Halo Kawan Muda WM Ngangsu Kawruh masih akan kembali lagi setiap dua minggu sekali. Semoga konsisten ya.

Untuk edisi 3, kami mengusung tema Berani Memulai Usaha. Kali ini dibawakan oleh Abdul Choliq yang merupakan pengusaha sebuah usaha kuliner camilan yang kini sudah mulai mendapatkan tempat di hati konsumennya. Opak Mamak, adalah bisnis yang kini dirintisnya setelah sebelumnya merintis bisnis kuliner dengan membuat sebuah kafe mini. Opak Mamak adalah usaha yang berlokasi di rumahnya, dengan memanfaatkan opak yang diambilnya dari kampung halamannya, di Kepil. Yuk, mari simak kisahnya dalam memulai usaha!

“Saya sebenarnya sudah memulai usaha sejak kuliah karena ada unsur keterpaksaan untuk bisa mempunyai biaya hidup waktu kuliah . karena saya berusaha untuk tidak terlalu membebani orangtua untuk biaya kuliah. Usaha kecil kecilan seperti jadi makelar kaos kepanitiaan , ngajar bimbel, jadi reseller carica dan membantu mengerjakan paper dosen menjadi awal usaha yang saya geluti.

#1 Kiat Pertama
Jadi kalau ditanya kiat pertama untuk memulia usaha adalah kita hidup diberi akal dan segala kesempurnaan untuk terus berusaha dan tidak bergantung pada orang lain. Kesadaran akan kepemilikan akal dan tenaga itu membuat kita tidak takut gagal dan berani untuk terus mencoba. Kesdaran ini juga yang membuat saya berfikir tidak boleh bergantung kepada orang lain.

Memang semasa kuliah saya dibantu banyak sekali orang, tapi itu semua bukan dari saya yang meminta, tapi karena mereka melihat usaha saya , misal dosen yang baik hati membayarai uang kuliah saya sampai selesai adalah dosen yang mata kuliahnya tidak pernah saya ikuti (mbolos) karena saya harus ngajar pada jam yang sama untuk membayar cicilan biaya kuliah, akhirnya beliau memanggil saya dan mendengarkan cerita saya, setelah itu dengan serta merta beliau berkata, ya sudah kamu cari uang untuk hidupmu saja, kuliah saya yang nanggung sampai selesai.

Mungkin memang kita masih punya orang tua atau siapapun yang bisa membantu kita, tapi kefanaan dunia ini seharusnya membuat sadar bahwa tidak ada yang abadi kecuali Tuhan. Sehingga sebisa mungkin kita menggantungkan diri pada Tuhan dan diri kita sendiri jangan kepada orang lain , atau bahkan bantuan orang lain, meski banyak orang membantu kita.

Maka dari itu , menurut saya makna dari wirausaha adalah ketika kita mampu menyadari bahwa kita makhluk yang berakal dan diberi segala kesempurnaan untuk berusaha dan tidka menggantungkan hidup kepada orang lain.

#2 Kiat Kedua
Bantulah orang lain dan berbuat baiklah kepada orang lain sebanyak mungkin, karena dalam uasaha oranglain adalah kunci.

Modal utama dalam berwirausaha adalah relasi dan cinta , apapun usahamu kamu harus punya relasi bagus dan juga citra yang bagus. Jauh sebelum memulai usaha cobalah unruk mencari teman, kolega dan kenalan sebanyak mungkin, supaya waktu kamu launching usaha itu, minimal ada teman – teman yang siap menjadi tester dan pembeli pertama, karena mereka kenal baik dan percaya padamu.

Kalau misal usaha kita menarik dan bagus akan mengatakan kepada orang lain, kalau usaha kita kurang bagus , merekadengan senang hati memberi masukan dan kritikan dan ini akan menjadi semangat awal untuk usahamu.

#3 Kiat Ketiga

Istiqomah yang terukur.
kenapa terukur ? Begini sudah barang tentu kalau kita memulai usaha itu kita harus istiqomah dan konsisten, tapi kita juga harus terukur misal dalam 3 bulan awal yang ditentukan prospek usahanya stagnan. Sudah dicoba segala cara tetep stagnan, nah disitu konsep teurukur harus mulai digunakan. Jangan pernah takut untuk menutup usaha daripada jatuh terlalu dalam. Minimal kamu sudah belajar banyak dari kegagalanmu yang pertama ini untuk memulai usaha lain diwaktu yang akan datang.

