Tips Membuat CV yang Baik dan Menarik – Part 2
Setelah minggu kemarin kita sempat membahas tips membuat CV yang baik di bagian pertama, hari ini saya akan melengkapi penjelasannya dengan membedah isi dari CV itu sendiri, selamat membaca!
Umumnya, bagian CV terdiri dari beberapa hal berikut ini. berikut saya sampaikan bagian-bagian dari CV beserta penjabaran dari masing-masing bagian.
- Personal details. Bagian ini berisi nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir, nomor handphone
- Educational Attainment alias Riwayat Pendidikan. Seperti judulnya, berisi riwayat pendidikan yang telah ditempuh. Sedikit tips dari saya, lebih baik dimulai dari SMA sampai gelar terakhir di Universitas
- Achievements. Disini, informasi semacam menang lomba nyanyi ketika TK, cerdas cermat di SD, dll tidak perlu semuanya dimasukkan. Yang penting-penting saja dan masih agak fresh, misalnya prestasi dari lima tahun terakhir jika ada. Atau mungkin lebih dari 5 tahun lalu, tapi pencapaiannya besar sekali.
- Skills. Informasikan skills yang akan menunjang pekerjaan kamu di kantor, misal: Ms. Office, bahasa asing, desain, Ms. Excel level Advance, dsb. Kalau ada nama software yang kamu kuasai, jangan lupa untuk menyertakannya juga.
- Training & Certifications. Bagian ini juga disertain kalau sudah pernah mengikuti training/seminar yang kira-kira berguna untuk kamu sebagai karyawan nanti. Misalnya seminar PR (Public Relation), training Ms. Excel, dsb. Tapi sebaiknya, jangan kebanyakan juga semua seminar ditulis.
- Working Experiences. Perlu diingat, perusahaan yang kamu tuju sangat memperhatikan riwayat pekerjaan kamu. Untuk itu hindari memasukkan riwayat pekerjaan yang tidak berbau dunia profesional (contoh: SPG, guru les, dll) KALAU yang kamu incar adalah kerjaan kantoran yang tidak ada relevansinya dengan riwayat pekerjaan kamu di atas. Masa kerja kamu juga kami perhatikan. Kalau di riwayat pekerjaan kamu, kamu kebanyakan stay di perusahaan tidak sampai satu tahun dan berpindah-pindah terus, bisa jadi perusahaan yang kamu tuju jadi ragu karena kamu punya kecenderungan doyan resign. Kalau kelamaan pun tidak bagus sebenarnya, karena tampak tidak berkembang, Meskipun untuk yang ini tidak pukul rata seperti itu. Seandainya kamu bekerja lama di suatu perusahaan, tapi ada pergerakan posisi dan karier, rotasi pekerjaan dsb, itu akan menunjukkan bahwa kamu berkembang, nah hal ini yang harus dihighlight. Tambahan lagi, jangan hanya menulis tahun kerja dan nama perusahaannya, tapi untuk pengalaman-pengalaman kerja kamu, ceritakan secara singkat juga: apa peran dan tanggung jawab kamu, apa yang kamu pelajari, apakah ada skill yang bertambah, dsb.
- Other experiences. Nah, kalau ingin share pengalaman kamu di luar dunia kerja, bisa di sini. Misalnya mengenai pengalaman berorganisasi, pengalaman event organizing, jadi volunteer, jadi kolumnis di majalah, membuat majalah kampus, anggota tim Paskibraka nasional, prestasi olah raga tingkat daerah/nasional. Pokoknya hal-hal yang menunjukkan kalau kamu tidak hanya aktif, tapi juga memiliki keahlian di bidang lain. Tidak usah semua pengalaman disebutkan, tapi yang penting-penting saja, yang sekiranya bisa menunjukkan karakter kamu (misal: berjiwa kepemimpinan, ulet, bisa kerja sama dengan tim, dsb).
- Additional Information/Personal Statement. Bagian ini bisa ditaruh di awal atau di akhir. Ini adalah paragraf yang berisi rangkuman tentang kamu –> goal dalam hidup, semangat kamu, harapan, what drives you, keahlian/kelebihan kamu dan kenapa kamu bisa jadi aset untuk si calon perusahaan. Nah, di section ini kalian juga bisa memberikan keterangan personal interest sepert hobi. Intinya hanya menunjukkan kepribadian kamu saja, bagaimana sisi personal kamu.
Nah sekian edisi Tips Membuat CV dari saya, semoga bermanfaat ya teman-teman
Novia Puspita Shinta Dewi
Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Leave a Reply