WM Ngangsu Kawruh sudah berjalan untuk ke empat kalinya. Kali keempat ini bertemakan Literasi Keuangan. Meskipun di antara kami tidak ada yang expert di bidang ini, kami coba rangkum beberapa hal yang diambil dari buku literasi keuangan keluarga dan beberapa pendapat kami tentang mengelola keuangan.

Pertama, kami mengadakan dialog tentang masalah keuangan apa yang sering dihadapi? Rata-rata jawabannya adalah sebagai berikut.
“Tidak bisa mengatur keuangan, tiba-tiba habis.”
“Susah menyisakan tabungan, kalo udah ada di level yang kira kira bisa beli sesuatu, langsung beli, dan tabungan tinggal menyisakan beberapa rupiah.”
“Udah diitung-itung, udah di save, eh mendekati akhir bulan malah kurang 😅
(Banyak kondangan, bayen dadakan)”
“Kalau punya uang… Tangane gatel… Pingin ini itu”
“Kalau aku gampang tergoda, misal beli mie ayam, kadang g perlu sama es teh toh udah kenyang, eh malah kadang nambah es teh, nambah gorengan, akhirnya pengeluaran bengkak tanpa terasa.”
“Klo kita ngrasa duit agak banyak, nah mulai deh insting belanja dan stalkingin toko online makin gencar.”

Apa saja ya tips-tips tentang literasi keuangan yang bisa kita terapkan untuk menyehatkan kondisi keuangan?

#1 Tetapkan tujuan keuangan sesuai tahap kehidupan atau sesuai jangka waktunya
Apa si tujuan keuangan?
Tujuan Keuangan adalah hal-hal yang ingin dilakukan dengan uang dalam periode tertentu. Tujuan keuangan bisa dibagi jadi dua, yaitu jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendek yang bisa dicapai dalam waktu 1 tahun (misal mudik lebaran, membayar uang sekolah/kuliah). Tujuan keuangan jangka menengah biasanya dicapai dalam waktu 3 hingga 10 tahun (misal: memasukkan anak kuliah, mengganti furnitur rumah). Tujuan keuangan jangka panjang biasanya dicapai setelah lebih dari 10 tahun (misal: pergi haji, menyiapkan pensiun). Kamu bisa membuat table perencanaan, keperluannya apa, kapan dan butuh uang berapa.
Knp tujuan itu penting?
Biar pengeluaran tetap terkontrol dan jelas uangnya mau dikeluarkan ke mana aja.
Misalkan kita melihat sepatu yang bagus. Untuk menjaga tujuan, coba tanyakan kepada diri sendiri.
“Sepatunya udh rusak belum, perlu beli gak. Kalau liat ada sepatu bagus, tanya ke diri sendiri, butuh ga apa cm pengen?”

#2 Identifikasi pengeluaran apa saja yang dibutuhkan
Setelah mengetahui tujuan keuangan, kita bisa tahu pengeluaran apa saja yang dibutuhkan berdasarkan tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.

Kelompokkan pengeluaran
– Rutin misal makan, transportasi.
– Tidak rutin, misal hiburan, rekreasi
– Bulanan, misal baju, pulsa, internet
–  Tahunan

Kalau bisa setiap bulan ada rencana pengeluarannya, dr yg rutin smpe bulanan, dan utk keperluan tahunan per bulan harus mengumpulkan berapa. Jangan lupa sesuaikan dengan pemasukan ya!

#3 Bedakan kebutuhan dan keinginan
Masing-masing dari kita tentunya punya kriteria kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. Ini ada beberapa tips dari kawan muda untuk bisa membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan. Barangkali ada yang cocok denganmu.

