Hai teman-teman Wonosobo Muda! Spesial buat temen-temen yang mau ngelamar kerja, ada beberapa tips buat nyiapin CV (curriculum vitae). Sebenernya aku juga belum kerja sih, cuma lumayan sering ikutan seminar tentang gimana membuat CV yang baik, dan pengen membagikan sedikit info ini ke temen-temen.

Satu hal yang perlu diingat, yang namanya melamar kerja itu sama dengan “jual diri.” Kita harus mempresentasikan diri kita di mata calon perusahaan, hanya lewat tulisan di CV dan sedikit tempelan foto. Berarti CV yang kita berikan harus bener-bener menarik dan “menjual” kan? Berikut beberapa tips untuk membuat CV kita menarik dan menjual.

  1. Format CV baiknya PDF, jangan Ms. Word. Usahakan CV diberikan dalam bentuk jadi dan tidak bisa diutak-atik lagi oleh penerima.
  2. Buat layout yang rapi dengan informasi yang jelas. Kasih warna juga boleh, tapi jangan “keramean”, disesuaikan dengan kepentingannya, juga perusahaannya.
  3. Untuk foto, bisa menggunakan pas foto. Bisa juga dengan pake foto berpose bebas. Yang penting jelas, foto wajah tampak depan, baju rapi/professional look dengan latar belakang foto polos. Kalau mau usaha lebih, bisa minta tolong mas-mas studio foto buat fotoin. Biar makin keliatan niat.
  4. English would be better. Bahasa Inggris saat ini bukan lagi bahasa pilihan, tapi bahasa standar di dunia kerja juga. Amat sangat disayangkan kalau kita nggak membekali diri dan rajin-rajin belajar bahasa Inggris. Minimal dibiasakan. Kenapa? Karena biasanya orang dengan kemampuan bahasa Inggrisnya minim sudah dibabat duluan oleh yang bisa, baik ketika melamar maupun di persaingan dunia kerja.
  5. Tapi, buat yang takut berantakan jika menulis CV menggunakan bahasa Inggris, lebih baik memakai bahasa Indonesia aja. Kalaupun ingin menggunakan bahasa Inggris, sebelum dikirim, usahakan diperiksa terlebih dahulu oleh teman ahli bahasa inggris untuk dikoreksi grammarnya.
  6. Sesuaikan isi CV dengan lowongan yang dituju. Misal, kamu melamar untuk posisi accounting officer, tapi kamu hanya menyertakan prestasi kamu di dunia desain. Agak nggak nyambung yes. Kalau mau, masukkan kelebihan kamu yang lain di bagian hobi/additional info/other experiences saja, atau tambahkan di bagian prestasi (Achievement), tapi tidak usah banyak-banyak. Berikan informasi yang relevan untuk si pencari tenaga kerja.
  7. Kalian mungkin sering dengar kalimat: di dunia kerja, IP sebenarnya nggak penting. Ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya juga. Untuk orang yang sudah bertahun-tahun kerja, IP bukan lagi jadi hal utama yang dillihat di CV, karena perusahaan lebih melihat pengalaman. Tapi untuk fresh graduate, ini adalah salah satu hal yang jadi “jualan” mahasiswa ke calon perusahaan, walaupun bukan harga mati. Bukan berarti IP harus sempurna, karena nanti ketika diwawancara akan terlihat bagaimana pembawaan kita sebenarnya. IP di CV itu bukan masalah kamu pintar atau tidak, tapi semakin tinggi IPnya, kira-kira akan terlihat keuletan kita saat belajar. Karena kalau untuk pelajaran saja kita “segitunya” sampai nilainya bagus, maka harusnya di dunia kerja akan sama giatnya. Kalau bisa minimal IP 3,00—3,25
  1. Untuk jumlah halaman CV, dianjurkan jangan lebih dari 4 halaman. Lebih dari itu biasanya perusahaan anggap “banyak tidak pentingnya”. Ingat, kurangi hal yang tidak perlu dan tidak berhubungan dengan bidang perusahaan incaran kamu.
  2. Hindari nickname/alamat email “alay” atau “unyu” untuk mengirim CV tersebut. Buatlah e-mail terpisah yang terdiri dari nama lengkap kalian, misal: npshintadewi@gmail.com, for professional purpose aja.
  3. Untuk surat lamaran/application letter, coba googling “contoh surat lamaran” atau “sample of application letter” dan kalian akan menemukan berbagai contoh suratnya, yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Sekali lagi, konsistenlah dengan bahasa. Kalau lebih nyaman dengan bahasa Indonesia dan penerima CV adalah orang Indonesia, go ahead. Kalau ingin bahasa Inggris tapi pas-pasan, lebih baik pakai bahasa Indonesia saja, atau minta bantuan temen untuk koreksi dulu sebelum dikirim.
  4. Untuk pengiriman CV, kita harus pakai analogi paling sederhana. Kita ini adalah total stranger yang hendak menawarkan keahlian kita untuk calon pengguna. Tak kenal maka tak sayang. Attach CV dengan diawali ucapan salam, lalu tulislah kepada siapa ini ditujukan. Kalau ada nama orang dan perusahannya, bagus (Dear Mr./Ms./Pak/Ibu). Kalau kalian tidak tahu namanya siapa, bisa pakai “Dear Sir/Madam” atau “To Whom It May Concern” lalu jangan lupa sertakan application letter yang sudah dibikin (poin no. 9) di body e-mail. Isinya jangan terlalu singkat, jangan terlalu panjang atau sesuai kebutuhan. Kamu bisa menceritakan profil singkat, sekarang kerja di mana dan sudah berapa lama, role & keahlian kamu apa, lalu kamu dengar lowongan ini dari mana, dan kenapa kamu berminat. Jangan lupa di ujungnya kamu tulis harapan kamu untuk bertemu dengan calon user.
  5. CV diattach dalam bentuk PDF dan diberi nama file yang jelas, jangan cuma ditulis “CV”, misal: “CV – Novia Puspita Shinta Dewi for Geothermal Reservoir Engineer”
  6. Jangan lupa juga, beri subjek e-mail yang rapi dan bener, jangan kosong atau sekedar menulis “CV.” Kalian bisa tulis misalnya: “CV – Novia Puspita Shinta Dewi for Geothermal Reservoir Engineer”

Nah segitu aja tips dari aku. Semoga berguna buat yang mau/sudah lulus dan mau cari kerja, juga buat semua yang mengincar perusahaan baru dengan prospek yang lebih baik. “We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.” Semangat-semangat!

Novia Puspita Shinta Dewi

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0