnis

Menurut Rifky, strategi bisnis yang utama adalah kualitas dan kepuasan konsumen. Karena konsumen disini yang utama. Semua bisnis akan berjalan lancar apabila konsumen merasa di hargai atas apa yang mereka beli. Untuk tujuan lokasi pemasaran lebih ke siapa yang memesan dan masih dalam jangkauan jasa pengiriman yang bersangkutan.  Wonosobro pernah mengirim ke berbagai wilayah di Indonesia Balikpapan, Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Taiwan. Banyak warga Wonosobo yang bekerja di Negara tetangga ingin mempunyai barang yang bertemakan Wonosobo. Rifky sempat membuat pesanan desain yang di pesan salah satu pahlawan devisa di sana yang bertuliskan ( I LOVE WONOSOBO, INDONESIA) walaupun hanya beberapa kaos yang mereka pesan tetapi hal itu membuat Rifky terharu akan rasa kecintaan mereka terhadap kota kelahiran mereka meskipun berada di jauh disana. Sedangkan bisnis Revisi Clothnya yang baru kemarin awal tahun dibuka sudah sampai Malaysia dan Romania, salah satu teman Rifky yang bekerja di sana membantu Rifky dalam mempromosikan kepada teman-temannya yang lain. Oleh karena itu, relasi adalah hal yang cukup penting dalam menjalankan bisnis.

Peluang dan Tantangan

            Peluang dari bisnis yang dilakoni oleh Rifky adalah adanya dukungan keluarga dan juga target pasar yang banyak. Sementara tantangannya adalah persaingan dengan usaha lain dan minimnya modal. Dalam  usia masih muda, biasanya orang tua belum percaya untuk memberikan modal, dan belum berani meminjam ke sana kemari sehingga modal yang minim merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Rifky. Hambatan lainnya yaitu dalam desain, desain yang di buat kadang tidak mewakili selera pasar,dan pada akhirnya ada beberapa desain yang terpaksa tidak di pasarkan. Namun, berkat belajar dan belajar dari pengalaman dan peluang akhirnya Wonosobro bisa di terima di semua kalangan. Adapun beberapa reseller yang berada di Jogja dan Semarang yang berusaha mengenalkan produk dari Wonosobro dan Revisi Cloth.

Tips untuk Kawan Wonosobo Muda

            Rifky memiliki beberapa tips untuk kawan Wonosobo Muda dalam berbisnis atau berwirausaha. Dalam memulai suatu bisnis atau usaha perlu ada keberanian dalam mengambil keputusan.  Jadi, jangan pernah takut untuk memulai usaha. Kemudian jangan lupa untuk memerhatikan selera pasar dan peluang di lapangan, usahakan apa yang kita ciptakan sesuai dengan keadaan dan sesuai selera agar tidak tenggelam, jangan tanggung- tanggung untuk terus berkarya dengan menghasilkan perubahan dan inovasi baru, ini adalah kunci penting dalam menarik peminat pasar. Kemudian manajemen dan segala yang perlu dibutuhkan dalam menghasilkan usaha harus dipersiapkan secara matang dari segi bahan, biaya, cara pembuatan, pemasaran, dan lain- lain. Dan yang paling penting adalah semangat, jangan pernah lelah untuk berkarya dan berwirausaha.

            Rifky memiliki mimpi untuk Indonesia khususnya Wonosobo, untuk membuka pabrik konveksi sendiri sehingga bisa membantu menyerap tenaga kerja di Wonosobo. Mimpi untuk Wonosobo, semoga Wonosobo bisa menjadi daerah utama tujuan wisata yang setara dengan Bali dan tujuan wisata lainya di Indonesia. Serta dia berharap industri kreatif makin maju dan mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait.  Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Rifky adalah jangan pernah sia-siakan waktu, selagi  masih muda teruslah menebar karya dan tidak ada usaha yang sia-sia.

Demikianlah kisah inspiratif dari sosok Rifky, sosok yang masih muda namun sudah berani untuk menjadi entrepreneur. Semoga tulisan ini memberi semangat kepada kawan Wonosobo Muda untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif dan kreatif bagi kota kita tercinta, Wonosobo. (Kharisma)

Baca Juga: 7 Anak Muda Wonosobo di Bawah Usia 25 tahun yang Membangun Bisnis dari Nol

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0