  1. Cara membedakannya adalah sblm membeli sesuatu, tanya ke diri sendiri apakah butuh, adakah manfaat yang bisa kita ambil, udah punya kah sebelumnya, atau ada gak org lain yg bs ambil manfaat dr brg yg mau kita beli.
  2. Kalau yg butuh berarti kalau tidak punya ada yg akan kurang atau tidak beres. Kalau keinginan, berasa hanya ingin, tapi kadang yg diinginkan juga sebagai pemuas hasrat, kepuasan sendiri, jd blm butuh jg suka dibeli.
  3. Tentukan prioritas, misalnya sbg anak kos kebutuhan ya sandang pangan papan + kuota : makan sehari 3x, bayar kos, transport, fotokopi kuliah, kuota untuk komunikasi dan nggarap tugas dll. Keinginan misalnya minum kopi2 ala2 terbaru, Traveling, Nonton, kuota buat scroll IG + youtube dll. Tp sebenernya menurutku itu subjektif, kadang beberapa orang emg butuh jalan-jalan buat refreshing biar tidak stress
    Tapi ya mesti dihitung kira2 pemasukan kita selama sebulan nutup tidak dengan kebutuhan dan keinginan. Sebaiknya jangan sampai berhutang krn ‘keinginan’.
  4. Perhatikan juga lingkungan sekitar, misalnya teman-teman yang kadang suka mengajak untuk makan di suatu tempat.
    “Kalau ikutan mikir nanti uangnya lgsg anjlok, tapi kalo ga ikutan dikira “anti sosial”. Sulit yak, tapi bisa diatur sih, harus berapa kali “hedon” begitu.”
    “Jd penting untuk kadang2 say no buat ajakan2 yg ga sesuai sm kebutuhan kita. Tidak apa-apa latihan menolak. Emang kadang kita yg harus tabah dg kondisi kita. Ingat aja kalau kondisi keuangan kita gak sama dengan mereka. Kalau kira2 masih sanggup, mungkin tidak apa-apa sekali2 ikut, kalau tidak ya jangan dipaksakan.”
  5. Ada tips menarik nih dari diskusi ini
    “Biasakan kalau punya keinginan jangan terlalu ‘ngoyo’. Jangan dipaksa-paksakan, sampai hutang dan sebagainya.
    Impian, keinginan dan cita-cita dipasrahkan ke Allah. Yakin saja suatu hari akan sampai ke sana. Santailah dalam hal apapun.
    Seyogyanya, orang yang berumah tangga inginnya punya rumah sendiri, kendaraan yang nyaman ke luar kota dan furnitur lengkap.
    Uang ada terus, tapi kalau dipaksakan bisa membuat sakit hati. Kalau belum punya uang untuk mengontrak ya mengontrak dulu.
    Bismillah. Allah yang akan mengijabahi doa-doa hambanya yang mau berusaha.
    Ingat selalu, jangan iri dengan rejeki orang lain.
    Tetap bersyukur dan luaskan hati.”
  6. Kalau punya keinginan, coba tahan setidaknya 3 hari setelah hasrat itu muncul, dan biarkan otak berlogika “kira kira kalau abis beli ini, manfaatnya apa aja”

#4 Tetapkan proporsi pengeluaran yang sehat

Sebaiknya, pembagian pengeluaran diatur proporsinya, seperti
– Pengeluaran Rumah (makan, listrik, gas dll) : sebaiknya tidak lebih dari 35% dari pendapatan bersih
– Hutang. Jika punya hutang, usahakan per bulannya tidak melebihi 15% dari penghasilan. Jika ingin berhutang untuk memenuhi kebutuhan pokok, pertimbangan juga ya risiko-risikonya.
– Transportasi. Usahakan tidak melebihi 15% dari pendapatanmu
– Tabungan
Pastikan paling tidak kamu menyisihkan paling sedikit 10% dari penghasilan untuk ditabung. Yang ditabung di sini usahakan juga jangan diambil-ambil terus ya.
Kuatkan tekad dan niat untuk bisa menabung rutin tiap bulan dengan jumlah tertentu dan tidak mengambilnya secara rutin sampai habis. Fungsi tabungan di sini adalah untuk jaga-jaga ketika ada musibah atau kejadian yang membutuhkan uang dengan segera.

Untuk yang Ingin Menabung
Nah bagi yang pengen menabung tp susah, coba gunakan beberapa produk tabungan yang akan memaksamu menabung. Misalnya tabungan berjangka. Tabungan berjangka ini mengharuskan kamu menabung dalam jumlah tertentu selama jangka waktu tertentu dna tidak boleh diambil. Minimal setoran per bulan adalah 100ribu yang bisa diambil secara rutin dari tabungan utama. Ini juga bisa jadi suatu langkah rencana jika kita menargetkan sesuatu yang butuh banyak uang. Misal menikah, membeli kendaraan.
Misal ingin menikah 2 tahun lagi, kira2 kebutuhannya berapa dan per bulan mesti menabung berapa selama dua tahun itu. Tabungan berjangka jg bs jd solusi buat mengontrol pengeluaran. Karena kita akan ‘dipaksa’ untuk menabung dan tidak mengambilnya sampai jangka waktu tertentu.

Tips Berhemat Lainnya
Jadi saya sering pake teknik yg saya kasih nama stop 2000. Artinya tiap kali kita nerima uang 2000 maka uang itu tidak boleh dipake kecuali dalam keadaan darurat (misal tak ada makanan). Contoh kita punya duit 20 ribu buat belanja 14 ribu, dapet kembalian 2 lembar 2ribu dan 2 lembar seribuan, maka yg 2ribuan itu langsung masukin tabungan darurat, ini bisa dipakai untuk beli mie di akhir bulan.

Tentang Barang Diskon
Selama ini mungkin kita berasumsi jika suatu barang diskon 50%, maka kita bisa berhemat setengah dari harga asli, padahal sejatinya kita tidak berhemat tapi *tetap* mengeluarkan sejumlah uang tersebut.
Dan kadang ada alasan knp ada barang diskon:
– Barangnya sudah model lama atau buatan lama. Kualitasnya sudah menurun.
– menghabiskan stok gudang
– harganya sudah di naikkan dan dimanfaatkan utk menarik minat orang2 di event2 tertentu, misal Lebaran.

Jadi membeli barang diskon bukan selalu kita yg diuntungkan loh ya.

Sekian, nantikan rangkuman WM Ngangsu Kawruh selanjutnya!

Advertisements
google.com, pub-3699623534636543, DIRECT, f08c47fec0942fa0