Beberapa waktu lalu, komunitas Wonosobo Sehat mengadakan kuliah Whatsapp tentang Covid-19 bersama dr.Rakhma Nur Aziza. Untuk memudahkan teman-teman mengetahui juga, Wonosobo Muda berinisiatif memuatnya di website sebagai bahan belajar bersama.

COVID-19

– COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.
– Masa inkubasi (jangka waktu antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit.) COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar 5 hari.
– Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.
– COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan air liur dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk, bersin, bicara, bernapas. Orang dapat tertular apabila menghirup percikan tersebut, atau saat menyentuh benda/permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.
– Lansia dan orang-orang yang sudah memiliki keadaan medis sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.
– Obat dan vaksin spesifik untuk virus ini masih belum ada. Beberapa kandidat vaksin dan obat tertentu masih diteliti melalui uji klinis.

– Langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terinfeksi / menyebarkan COVID-19:
1. Rajin mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik dengan kandungan alkohol 60-70%
2. Jaga jarak minimal 1 meter dengan orang sakit
3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
4. Lakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup mulut menggunakan lipatan siku bagian dalam atau tisu
5. Tetap di rumah jika merasa kurang sehat
6. Hindari bepergian ke tempat-tempat ramai
7. Gunakan masker saat sedang sakit atau merawat pasien sakit

 

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1
Menjaga hidrasi / banyak minum apa bisa menjaga imun tubuh ?
Jawaban
menjaga hidrasi disertai dengan pola hidup sehat yang lain seperti makan dengan gizi seimbang dan olahraga dapat menjaga sistem imun tubuh. Selengkapnya dapat dilihat di pdf mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Pertanyaan 2
Karena handrub / handsanitizer mulai mahal dan langka, mungkin bisa dishare alternatifnya
Jawaban
mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun efektif untuk membunuh virus dan bakteri. Silahkan cuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun apa saja. Handrub hanya digunakan disaat mendesak. Jika ingin membuat hand sanitizer sendiri harus sesuai dengan takaran yg direkomendasikan oleh WHO.

Pertanyaan 3
Pada kondisi apa COVID-19 bisa menyebabkan sepsis?
Jawaban
gejala klinis covid-19 bervariasi ringan hingga berat. Pasien lansia atau yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti hipertensi, DM, sakit jantung, sakit pernapasan seperti asma, atau HIV/AIDS lebih rentan untuk menderita gejala yang berat. Selain itu adanya infeksi lain seperti infeksi bakteri juga dapat menyebabkan perburukan seperti sepsis.

Pertanyaan 4
Apakah obat untuk covid-19 sudah ada? Jika belum, pasien yg positif dinyatakan negatif/sembuh itu diobati dg cara yg seperti apa? Apa dg memperbaiki sistem imun atau dibantu dg obat lain?
Jawaban
Obat spesifik untuk covid-19 yang direkomendasikan saat ini belum ada. Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bersifat self limiting disease, secara umum bisa sembuh sendiri pada pasien dengan imunitas yg baik. Pasien yg dirawat di RS diobati sesuai dengan kondisi pasien, diperbaiki sistem imunnya, serta dipantau tanda2 perburukan. Sejauh ini obat yg digunakan seperti antivirus dan chloroquine masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Pertanyaan 5
Tes darah dan rontgen itu hanya pemeriksaan penunjang krna tdk bs menentukan dia positif atau tidak (hanya bisa melalui swab test). Lalu apa kegunaan dan penunjang apa saja yg didapat dr hasil rontgen dan tes pengambilan sampel darah? Seberapa penting rontgen dan tes pengambilan darah itu?
Jawaban
Pemeriksaan tes darah lengkap dibutuhkan untuk membedakan antara infeksi virus atau bakteri. Selain itu, tanda spesifik pada infeksi covid-19 terdapat penurunan leukosit dan limfosit. Sementara itu, pemeriksaan rontgen diperlukan untuk melihat apakah ada pneumonia (infeksi pada jaringan paru). Untuk menentukan pasien positif Corona atau tidak harus dilakukan swab.

Pertanyaan 6
Bisakah jika hasil swab tes negatif tp ternyata dia positif (hasil tes semu)? Dan apakah ada syarat tertentu utk kita jika ingin melakukan tes utk memastikan bhwa kita sakit atau tidak (krna tdk menunjukkan gejala2 covid19)?
Jawaban
Pemeriksaan swab pasien bertujuan untuk mendeteksi virus dan dapat ditemukan sejak pasien tertular. Insya Allah jika sudah negatif berarti pasien tidak terinfeksi Corona. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan masih bisa tertular setelah pemeriksaan.
Sementara itu, untuk saat ini hanya pasien dalam pengawasan yang memenuhi kriteria dilakukan pemeriksaan swab corona. Jika merasa memiliki gejala namun tidak dilakukan swab, CDC merekomendasikan tetap mengisolasi diri di rumah hingga keluhan membaik, 7 hari sejak pertama kali sakit, DAN 3 hari bebas demam.

Pertanyaan 7
Bagaimana dengan maraknya hand sanitizer tanpa izin edar? Apakah aman digunakan?
Jawaban
Pada dasarnya, handsanitizer yang dianjurkan digunakan adalah handsanitizer yang terstandar dan sudah memiliki izin edar. Keamanan tergantung dengan kandungan masing-masing produk yang beredar.
Kalau yakin tersandar WHO, boleh2 saja digunakan dan insyaAllah aman. Namun, umumnya handsanitizer yang terstandar itu dibuatnya di laboratorium ya yang ada takaran pastinya.