Sedikit cerita tetntang kedai saya “Lek Kromo” dan akhirnya pindah ke Opak Mamak. Ini bicara segi bisnis belum dari segi sosial. Dulu saat saya memulai bisnis Lek Kromo, saya memberanikann diri untuk keluar uang banyak karena konsep yang tersusun sedemikan rupa dan kurasa sempurna, tapi iseiring berjalannya waktu, usaha itu tidak berjalan seperti konsep dan trendnya menurun. Akhirnya setelah beberapa kejadian kami tutup. Satu hal yang saya sadari adalah kealpaan saya dalam mengukur tentang usaha warung itu butuh usaha besar dan tempat yang stategis. Akhrinya dari dua point itu saya mencoba lagi bisnis dengan model yang berbeda yaitu Opak Mamak , yang tak perlu tempat strategis dan usaha yang besar untuk selalu jaga toko. Nah, itu yang saya artikan sebagai terukur.

#4 Kiat Keempat
Inovatif dan tidak takut keluar sedikit lebih banyak modal untuk mengikuti arus bisnis kekinian karena dengan era digital yang sangat berkembang ini, tanpa inovasi kita mati, kecuali bisnis anda sudah teruji dangan waktu.

Inovasi ini lebih ke melihat trend dan peluang, apasih yang dibutuhkan pasar saat ini . selain itu ada sau hal penting dalam inivasi ini yaitu kompromi antara idealisme dan kebutuhan pasar. Karena tanpa mengkompromikan dua hal tersebut saya merasa usaha yang dijalankan akan sedikit engap engap

#Kiat Kelima
Terakhir jangan pernah lupakan yang memberi rejeki semakin besar kita berusaha. Seharusnya semakin khusyuk dalam kita meminta kepadaNya, ini point yang sangat penting ada beberapa hal yang ingin saya bahas disini.
Pertama ketika berdoa ingatlah dan konsentrasi kepada siapa yang memberi jangan ingat apa yang kita minta.
Kedua doa dan ikhtiar itu selaras karena ikhtiar adalah doa yang dilakukan dan doa adalah ikhtiar yang diucapkan.
Ketiga berhati-hatilah dalam melihat rizqi banyak bisa jadi belum tentu berkah.

Bagaimana contoh inovatif seperti poin no.4?
Misal di Opak Mamak , karena pasar jaman sekarang ini lebih melihat pada kemasan dari pada isi, maka kita harus mau mengeluarkan modal lebih.  Karean itu first impression mereka. Dengan tetap menjaga kualitas rsanya. Jadi opak mamak antara modal dan kemasannya jauh lebih mahal pada kemasannya.

Contoh lain lagi biasanya ada di kedai kopi, seperti pemasangan wifi  dan varian atau rasa kopi.

Bagaimana dengan modal?
Modal biasanya disisihkan dari gaji kerja sebagai karyawan swasta , karena meski saya berwirausaha saya tetap pergi kekantor sepertibiasa, kadang jika butuh lebih , saya pinjam uang teman dengan catatan saya bisa mengembalikan uang tersebut.

Opak mamak sudah berjalan berapa tahun ?
Opak mamak sudah berdiri satu tahun lebih

Siapa target pasarnya?
Semua kalangan , namun lebih ke mahasiswa dan karyawan kantor kemasan kecil, keluarga untuk kemasan besar

Ancaman yang dihadapi untuk masa depan Opak Mamak ?
Modal besar dan perizinan seperti barcode dll untuk masuk ritel, ketersediaan bahan baku opak, serta persaingan dengan makanan sejenis, serta manajemen SDMnya. Karena kita bekerja sosial, jadi perlu pembenahan manajemen SDM untuk menyongsong pasar yang lebih besar.

Opak mamak dimulai dengan spirit untuk membantu produsen opak Wonosobo, mamak saya dan para tetangga yang menjual opak murah dan juga untuk memenuhi kebutuhan sehari har. Untuk keuntungan sendiri belum bisa dijawab karena saya baru memulai untuk belajar bisnis dan memberdayakan.

Dengan semua keterbatasan membuat kita berfikir bagaimana cara menghidupi diri kita. Dan Tuhan Maha Baik , memberikan banyak kemudahan diatas sebuah kesulitan.

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0