WM Ngangsu Kawruh #2: Public Speaking
Halo Kawan Muda! Kembali lagi WM Ngangsu Kawruh yang hadir dengan tema Public Speaking. Sesi kali ini dibawakan oleh Dimas Raditya, yang juga merupakan salah satu penyiar radio Citra FM.
Dimas juga menyiapkan versi speakingnya loh, selain tulisan. Coba dengerin ini sambil disimak ulasan berikut ya!
Menurut Dimas, public speaking mempunyai 3 komponen yaitu konten, konteks dan pede. Yuk bahas satu-satu!
- Konten
Konten adalah materi yg akan kita bawakan, jadi sebelum kita (on stage) tidak ada salahnya nyiapin materi, bisa dari browsing, buku, atau dengan cara mengobrol dengan panitia, hal ini berguna apabila tiba tiba kita blank, kita masih punya materi untuk disampaikan. - Konteks
Konteks adalah bagaimana cara kita membawakan materi, satu rumus simple dari saya, ketika audiens semakin muda maka kita mesti semakin ceria dan semakin heboh, contoh pasti berbeda gaya bicara antara guru PAUD dengan balita dan dosen dengan mahasiswa. - Pede
Hampir 10 persen orang di dunia merasa phobia apabila diminta untuk berbicara di depan umum. Itu cuma hasil riset ya, pasti ada orang yg merasa kurang pede ketika diminta untuk publik speaking, misalnya presentasi.
Ada beberapa tips agar bisa lebih percaya diri.
- Siapkan materi yg matang, namun jangan dihafalkan, namun dipahami alias jngn terlalu tekstual.
- Latihan di depan cermin, berdirilah, kunci kamar.
- Tarik nafas lalu senyum, ketika grogi ada otot yg tegang, maka rilekslah dan jangan lupa SMILE, foto selfie sambil senyum (boleh).
- Lakukan streching, ingat streching bukan pemanasan, tujuannya agar otot otot rileks. Ini langkah antisipasi apabila tiba tiba kita terserang grogi, karena ketika grogi otot otot jadi tegang. Nah lakukan peregangan.
- Ngobrol sama panitia juga bisa mengurangi grogi, klo perlu ngobrollah dengan tukang sound system.
- Nikmatilah, sapalah audiens, anggap mereka rekan, teman, sahabat, komentari dengan positif misal “alhamdulillah, kali ini saya bisa menyapa rekan2 sekalian, setelah melewati 12 lampu merah, akhirnya tiba juga saya disini”
- Dan yg perlu diingat, sebenarnya grogi hanya menyerang ketika bersiap tampil dan awal awal ketika tmpil, seiring berjalannya waktu, kita akan enjoy kok.
- Ketika orang menangis, dan diminta untuk berbicara, suaranya akan tampak menyedihkan.
- Smile voice dipakai oleh para penyiar radio, agar tetap terkesan ceria meskipun hati sedang gelisah.
- Lebih tepatnya, kita menambah power diafragma kita, karena klo dengan suara dada, kita gampang ngosngosan.
Ada tips menarik dalam public speaking:
- Ketika berdiri, bertumpulah pada 1 kaki, agar kita terlihat lebih rileks.
- Sda baiknya, perut agak sedikit dikecilin ketika melakukan publik speaking
- Dalam dunia public speaking modern, mengucapkan salam pembuka hukumnya sunnah, utamanya untuk acara non formal, jadi pembuka bisa langsung saja dengan menyampaikan anekdot atau mengomentari lingkungan sekitar (contoh alhamdulillah ya disini dingin meski g pake ac) lantas bisa dilanjut dengan salam, jadi salam pembuka tidak harus di awal ya.
- Ini agar, suara kita lebih bulat, karena ini akan berguna untuk meningkatkan power diafragma kita, sehingga ketika kita akan mengisi training selama 2 jam lebih, kita tidak perlu ngoyo, itu tujuannya.
- Mungkin ada yg ngrasa g pede dengan suaranya, nah gunaka saja smile voice, caranya kita senyum dulu sebelum berbicara.
Bagaimana agar jika kita mencoba menyampaikan jokes untuk mencairkan suasana agar tidak garing?
Ini, udah lain pelatihan sebenarnya, materi perihal jokes itu kompleks, bisa lebih kompleks dari public speaking itu sendiri, agar tidak receh tipsnya adalah “komentari penonton yang unik” misal “wah itu jaketnya unik” atau waaah itu yg pake topi mirip artis. Hampir semua orang bisa membuat jokes, namun untuk menyampaikan jokes, perlu latihan dan jam terbang.
Ada tips buat public speaking yg tanpa persiapan alias spontan tidak?
Tiba2 di suatu acara kita disuruh maju dan pas udah di depan jadi bingung mau bicara apa?
Ada 3 teknik
1. Segitiga
Segitiga artinya kita dituntut untuk bisa improve, namanya segitiga artinya kita mesti punya 3 topik misal kita diminta mengisi sambutan acara 17 an, cari 3 topik lalu kembangkan misal kemeriahan, antusias peserta, profil dewan juri, kembangkan saja.
2. Perbandingan
Perbandingan dilakukan dengan membandingkan 2 hal, misal kita membandingkan suasana disana dan disini, membandingkan disini bukan berarti menjelekkan yg dibandingkan,,, namun cari sesuatu yg unik.
3. Waktu
Rumusnya adalah, masa lalu, masa kini, harapan masa depan.
Nah ini yg paling mudah saya pikir misal acara 17an, ceritakan acara 17an yg dulu, apresiasi acara saat ini dan sampaikan harapan acara untuk yg akan datang.
Itu teknik public speaking tanpa persiapan, bagi calon lurah, calon wakil bupati atau calon ketua OSIS, tidak ada salahnya untuk mengetahui teknik ini.
Misal audience kita itu orang yg lebih pintar atau lebih tau topik yg kita akan sampaikan, gmn ya biar gak grogi krn takut salah?
Kadang sudah latihan, tapi pasti sampe depan jadi demam panggung
Untuk kasus ini, mutlak kita juga memahami materinya walau cuma 10 persen, nah ketika pemateri lebih tahu dari kita, boleh kita ceritakan riwayat pendidikan, hobby atau mungkin sampaikan saja karya yg baru aja diselesaikan, jurnal atau penelitian.
Sekian WM Ngangsu Kawruh episode 2 ini. Nantikan episode 3 dengan tema yang juga menarik!

Leave a Reply