Pembuatan Handsanitizer terstandar WHO

Pertanyaan 9
Apakah bisa orang yang positif Corona melakukan penyembuhan diri di rumah ?
Bagaimana caranya dok?
Apakah ada efek sampingnya?
Jawaban
Pasien dengan gejala covid-19 yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif akan dilakukan pemeriksaan swab juga. Jika positif, akan dilakukan perawatan di RS dan diisolasi. Sementara itu, untuk pasien dengan gejala dan memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit (tidak diketahui dengan jelas kontak dengan pasien positif atau tidak) jika gejala ringan dapat diberikan pengobatan rawat jalan dan dianjurkan isolasi diri di rumah selama minimal 14 hari. Akan ada tenaga kesehatan yang memantau kondisi pasien di rumah setiap harinya.
Apa yang harus kita lakukan saat isolasi diri di rumah bisa dilihat di tautan berikut ini.

Pertanyaan 10
Bagaimana jika gejala tanda corona di alami, tapi tidak berani periksa karena alasan biaya dan regulasi yang berbelit dari pemerintah?
Saya sejak pulang dari jakarta dada saya nyeri dan kepala berdenyut.
Saya tidak ada BPJS, Saya juga tidak punya biaya untuk pemeriksaan.
Jawaban
Jika memiliki gejala sakit corona seperti demam, batuk, pilek, boleh silahkan memeriksakan diri terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ditentukan apakah bisa rawat jalan atau perlu rawat inap dan apakah perlu dilakukan pemeriksaan swab corona

Pertanyaan 11
Bagaimana sistem imunitas tubuh melawan virus covid 19 ?
Jawaban
Bagaimana sistem imun tubuh kita melawan infeksi dari coronavirus ini masih dalam studi lebih lanjut. Secara umum, virus ini memliki target sel yang kemungkinan berlokasi di saluran pernapasan bawah. Apabila virus yang masuk kemudian berikatan dengan reseptor di saluran napas bawah, akan terjadi respons tubuh berupa dikeluarkannya zat-zat antiinflamasi dan kemudian antibodi yang berfungsi menekan inflamasi (peradangan) yang disebabkan oleh virus tersebut di saluran pernapasan.

Pertanyaan 12
Jika seseorang bepergian dari zona merah covid-19 dan setelah self quarantine selama 14 hari tidak timbul gejala, apakah org tab sdh bisa dipastikan sehat? Apakah ada kemungkinan org tsb menjadi carrier dan ttp bisa menularkan ke org lain?
Jawaban
Masa inkubasi dari covid-19 adalah selama 1-14 hari. Artinya setelah terinfeksi akan timbul gejala dalam rentang waktu tersebut. Jika selama karantina mandiri tidak menimbulkan gejala, maka kemungkinan kecil telah terinfeksi virus tersebut dan menularkannya ke orang lain.

Pertanyaan 13
Berdasarkan penelitian yang beredar mengenai Covid-19, apakah benar pasien yang sudah dinyatakan sembuh masih menyimpan virus selama 37 hari di dalam saluran pernapasannya sehingga masa karantina sebenarnya tidak 14 hari namun 40 hari?
Apakah seseorang yang sudah sembuh dari covid-19 akan mengalami gejala atau hal yang sama dalam beberapa tahun kedepan?

Jawaban
Virus ini dinamai Novel Coronavirus karena merupakan virus baru dan belum dikenal sebelumnya. Sehingga masih banyak penelitian yang dilakukan untuk mempelajari sifat dari virus ini.
Keputusan menyatakan pasien bebas COVID-19 dan boleh keluar RS saat ini pasien harus menunjukkan tanda-tanda seperti suhu tubuh normal selama lebih dari tiga hari, tak ada gejala masalah pernapasan, hasil CT scan normal, serta hasil negatif dalam dua kali tes RT-PCR yang dilakukan dalam interval minimal satu hari. Sekalipun semua syarat tersebut terpenuhi, setelah keluar dari RS tetap wajib isolasi diri di rumah selama minimal 14 hari disertai cek kesehatan rutin. Berapa lama virus ini menetap di tubuh juga belum diketahui secara pasti.
Pasien yang mengalami reinfeksi COVID-19 setelah dinyatakan sembuh, bisa jadi sebelumnya virus ini dorman (mati suri) di dalam tubuh sehingga tidak terdeteksi sebelum kemudian menyebabkan sakit kembali. Sekali lagi masih ada banyak kemungkinan update ilmu baru terkait penyakit ini.

Hingga kini, kita tak dapat memastikan apakah pasien COVID-19 dapat terinfeksi lebih dari sekali. Penyebabnya, belum ada tes antibodi yang konklusif terkait infeksi ini. Namun, berdasarkan sifat infeksi virus lainnya, umumnya sistem imun seseorang yang sudah pernah kena infeksi tersebut akan beradaptasi supaya tidak terkena virus tersebut lagi.

Pertanyaan 14
Mengenai penggunaan masker untuk meminimalisir tertularnya virus covid 19 salah satunya dengan masker bedah. Apakah jika menggunakan masker kain atau cadar, niqab sudah mampu menangkal virus tersebut?

Diperbolehkan menggunakan masker kain sebagai bentuk kewaspadaan. Setelah dipakai sebaiknya dicuci sampai bersih.

Untuk dokumen materinya bisa diakses di https://drive.google.com/open?id=1ps5axE1z8-QrwzRO03spjcPzPCAY9eCq

 

 

Sumber gambar : https://www.kominfo.go.id/content/detail/25138/dokumen-resmi-kesiapsiagaan-menghadapi-novel-coronavirus-covid-19-revisi-ke-3/0/virus_corona

 

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0